Literasi Digital pada Anak Dapat Membantu Mereka Menghadapi Informasi yang Salah

Tentang Artikel :

Perkembangan zaman membuat perolehan informasi menjadi sangat mudah. Tetapi seringkali informasi tersebut ternyata salah, bahkan informasi salah tersebut menjangkau anak yang pada usia sangat muda sudah dikenalkan pada teknologi telepon genggam. Bagaimana agar anak bisa menghadapi gempuran informasi tersebut?

Dengarkan



WAKOOL.ID - Dengan adanya pandemi, membuat kita semua menjadi terbatas dalam beraktifitas dan hal ini juga berlaku pada anak. Anak tidak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolah tetapi harus melakukannya secara daring di rumah masing-masing. Selain tidak bisa belajar di sekolah, mereka juga terbatas dalam aktifitas bermain sehingga kebanyakan beralih pada gadget dan permainan elektronik.

 

Apakah informasi tersebut benar?

Seharian mengakses gadget menimbulkan risiko baru pada anak. Apakah mereka membaca informasi yang benar? Apakah mereka membuka aplikasi yang salah? Banyak kekhawatiran dari orang tua yang belum tentu bisa mengontrol keseharian anak dirumah. Dengan infromasi yang salah jangankan anak, kita juga bisa mengalami kerugian fatal bahkan hingga kerugian jutaan rupiah atau mengakibatkan sakit yang lebih parah ataupun kematian. Informasi palsu di social media mengenai obat atau kemana kita harus membawa pasien kritis bisa merugikan kita dan orang lain apabila kita turut membagikan tanpa mengecek kebenarannya terlebih dahulu.

anak bermain handphone

Photo by : Pvproductions via freepik.com

Banyaknya informasi yang salah bukan berarti kita harus menghindar dari informasi, karena namanya manusia perlu bersosialisai dan mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekitarnya. Bagi orang tua, yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi bagaimana anak menghadapi dan menyaring berbagai informasi yang diterimanya. Itulah kenapa kemampuan literasi digital dan juga pemahaman dalam memilah informasi menjadi penting di dunia yang serba digital ini.

 

Pengertian literasi digital

Menurut Devi Suherdi dalam buku “Peran Literasi Digital di Masa Pandemik (2021)”, Literasi digital sendiri merupakan merupakan pengetahuan serta kecakapan pengguna dalam memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet dan lain sebagainya untuk menemukan, menggunakan, mengevaluasi serta membuat informasi dan memanfaatkannya secara bijak, cermat, tepat dan patuh hukum dan aturan dalam rangka membina komunikasi dan interaksi positif sehari-hari. Dari pengertian tersebut kita dapat pastikan bahwa kemampuan literasi digital adalah hal mutlak yang harus dimiliki masyarakat modern dari segala usia.

 

Skill untuk menilai

Sayangnya sistem pendidikan di Indonesia dimana semua informasi berasal satu arah, dari guru dan buku teks, tidak membantu siswa untuk secara natural membentuk kemampuan untuk menilai informasi. Kita juga harus bisa menjelaskan ke anak bahwa Google, Facebook, Instagram, Tiktok dan lain-lain itu bukanlah media yang netral, tetapi merupakan media yang fokus pada engagement dimana demi mengejar jumlah view kadang hal yang tidak pantas mau dilakukan. Sudah banyak contoh yang kita lihat di berita dimana demi mengikuti Tiktok challenge harus meregang nyawa karena tidak bisa memahami bahwa yang dilakukan itu salah.

Anak perlu belajar bagaimana memilah sebuah informasi yang benar dan juga sumber informasi yang tepat. Peran orang tua dalam memberikan contoh dan juga mendampingi anak dalam proses mereka menggunakan media digital dapat membentuk pemahaman sejak dini. Dengan kemampuan literasi digital yang telah dibimbing sejak dini maka diharapkan anak bisa memilih dan menggunakan informasi dengan lebih baik. Dampingi anak atau adik kita ketika dia menggunakan gadget, perhatikan apa saja yang dilihatnya dan jawab pertanyaannya ketika dia bingung menghadapi hal baru. Anak sangat mudah sekali menyerap informasi tetapi informasi tersebut benar atau salah, kita yang lebih tua yang harus mendampingi dan membimbingnya.

ibu mendampingi anak menonton di handphone

Photo by : freepik.com

Tentunya sebelum mendidik anak untuk bisa memilih informasi yang tepat sebagai yang lebih tua kita juga harus bisa melakukan hal tersebut karena masih banyak yang tanpa mencari kebenaran sebuah informasi langsung saja share di group Whatsapp ataupun postingan Instagram yang akhirnya membuat informasi hoax tersebut semakin tersebar luas. [wkid/theconversation.com, picture:freepik.com]


ARTIKEL TERKAIT