Dua Nikmat Teragung: Pendahuluan Tafsir Al-Kahfi

Tentang Artikel :

Surat Al-Kahfi ini merupakan surat yang sangat sarat dengan pelajaran dan hikmah. Karenanya Rasulullah SAW menganjurkan untuk paling tidak dibaca pada setiap hari Jumat. Mari kita mulai selami makna dan kandungannya. Semoga Allah SWT membantu kita mereguk hikmah dan pelajaran luar biasa di dalamnya. Bismillah.

Dengarkan



WAKOOL.ID- Setiap hari Jumat, umat Muslim dianjurkan untuk membaca surat Al-Kahfi. Hal tersebut tertuang dalam hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan surat Al-Kahfi. "Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, cahaya akan meneraginya di antara dua Jum’at." (HR. Al-Hakim).

Menurut sebagian besar riwayat, Surat Al-Kahfi turun di Mekkah, sehingga termasuk ke dalam kelompok surat Makiyah. Surat ini terdiri atas 110 ayat. Walaupun ada juga riwayat yang mengatakan bahwa surat ini terdiri atas 115 ayat. Walaupun demikian, ini bukan berarti pada riwayat yang berbeda tersebut kalimat ayat-ayatnya berbeda. Namun hanya berbeda pada pemenggalan ayatnya saja. Dan itu biasa terjadi pula pada surat-surat yang lain, mengingat Nabi SAW pada umumnya tidak menyebutkan jumlah ayat dari setiap surat secara spesifik.

Diantara sebab perbedaan pendapat tentang pemenggalan ayat antara lain adalah karena melihat kesesuaian rima dari ayat-ayatnya. Salah satu contohnya misalnya adalah yang terjadi pada Surat al-Muzammil berikut:

 

Dan seterusnya ayat-ayat dalam surat al-Muzammil itu banyak diakhiri dengan لًا, sehingga ada yang berpendapat bahwa ayat pertama surat Al-Muzammil itu adalah sampai pada kata قَلِيۡلًا .. Sehingga pemenggalan ayat yang berbeda ini menyebabkan jumlah ayat dalam Surat al-Muzammil jadi berbeda pula. Tapi redaksi ayat-ayatnya persis sama. Demikianlah diantara sebabnya jika kita mendapati ada keterangan jumlah ayat yang berbeda dari surat-surat yang ada pada al-Qur’an yang kita pegang. Bukan berarti al-Qur’an nya yang berbeda, namun karena sebab-sebab seperti diatas.

Posisi Surat Al-Kahfi Setelah Surat Al-Isra’

Ayat terakhir al isra ada perintah untuk mrngucapkan alhamdulillah.

Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.

Surat Al-Kahfi yang merupakan surat persis setelah Surat Al-Isra ini dimulai dengan lafadz "Alhamdulillah". Subhanallah, demikian serasi dan akurat penempatan urutan surat dan ayat dalam al-Qur’an.

 

Ayat Pertama

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok.

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah. Tidak ada yang berhak mendapatkan pujian atas segala sesuatu kebaikan dan kehebatan yang terjadi, melainkan hanya untuk Allah SWT. Dia “sendiri”, tanpa anak dan sekutu, tidak butuh apa dan siapapun untuk mewujudkan segala sesuatu. Kalimat “Alhamdulillah” yang berbentuk khobar/berita ini juga dapat diartikan sebagai perintah pada kita untuk hanya mengalamatkan pujian untuk Allah SWT atas segala anugerah yang kita dapatkan. Allah SWT sebenarnya tak membutuhkan pujian kita, tapi kita yang butuh untuk memuji Nya. Dengan memuji dan membesarkan Nya seagung-agungnya, maka kita juga akan menjadi terpuji. Tapi pujian kita takkan pernah cukup dan sepadan dengan berbagai nikmat pemberian Allah yang tak terbatas. Nikmat Allah SWT begitu banyaknya hinggak tak mungkin mampu kita hitung.

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗاِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. An-Nahl: 18)

Diantara tak terhitungnya nikmat-nikmat Allah itu, dalam awal surat al-Kahfi ini Allah menyebutkan dua nikmat Nya yang teragung, sebagai wujud kasih sayang Nya yang meliputi segala sesuatu. Kedua nikmat agung tersebut adalah:

1. Nikmat diutusnya Rasulullah SAW, yang di ayat ini disebut dengan hambaNya (abdihi).

Rasulullah SAW cukup disebut dengan “hambaNya”, karena beliaulah makhluq Nya yang paling sempurna dalam mencapai tujuan penciptaannya. Seperti kita ketahui bahwa, Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menghamba/memuja pada Nya (QS. Adz-Dzariyat: 56). Menurut Imam Abdullah al-Haddad ra , orang yang sudah mencapai maqam al-Abd ini adalah maqam tingkatan seseorang yang telah sampai pada maqam Al Washl dan mampu mengendalikan diri karena kekuatan warid dalam menerima Waridat Al Ilahiyyah (anugerah yang datang dari Allah SWT) hingga dalam waktu bersamaan dapat menyaksikan Allah SWT sebagai Al-Maujud Al-Mutlaq, dan dapat pada waktu itu pula dia merasakan dirinya hanya sebagai hamba. Menurut Imam Al-Haddad, maqam Al- ‘Abd merupakan maqam tertinggi bagi seorang salik yang washil karena kala seseorang sampai pada derajat ini, berarti keinginannya telah menyatu dengan keinginan-Nya. Dia tidak lagi menyaksikan adanya wujud yang hakiki kecuali wujud Nya, dan dia telah sampai di penghujung tujuan penciptaan alam ini, termasuk jin dan manusia hanya untuk beribadah (menjadi ‘abd Nya).

Dalam sebuah hadits Qudsy, Allah SWT berfirman:

“Seorang hamba akan mendekatkan diri kapada Ku (Tuhan), hingga aku mencintainya, dan bila aku (Tuhan) mencintainya, menjadilah pendengaran Ku yang digunakan untuk mendengar, penglihatan Ku yang digunakan untuk melihat, tangan Ku yang digunakan untuk bertindak, serta kaki Ku yang digunakan untuk berjalan.” (Hadis Qudsi).

Menurut Prof Quraish Syihab dalam “Membumikan Al-Qur’an", Hamba yang digambarkan dalam hadis di atas, memperoleh hal tersebut karena dia berusaha dan diberi anugerah Allah untuk dapat berhasil meneladani Tuhan di dalam sifat-sifatNya.

Nah, dalam awal surat al-Kahfi ini dan berbagai ayat-ayat al-Qur’an lainnya, Nabi kita SAW diberikan predikat “hamba Nya” secara mutlak, tanpa harus menyebutkan atribut nama untuk menjelaskannya. Seperti ketika Allah menyebutkan nabi-nabi lain seperti abdana dawud, abdana ibrahim, abdana musa, dan lain-lain.

Kedudukan nabi Muhammad SAW yang begitu tinggi tersebut, tentu merupakan karunia yang tak terhingga bagi kita yang mengaku sebagai umat Nya ini. Kita dijadikan Allah sebagai umat Rasulullah, hamba Nya yang paling sempurna. Yang akan menyampaikan pada kita risalah Allah yang akan menjadi penyelamat kita di dunia dan akhirat. Alhamdulillah.

2. Nikmat Kitab yang diturunkan (al-Qur’an)

Nikmat berikutnya yang disebutkan adalah diturunkannya kitab suci al-Qur’an yang dapat dijadikan petunjuk bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Kitab ini begitu sempurna, tidak akan ada sedikitpun celah kekurangan yang terdapat di dalamnya. Kitab ini juga karena merupakan pesan-pesan dari Sang Pencipta, maka pasti paling sesuai dengan fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah mengutus nabi termulia dengan membawa kitab sempurna yang agung. Keduanya berjalan seiring dan sejalan. Al-Qur’an adalah firman Allah dalam bentuk kalimat-kalimat. Sedangkan Rasulullah SAW adalah firman Allah yang hidup di tengah-tengah manusia sebagai perwujudan pengamalan Al-Qur’an yang paling sempurna.

Dalam awal surat Ar-Rahman, Allah SWT juga menyebutkan kedua nikmat agung ini sebagai wujud kasih sayang Allah yang teragung.

Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih),

Yang telah mengajarkan Al-Qur’an,

Yang menciptakan manusia,

dan memberikan penjelasnya (al-Bayan).

Dimana penjelas paling utama adalah Rasulullah SAW. Sesuai pula dengan Surat al-Bayyinah (…..ta’tiyahum al-Bayyinah. Rasulun minaLLah yatlu shuhufan muthahharah, fiiha kutubun qayyimah). Di surat al-Bayyinah ini juga disebutkan Rasulullah lah yang dimaksud dengan penjelas (al-Bayyinah) tersebut. Yang membawa lembaran-lembaran suci (Al-Qur’an), yang didalamnya terdapat petunjuk yang sempurna. Selaras dengan ayat pertama surat al-Kahfi ini. Subhanallah wa alhamdulillah. Semoga pesan-pesan penting dari Surat Al-Kahfi yang luar biasa ini dapat kita lanjutkan dalam tulisan-tulisan selanjutnya. Insya Allah. [wkid/picture:inews]


ARTIKEL TERKAIT