Arti dan Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja (Manpower Planning)

Tentang Artikel :

Perencanaan Tenaga Kerja (Manpower Planning) sangat penting dipelajari oleh seorang Human Resource Development dan jika dilakukan dengan baik dan benar maka produktivitas kerja perusahaan akan menjadi maksimal dan tujuan perusahaan akan mudah tercapai.


Wakool.id - Setiap perusahaan besar maupun kecil, tentunya memiliki tenaga kerja untuk mengerjakan sesuatu yang harus dikerjakan dan merupakan unsur penting dalam bergeraknya perusahaan. Dalam perusahaan profit oriented yang besar, seringkali meramalkan berbagai peluang di masa yang akan datang. Jika peluang ini direalisasikan sehingga menjadi suatu usaha atau bisnis, tentunya  perusahaan akan membutuhkan tenaga kerja untuk mulai mengerjakannya. Tetapi perusahaan perlu memperhatikan sejumlah tenaga kerja untuk memulai dan mengakhiri pekerjaannya dengan tepat waktu. Seorang manajer tentunya menginginkan tenaga kerja yang terampil dan terdidik.

(Tenaga kerja terampil dan terlatih.  Sumber : bisnis.tempo.co)

Menurut KBBI, tenaga kerja merupakan orang yang bekerja atau mengerjakan sesuatu, pekerja, pegawai, atau sebagainya. Menurut Alam (2014), tenaga kerja adalah penduduk dengan usia antara 17 tahun sampai 60 tahun yang bekerja untuk menghasilkan uang sendiri. Dan menurut Hamzah (2014), tenaga kerja adalah tenaga yang bekerja didalam maupun luar hubungan kerja dengan alat produksi utama dalam proses produksi baik fisik maupun pikiran.

Merencanakan tenaga kerja yang diperlukan untuk mengembangkan usaha atau bisnis tentu menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab Human Resource. Maka dari itu, penting bagi semua HR untuk memahami bagaimana manpower planning perencanaan tenaga kerja dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhannya.

Lantas apa yang dimaksud dengan Manpower Planning atau Perencanaan Tenaga Kerja itu?

Berikut pengertian perencanaan tenaga kerja menurut beberapa ahli dari berbagai literatur :

"Manpower planning is the process of analyzing and identifying the availability and need for human resources so that the organization can achieve its goals". ( Robert L. Mathis dn Johon H. Jacson : 2001)

Menurut Robert L. Mathis dn Johon H. Jacson (2001), perencanaan tenaga kerja adalah proses analisis dan identifikasi tersedianya dan kebutuhan akan sumber daya manusia sehingga organisasi tersebut dapat mencapai tujuan.

"Manpower planning is the process of determining manpower needs and means meeting these needs so that their implementation interacts with organizational plans". (Andrew E. Sikula : 2011)

Perencanaan tenaga kerja menurut Andrew E. Sikula adalah proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi dengan renana organisasi.

"Manpower planning is a process that systematically assesses the state of human resources to ensure that the right quantity and quality of skills will be available when they are needed". (Mondy & Noe : 1995)

Menurut Mondy & Noe (1995), Perencanaan tenaga kerja adalah proses yang secara sistematis mengkaji keadaan sumber daya manusia untuk memastikan bahwa jumlah dan kualitas dengan keterampilan yang tepat, akan tersedia pada saat mereka dibutuhkan.

"systematic planning to predict employee needs (demand) and supply (supply) in the future, both in number and type so that the manpower department can properly plan the implementation of recruitment, selection, training, and other activities". (William B. Werther dan keith Davis)

Menurut William B. Werther dan keith Davis, perencanaan tenaga kerja adalah perencanaan yang sistematis untuk meralamlkan kebutuhan pegawai (demand) dan ketersediaan (supply) pada masa yang akan dating, baik jumlah maupun jenisnya sehingga departemen sumber daya manusia, dapat merencanakan pelaksaan rekrutmen, seleksi, pelatihan, dan aktifitas lainnya dengan baik.

 

Jadi secara garis besar perencanaan tenaga kerja merupakan proses guna menjamin kontinuitas ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan, kemampuan serta pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Tujuan dilakukannya perencanaan SDM adalah untuk memastikan kesesuaian antara tenaga kerja dan pekerjaan, baik dari segi jumlah maupun kualitas yang dibutuhkan. Proses ini didasari oleh supply dan demand dalam konteks SDM perusahaan.

Ada beberapa manfaat bagi perusahaan yang melakukan perencanaan SDM, yaitu:

  1. Mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja dengan berbagai kualifikasi di kemudian hari.
  2. Tim HR bisa bekerja secara proaktif dalam menemukan kandidat yang sesuai.
  3. Meraih visi dan misi perusahaan secara lebih optimal.
  4. Dapat memberikan hasil yang optimal pada perusahaan

Jadi pada intinya fungsi dari penyusunan perencanaan tenaga kerja ini yaitu untuk mendapat tenaga kerja ahli yang kompeten untuk mengisi jabatan yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan. 

Perencanaan tenaga kerja juga meliputi sejumlah proses penting seperti perencanaan, perhitungan, dan pengukuran absolute jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk masa yang akan datang. Langkah ini juga merupakan langkah penting untuk menciptakan jumlah tenaga kerja ideal, sehingga di masa yang akan datang tidak terjadi kekurangan atau bahkan kelebihan tenaga kerja. Sayangnya tidak sedikit yang masih beranggapan bahwa perencanaan tenaga kerja merupakan suatu proses administrasi saja. Padahal jika dipahami dengan lebih lanjut, ada banyak manfaat yang akan perusahaan peroleh dengan penyusunan manpower planning yang tepat.

Sekian yang dapat penulis sampaikan perihal arti dan pentingnya Manpowering planning atau perencanaan tenaga kerja dan masih banyak lagi materi tentang ini. Untuk lebih memahami dan mempelajari proses dan tahapan perencaan tenaga kerja, tunggu artikel selanjutnya dan tuliskan komentar Anda mengenai topik apa yang menarik bagi Anda dalam perencanaan tenaga kerja. Terima kasih. Salam literasi.[wkid/]


ARTIKEL TERKAIT