Perencanaan Tenaga Kerja II

Tentang Artikel :

A rtikel ini berisi tentang review materi pertemuan kuliah seputar Perencanaan tenaga kerja yang didalamnya berisi Factor yang Mempengaruhi Perencanaan Tenaga Kerja


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERENCANAAN TENAGA KERJA

WAKOOL.ID - Hai Sahabat, pada artikel ini kita akan membahas tentang faktor yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja. Pada perusahaan yang akan melakukan Manpower Planning, tentunya perlu memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja baik itu diluar organisasi maupun  didalam organisasi itu sendiri. Banyak kendala-kendala yang dihadapi oleh perusahaan ketika terjadi sesuatu perubahan karena perkembangan jaman dan hal yang dilakukan secara sengaja ataupun  tidak disengaja. Perusahaan perlu beradaptasi dengan perubahan dan hal-hal yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja yang akan memberikan berdampak positif maupun negative bagi perusahaan. Berikut beberapa factor yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja.

 

 

A. Faktor Internal

1. Tujuan tujuan  perusahaan

Tujuan perusahaan yang ada dapat mempengaruhi perencanaan tenaga kerja jika tujuan tersebut tidak sesuai dengan hal-hal yang terkait lainnya. Dalam hal ini ada 3 tujuan yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja. Diantaranya :

    - Tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka pendek meliputi jadwal dan anggaran produksi, penghematan  atau relokasi fasilitas.

    - Tujuan Jangka Menengah. Untuk tujuan jangka menengah meliputi produksi yang diharapkan, volume penjualan,

    -Tujuan jangka panjang. Untuk tujuan jangka panjang meliputi rencana bisnis jangka panjang dari perusahaan, demografi, tren teknologi dan sebagainya

PT. MITRA INTI AKURASI

(Gambar visi : sumber : https://www.google.com/mitraintiakurasi.com)

2. Sumber daya keuangan dari perusahaan.
  Keuangan perusahaan sangat berpengaruh pada perencanaan tenaga kerja, karena setiap proses kegiatan perencanaan ini memerlukan anggaran dana dari perusahaan yang cukup besar untuk berbagai keperluan dan kepentingan perencanaan tenaga kerja   serta sebagai sebagai bahan pertimbangan di dalam perencanaaan, seperti jumlah  karyawan yang dibutuhkan, kualitas apa yang dibutuhkan juga punya  hubungan dengan pendanaan dari perusahaan untuk gaji, asuransi, kompensasi insentif dan sebagainya

Training Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan |  Training dan Pelatihan SDM Profesional

(Gambar keuangan perusahaan. Sumber : https://gamasemesta.com)

3. Struktur organisasi dari perusahaan.

Jika struktur organisasi dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan dan tujuan perusahaan dan tidak memenuhi kinerja produktivitas kerja maka akan sangat berpengaruh terhadap perencanaan tenaga kerja dan dapat dilakukan proses pembuatan atau restruktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan

4. Perusahaan baru.

Perusahaan yang baru tentunya memerlukan tenaga kerja baru. Karena diartikel sebelumnya sudah dibahas bahwa bukan perusahaan jika tidak ada tenaga kerjanya. Dan karena masih perusahaan yang baru merintis maka perusahaan masih belum efektif  dalam perencanaan sumber daya nya karena dalam perencanaan kualitas  dan validitas data yang digunakan sangat mempengaruhi dari hasil  perencanaan.

5. Faktor angkatan kerja termasuk pensiun, kematian, kemangkiran,  pengunduran diri.

Faktor angkatan kerja memang sangat berpengaruh terhadap perencanaan tenaga kerja karena ini berhubungan dengan produktivitas dan kinerja perusahaan. Apabila  angkatan kerja mayoritas sudah masuk usia pensiun maka tentu produktivitas  perusahaan akan menurun, apabila banyak dari angkatan kerja yang  mengundurkan diri maka perusahaan akan kesulitan dalam meningkatkan  kulitas sumber daya manusia nya karena keterampilan yang diajarkan tidak  menyebar karena pengunduran diri dari karyawan.

Contoh kasus

Pada perusahaan Tekstil handuk yang berdiri sejak tahun 1984. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 650 karyawan dan telah merekrut  ratusan karyawan baik itu diposisi operator mesin, mekanik, staff sampai ke level manager. Perusahaan tersebut memproduksi handuk dengan mesin yang manual dan harus dioperasikan oleh tenaga kerja. Beberapa tahun ke depan perusahaan dirasa masih bisa  mengikuti pasar dengan skala produksi yang cukup dapat memenuhi  kebutuhan pasar terkhusus handuk

Namun karena pada tahun 2021 telah memasuki era digitalisasi dan globalisasi, banyak dari angkatan kerja yang  direkrut pada tahun 1984 sudah banyak yang memasuki masa pensiun.  Dimana produktivitas mereka juga sudah menurun, beban asuransi  perusahaan juga naik karena usia angkatan kerja banyak yang sudah  usia pensiun,

Maka yang harus dilakukan oleh perusahaan tekstile handuk tersebut perlu merencanakan untuk mensubtitusi para pegawai yang  sudah memasuki masa pensiun dengan pegawai baru yang lebih produktif dan mengikuti perkembangan jaman. Dengan melakukan implementasi dari perencanaan tersebut  diharapkan produktivitas dari perusahaan juga ikut naik. Sehingga  perusahaan masih dapat memenuhi kebutuhan pasar handuk.

B. Faktor Eksternal

Selain faktor dari dalam perusahaan (internal), selanjutnya ada faktor eksternal atau diluar lingkungan perusahaan yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja yang dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi perusahaan. Diantaranya sebagai berikut

1. Teknologi,

Pada era digitalisasi dan globalisasi, teknologi ini sangat berkaitan dengan jaman ini. Teknologi selalu mengiringi perubahan jaman dimulai dari mesin yang masih digerakan oleh manusia sampai sekarang mesin diatur oleh program atau robot sehingga peran manusia akan lebih sedikit ikut andil dalam proses proses produksi

Inovasi Berbasis Teknologi, Seberapa Penting? – Amanat.id

(Gambar teknologi. Sumber : https://amanat.id/)

2. Politik   

Kebijakan dari pemerintah sangat berpengaruh terhadap perencanaan tenaga kerja karena perusahaan mau tidak mau harus mengikuti kebijakan dari pemerintah karena jika tidak maka perusahaan tersebut akan mendapat efek negative dari keputusannya.

   - Politik yang menaungi lingkungan dari perusahaan tersebut

     Contoh penggunaan tenaga kerja asing, pajak, belanja negara dan sebagainya

   - Politik yang menaungi lingkungan dari perusahaan tersebut

     Contoh penggunaan tenaga kerja asing, pajak, belanja negara dan sebagainya

Parlementaria Terkini - Dewan Perwakilan Rakyat

(Gambar pemerintah menguluarkan kebijakan omnibuslaw. Sumber : https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/27685/t/DPR+Terima+Draf+%E2%80%98Omnibus+Law%E2%80%99+Ciptaker+dari+Pemerintah)

3. Geografis

Letak geografis juga sangat berpengaruh terhadap perencanaan tenaga kerja. Jika letaknya strategis maka perencanaan akan dipermudah. Akan tetapi jika letaknya terpencil maka akan sulit dan akan berpengaruh terhadap proses perencanaan tenaga kerja. Sebagai contoh :

Perusahaan sepatu yang berkantor pusat di Bandung ingin membuka cabang di Kalimantan. Maka kendala yang dihadapi ketika merekrut karyawan itu akan sulit ketika merekrut karyawan disekitar papua dan membawa karyawan dari Bandung. Ini memerlukan perencanaan sebelumnya seperti melakukan program pelatihan atau memberikan insentif atau bonus

4. Budaya

Tradisi atau budaya di lingkungan perusahaan itu berdiri berpengaruh terhadap perencanaan tenaga kerja. Sebagai contoh, perusahaan dari jepang ingin merekrut tenaga kerja dari Indonesia. Maka kendala yang akan dihadapi seperti budaya di Jepang itu berbeda dengan di Indonesia. Tenaga kerja di Indonesia perlu beradaptasi dan pihak HR di perusahaan Jepang perlu memilih tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dan menyesuaikan dengan budaya yang berbeda

Mengenal Macam Macam Budaya di Indonesia dan Contohnya

(Gambar budaya di Indonesia. Sumber : https://keluhkesah.com/mengenal-macam-macam-budaya-di-indonesia/)

Contoh kasus

Pada perusahaan Tekstil handuk yang berdiri sejak tahun 1984. Perusahaan tersebut memiliki lebih dari 650 karyawan dan telah merekrut  ratusan karyawan baik itu diposisi operator mesin, mekanik, staff sampai ke level manager. Perusahaan tersebut memproduksi handuk dengan mesin yang manual dan harus dioperasikan oleh tenaga kerja. Beberapa tahun ke depan perusahaan dirasa masih bisa  mengikuti pasar dengan skala produksi yang cukup dapat memenuhi  kebutuhan pasar terkhusus handuk

Namun karena pada tahun 2021 pemerintah mencanangkan perubahan  dari mesin tenun tradisional ke mesin otomatis yang modern. Sehingga menuntut  perusahaan untuk menambah lini mesin mesin baru dengan teknologi  baru untuk memproduksi handuk. Karena banyak dari karyawan  hanya mahir menggunakan mesin mesin lama tradisional, maka apa yang harus  dilakukan perusahaan tekstil tersebut?

Maka perusahaan tekstil handuk tersebut harus membuat perencanaan untuk menambah karyawan  dengan skill baru untuk mengoperasikan mesin mesin baru yang lebih  advance. Sehingaa perusahaan masih dapat bertahan untuk mengikuti  aturan pemerintah mengenai perubahan dari mesin tradisional menjadi mesin modern

 

Demikianlah materi seputar Faktor yang mempengaruhi perencanaan tenaga kerja. Semoga bermanfaat dan  sahabat dapat memahami materi tersebut. terima kasih [wkid/]

 


ARTIKEL TERKAIT