Asal-Usul dan Betapa Pentingnya Perencanaan Tenaga Kerja

Tentang Artikel :

Ketika kita memikirkan sebuah basics dari Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resources Management), kami ingin merekrut dengan baik dan mendapatkan orang yang tepat, kami ingin mengelola mereka dengan baik dan menghadiahi mereka atas pencapaiannya. Kamipun juga ingin mengembangkan potensi mereka. Jika kita berbicara tentang kinerja salah satu hal yang akan keluar adalah manajemen kinerja yang dimana orang perlu tumbuh dan kita perlu memberi orang itu kesempatan untuk belajar dan untuk dilatih agar tumbuh dalam menjaga dengan apa yang harus mereka lakukan.


WAKOOL.ID - Sejarah manajemen adalah sebuah perkembangan dan bertumbuhnya manajemen tersebut hingga kita semua dapat menjadikan diri kita dengan cara belajar berbagai keahilan yang akan diperlukan pada masa yang akan datang yang berdasar pada konsep manajemen itu sendiri. Kegiatan pada manajemen sumber daya manusia yang bersifat klerikal hingga pada fungsi yang sangat strategis dalam pengembangan rencana strategi pada sebuah organisasi yang merupakan peranan serta perkembangan fungsi manajemen sumber daya manusia itu sendiri. Sekitar abad 20 terdapat 2 peristiwa yang sangat penting dalam ilmu manajemen. Pada tahun sekitar 1776 peristiwa pertama terjadi ketika sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation yang diterbitkan oleh Smith. Pada buku tersebut, Smith mengemukakan bahwa:

“Adanya keunggulan ekonomis yang diperoleh dari organisasi dari pembagian kerja, yang merupakan perincian pekerjaan ke dalam tugas yang sangat spesifik dan berulang.” (Masram & Mu’ah, 2015)

https://www.cnnindonesia.com (Foto: iStockphoto/ilbusca)

(Sumber : https://www.cnnindonesia/com (Foto: iStockphoto/ilbusca))

Revolusi industri di Inggris merupakan salah satu tanda betapa penting dan diperlukannya manajemen sumber daya manusia yang telah ditorehkan dalam berbagai literasi sejarah. Adanya dampak dari revolusi industri merubah proses pengelolaan sumber daya manusia yang berkembang jauh dari sebelumnya dan juga adanya perubahan dari sektor produksi. Industri pada pabrik peniti yang kita gunakan sebagai contoh, ada kurang lebih 48.000 peniti dapat dihasilkan dari 10 orang dalam sebuah perusahaan dalam waktu sehari. Jika kita tarik masalah ini menjadi masalah individual, dimana setiap orang dikatakan hebat jika bekerja secara sendiri dan hanya mampu menyelesaikan setiap pekerjaannya dan menghasilkan 10 peniti selama sehari. Maka penggunaan tenaga secara masal seperti ini yang akan dijadikan opsi terbaik dibandingkan bekerja secara sendiri dan akan menjadikan pemilik perusahaan mulai memikirkan bagaimana sistem penggajian, penempatan, kesejahteraan serta perlakuan terhadap seluruh karyawannya.

Smith menyimpulkan bahwa, meningkatnya produktivitas berbanding lurus dengan pembagian tugas pekerjaan serta dapat pula meningkatkan keterampilan dan kecekatan setiap karyawan, efisiensi waktu serta dapat menciptakan sebuah penemuan-penemuan baru dalam proses efisiensi tenaga kerja.

Pada abad ke-18 yang menjadikan masyarakat baru yang lebih kompleks sebagai dasar adanya pergantian tenaga manusia menjadi tenaga uap dan tenaga mesin yang menjadi cara kerja revolusi industri itu sendiri. Peristiwa ini mengakibatkan kepada kondisi para pekerja, hubungan sosial para pekerja, dan pembagian tugas kerja yang berubah secara signifikan. Dari revolusi industri ini pula melahirkan perubahan baru yaitu lahirnya departemen personalia dalam sebuah perusahan atas campur tangan pemerintah atas perubahan teknologi, organisasi, dan serikat pekerja. Dari hal ini, perusahaan mengharapkan bahwa seorang manajer sumber daya manusia dapat menjadikan peranannya dalam menentukan serta meningkatkan keahlian serta kecakapan para pekerja berimbang dengan keuntungan perusahaan. Sehingga pada peranan seorang manajer berubah menjadi sumber keuntungan (profit center) yang sebelumnya ialah sumber biaya (cost center).

Dalam perkembangan manajemen sumber daya manusia memiliki sejarah dari dua tokoh besar yang dijuluki sebagai bapak manajemen yaitu Federick W. Taylor & Henry Fayol. Kedua tokoh ini merupakan pelopor dari manajemen yang saling mengisi. Taylor dapat menganalisis gerakan manajemen sebagai gerakan upaya meningkatkan efesiensi serta produktivitas, sedangkan Fayol melihat bahwa adanya perbaikan kemampuan dalam memecahkan sebuah masalah yang berkaitan dengan manajerial.

Human resource management is defined as a strategic and coherent approach to the management of an organization’s most valued assets the people working there who individually and collectively contribute to the achievement of its objectives.” (Armstrong, 2006)

Pengertian yang dikemukakan oleh Armstrong dapat diartikan bahwa sumber daya manusia dikategorikan sebagai pendekatan strategis serta koheren dalam sistem pengelolaan berbagai macam aset organisasi yang paling bernilai, yaitu setiap pekerja yang baik individu ataupun bersama-sama yang berkontribusi pada pencpaian tujuan organisasi.

Schuler dkk. menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia dalam rumusan sebagai berikut:

Human Resource Management (HRM) is the recognition of the importance of an organization’s workforce as vital human resources contributing to the goals of the organization, and the utilisation of several functions and activities to ensure that they are used effectively and fairly for the benefit of the individual, the organization, and society.” (Priyono, 2010)

Pengertian di atas menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia (MSDM) adalah pengakuan bagaimana pentingnya tenaga kerja organisasi sebagai sumber daya yang mempunyai kontribusi bagi tujuan organisasi tersebut, dalam pengelolaan dan penggunaannya dapat dipastikan bahwa sumber daya manusia tersebut dapat dikelola secara efektif dan adil untuk kepentingan individu, organisasi maupun masyarakat. Sebuah organisasi dalam mewujudkan eksistensinya dalam rangka mencapai tujuan memerlukan perencanaan sumber daya manusia yang efektif.

“Tanpa didukung pegawai/karyawan yang sesuai baik segi kuantitatif, kualitatif, strategi dan operasionalnya, maka organisasi atau perusahaan itu tidak akan mampu mempertahankan keberadaannya, mengembangkan dan memajukan dimasa yang akan datang.” (Riva’i, 2004:35)

“Dari era globalisasi (revolusi industri) itulah menyebabkan lingkungan organisasi menjadi bersifat dinamis dan menciptakan situasi kompetitif. Persaingan antar organisasi kini tidak hanya melibatkan persaingan bukti fisik ataupun bukti modal melainkan persaingan atas personel atau sumber daya manusa yang dimiliki.” (Syamsul, 2008)

https://dorksdelivered.com.au

(Sumber : https://dorksdelivered.com.au)

Karyawan adalah asset berharga dari sebuah perusahaan, sehingga dibutuhan perencanaan tenaga kerja untuk mengoptimalan penggunaan asset ini agar menjadi lebih efektif. Perencanaan Tenaga Kerja (Manpower Planning) adalah proses memperkirakan jumlah optimal orang yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, tugas atau tujuan dalam waktu tertentu.  Perencanaan tenaga kerja mencakup parameter seperti jumlah personil, berbagai jenis keterampilan, jangka waktu dll. Ini adalah proses berkesinambungan untuk memastikan bahwa bisnis memiliki sumber daya yang dioptimalkan dengan mempertimbangkan proyek mendatang. Hal ini juga disebut sebagai Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human Resource Planning).

Perencanaan tenaga kerja juga mencakup seperti bagaimana dan kapan karyawan baru akan diperoleh. Seluruh proses ini dilakukan dengan tetap memperhatikan tujuan organisasi, prediksi masa depan untuk bisnis dan perubahan tren teknologi. Ini membantu organisasi mempersiapkan keberlangsungan bisnis di masa depan dengan tenaga kerja yang tepat yang dimiliki. Perencanaan tenaga kerja merupakan persyaratan penting untuk bentuk bisnis apa pun. Hal ini tentunya sangat membantu perusahaan untuk mempersiapkan karyawan dengan keterampilan sesuai yang diharapkan perusahaan. Dengan kebutuhan bisnis yang terus berubah, kemajuan teknologi, keterampilan dan pengetahuan karyawan cenderung kudet alias kurang update selama jangka waktu tertentu. Jika sebuah perusahaan gagal untuk mempersiapkan, hal tersebut menjadi masalah di masa mendatang dan dapat merusak business model perusahaan. Oleh karena itu, persiapan perencanaan tenaga kerja (Manpower Planning) yang tepat akan membantu pertumbuhan bisnis perusahaan.

Salah satu kunci utama dalam membuat Human Resource Planning terletak pada proses rekrutmen, seleksi, training and development calon tenaga kerja, serta pengaturan kebijakan upah tenaga kerja. Namun mencari tenaga kerja yang profesionnal dan berkualitas tidaklah mudah. Merupakan sebuah kewajiban dalam organisasi atau perusahaan untuk melakukan penyaringan anggota atau para pekerja baru. Dan rekrutmen menjadi salah satu proses terpenting dalam menentukan baik atau tidanya pelamar yang akan melamar sebagai upaya mengembangkan aktivitas para pekerja dalam mencapai tujuan ogranisasi. Terimakasih. [wkid/]


ARTIKEL TERKAIT