Penggunaan Perencanaan Tenaga Kerja Positif dan Negatif pada Perusahaan

Tentang Artikel :

Artikel ini berisi tentang contoh 2 kasus perusahaan yang melakukan penggunaan tenaga kerja dengan positif dan negatif


 

A. Contoh Kasus Positif Pada Perusahaan PT XYZ

HappyEmployees-800x515 - More Floods | Lenexa Ks | Water Damage Restoration  Marketing

WAKOOL.ID - Perusahaan PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industry tekstil yang didirikan pada tahun 1987 dan sempat menjadi produsen tekstil handuk terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini memiliki 750 karyawan yang ditempatkan di berbagai bagian di perusahaan dengan berbagai posisi baik itu diposisi operator mesin, mekanik, staff sampai ke level manager. Pada saat ini perusahaan telah mengoperasikan 4 pabrik dan handuk printing yang telah dimutakhirkan untuk produksi berbagai corak jenis. Perusahaan  terus  berusaha  mengurangi  biaya  produksi serta  menjamin  kelancaran  pasokan  bahan  baku  untuk produksinya  melalui  strategi  integrasi  vertikal  yang dilakukan  dengan  cara  mengakuisisi  aset-aset  yang memproduksi  bahan  baku  utama  yang  dibutuhkan Perusahaan  dalam  proses  produksinya.

Namun karena pada tahun 2021, perkembangan teknologi mempengaruhi segala sektor kehidupan termasuk perusahaan maka terjadi perubahan kebiasan dari yang mulanya tradisional menjadi modern. Seperti diperusahaan dari mesin tenun tradisional ke mesin otomatis yang modern. Di perusahaan, teknologi ini sangat berkaitan dengan jaman ini. Teknologi selalu mengiringi perubahan jaman dimulai dari mesin yang masih digerakan oleh manusia sampai sekarang mesin diatur oleh program atau robot sehingga peran manusia akan lebih sedikit ikut andil dalam proses proses produksi. Sehingga menuntut  perusahaan untuk menambah lini mesin mesin baru dengan teknologi  baru untuk memproduksi handuk. Karena banyak dari karyawan  hanya mahir menggunakan mesin mesin lama tradisional,

Maka PT XYZ tersebut harus membuat perencanaan untuk menambah karyawan  dengan skill baru untuk mengoperasikan mesin mesin baru yang lebih  advance. Sehingga perusahaan masih dapat bertahan untuk mengikuti  aturan pemerintah mengenai perubahan dari mesin tradisional menjadi mesin modern.

 

B. Contoh Kasus Negatif Perusahaan PT Kenyang Sejati

How to Let Down an Employee Who Isn't Ready for a Promotion | Inc.com

PT. Kenyang Sejati adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis makanan dan minuman dalam kemasan. Awalnya perusahaan yang berdiri pada 1997 ini bernama PT. Lapar Sentosa. Kemudian diubah menjadi Kenyang Sejati pada 1998. Kemudian di tahun selanjutnya perusahaan ini mengakuisisi perusahaan PT BBK yang memperoduksi bahan baku.

Kenyang Sejati terus melakukan perluasan usaha dengan mengakuisisi 80 persen saham perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan, pertanian agribisnis dan distribusi. Di tahun 2011 perusahaan mempunyai visi menjadi solusi makanan seluruh perusahaan.

Agar tetap sukses, perusahaan ini memegang nilai disiplin. Perusahaan menjalankan bisnis dengan integritas, memperlakukan stakeholder dengan hormat dan bersatu untuk berjuang menjadi unggul dengan inovasi yang berkelanjutan. Produk Indofood terkenal dan sangat digemari oleh seluruh masyarakat local dan dunia.

Pada tahun 2021, pemerintah mengeluarkan kebijakan tentang UU CILAKA, OMNIBUSLAW yang isinya sebagai berikut : https://cdn.idntimes.com/content-documents/salinan-uu-nomor-11-tahun-2020.pdf

Dari kebijakan pemerintah itu, serikat buruh indonesia menganggap ada beberapa pasal RUU Cipta Kerja yang merugikan pekerja. Isi Omnibus Law Cipta Kerja dianggap merugikan karena menghapus ketentuan upah minimum di kabupaten/kota, dan juga dapat menurunkan pesangon. Selain itu point yang berdampak negative adalah sebagai berikut :

  1. Terkait upah minimum
  2. Memangkas pesangon
  3. Penghapusan izin atau cuti khusus
  4. Outsourcing semakin tidak jelas
  5. Memberikan ruang bagi pengusaha mengontrak seorang pekerja tanpa batas waktu

Pada perusahaan PT Kenyang sejati, terdapat oknum yang memanfaatkan situasi ini, dengan merencanakan tenaga kerja agar mendapatkan keuntungan pribadi dengan uang ‘nyogok’ untuk masuk bekerja ke perusahaan tersebut. Dan ada juga  yang menggunakan system outsourching yang menyebabkan tenaga kerja tidak mendapat keadilan.  [wkid/]


ARTIKEL TERKAIT