Islam Dan Patriarki

Tentang Artikel :

Bagaimana pandangan islam terhadap patriarki? Bertolak belakang atau sebaliknya?


WAKOOL.ID-- Sebenarnya apakah benar islam itu patriarki? Untuk menjawab pertanyaan itu mari kita cari tahu terlebih dahulu apa itu Patriarki.

 

Menurut Wikipedia, Patriarki adalah sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti.

jadi, jika membahas isu patriarki maka sudah termasuk juga isu kesetaraan gender. Karna yang di tuntut dari isu patriarki ini adalah adanya kesetaraan bagi wanita. Dimana wanita memiliki kesempatan yang sama dalam berkarir, menempuh pendidikan, mencapai cita-cita nya sama seperti laki-laki.

 

Lalu, bagaimana pandangan islam mengenai patriarki?

 

Sebenarnya islam bertolak belakang dengan patriarki dan islam sangat mendukung adanya kesetaraan gender. 

Jika di lihat dari jejak sejarah, sebenarnya islam sudah menjawab isu patriarki ini sejak zaman dahulu bahkan sebelum isu ini menjadi topik yang hangat dibicarakan di berbagai forum diskusi. 

 

Bukti pertamamungkin banyak dari kita yang sudah mendengar cerita ini. Ingat kisah kaum Quraish yang sebelum Nabi Muhammad SAW lahir mereka para kaum Quraish membunuh bayi perempuan karena dianggap perempuan itu lemah dan nantinya tidak akan bisa ikut berperang namun sejak adanya islam hadir islam sangat memuliakan perempuan? 

 Jika ingat,cerita tersebut bisa dijadikan alasan bahwa sebenarnya isu patriarki ini sudah di jawab oleh agama Islam sejak lama.

 Kaum Quraish pada masa sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW memiliki kebiasaan membunuh bayi perempuan yang baru lahir. tetapi,kebiasaan ini hilang semenjak adanya islam dan Nabi Muhammad SAW ada di tengah kaum Quraish. 

Bisa di bayangkan bukan bagaimana jika kebiasaan tersebut masih berlangsung hingga sekarang? Mungkin populasi wanita di dunia dan angka kelahiran juga akan sangat sedikit.

 

Bukti kedua, istri dari Nabi Muhammad SAW yaitu Siti Khadijah adalah seorang bussiness woman. bahkan beliau ikut memperjuangkan hartanya demi dakwah kemajuan islam pada masa tersebut. Selain Siti Khadijah ada pula Siti Aisyah yang juga merupakan istri dari Nabi Muhammad SAW yang ikut berdakwah menyebarkan agama islam.bahkan beliau meriwayatkan hadist yang apabila hadist tersebut diriwayatkan oleh Aisyah termasuk hadist yang shahih.

Sebenarnya jika di gali lebih dalam lagi sejarah islam banyak sekali syahidah dan keikutsertaan wanita dalam dakwah islam yang jarang sekali dibahas. 

 

Bukti ketiga, Allah Telah menurunkan ayat dalam kitab-NYA yaitu Al Qur'an yang membahas tentang kesetaraan gender bahwa laki-laki dan perempuan itu sama tidak menyebutkan laki-laki lebih mulia dari perempuan ataupun sebaliknya. Yang ada Allah SWT menyebutkan dalam Al Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13 yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa baik itu dari perempuan maupun dari laki-laki. 

 

Salah besar jika islam dibilang patriarki atau dalam islam tidak ada kesetaraan gender. Dalam agama Islam sendiri tidak ada yang namanya patriarki. Islam sangat mendukung adanya kesetaraan gender. Hanya saja dalam islam mengenal adanya aturan batas-batas dalam kesetaraan gender. kapan perempuan memiliki kesetaraan dengan laki-laki dan kapan juga laki-laki memang di berikan kesempatan lebih tinggi derajatnya dari perempuan. 

 

Contohnya, setinggi apapun jabatan seorang perempuan tetap ia harus menghormati suaminya sebagai kepala keluarga. Diluar pandangan agama juga laki-laki mempunyai jabatan sebagai kepala keluarga yang artinya sebagai seorang istri dan perempuan harus menghormati suaminya. 

  

"Perempuan jangan sekolah tinggi-tinggi nanti dia melawan suaminya" perkataan seperti ini mungkin banyak sekali terdengar di lingkungan kita bukan? 

 

Sebenarnya, ini dikembalikan lagi pada pribadi masing-masing. Bukankah jika perempuan yang memiliki ilmu bahkan memiliki ilmu agama yang cukup luas akan lebih menghormati dan menghargai suaminya? Apalagi dalam ilmu agama khusus nya islam diajarkan untuk seperti itu bukan, selama dalam kebaikan seorang istri wajib menghormati suaminya. Bahkan jarang kita dengar seorang perempuan yang shalihah melawan suaminya selama itu bukan maksiat bukan?

 

Jika alasan tersebut dijadikan alasan seorang perempuan tidak boleh menuntut ilmu setinggi mungkin itu adalah kesalahan yang sangat besar. karena ada pepatah yang menyebutkan bahwa majunya negara dilihat bagaimana kualitas wanitanya bukan?

 

Pepatah tersebut juga bisa dibilang benar karena wanita atau perempuan adalah sekolah pertama bagi anaknya. Seorang ibu yang cerdas akan melahirkan anak yang cerdas juga yang nantinya kan membentuk kualitas generasi yang cerdas. 

 

Tetapi bukan berarti yang tidak mampu sekolah tidak bisa menghasilkan generasi yang cerdas, Bukan seperti itu. Di era seperti sekarang tidak ada yang tidak bisa. Bahkan ilmu pengetahuan bisa di akses dengan mudah melalui platform digital yang ada. Hanya saja itu tidak ada artinya tanpa ada kemauan dan semangat belajar yang tinggi. 

 

Jadi, di dalam islam tidak ada patriarki dan islam menjunjung tinggi kesetaraan gender hanya saja terdapat aturan yang mengatur kesetaraan gender tersebut.[wkid/]


ARTIKEL TERKAIT