Mental Health Dalam Presfektif Islam

Tentang Artikel :

Bagaimana pandangan islam terhadap mental health?


WAKOOL. ID-- Agama Islam bisa dikatakan sebagai agama yang fungsional, dimana di dalam agama Islam mengatur segala aspek kehidupan dan juga permasalahan yang ada di dunia saaat ini. Baik itu ekonomi, politik, pendidikan dan juga masalah kesehatan. Termasuk masalah Kesehatan mental atau yang biasa disebut mental health.

 

Sebenarnya jika dicermati lebih dalam lagi banyak urusan beribadatan dengan Allah yang akarnya merupakan  dari jiwa kita. Bukan hanya masalah ibadah secara fisik namun juga masalah hati. Contohnya banyak sekali di dalam Al-Qur’an dan kajian Islam yang membahas tazqiatunnafs yang memiliki makna “pensucian jiwa atau nafs” yaitu pensucian jiwa dari sifat-sifat tercela dan menghiasi jiwa dengan akhlaq terpuji. Di dalam Al-Qur’an pun banyak sekali perintah Allah yang menekankan aspek psikis seperti Allah memerintahkan kita untuk bersabar, bersyukur dan tawakkal. Bahkan menurut Fakhruddin Faiz, konsep dasar self-healing dalam islam adalah mengembalikan state of affair jiwa kita kepada fitrahnya. Yaitu fitrah bertauhid, yang dimana tauhid menjadi konsep  dasar dari kesehatan mental.

 

Meskipun demikian, bukan berarti jika seseorang memiliki keimanan yang bagus bisa terbebas dari  sakit secara psikis. Tak  bisa di pungkiri bahwa kita sebagai hamba Allah, terkadang Allah menguji kita dengan diberikan sakit. Allah bukan hanya menguji kita  dengan memberikan sakit secara fisik tetapi Allah dapat menguji kita dengan sakit secara psikis. 

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikan kabar gembira kepada orang-orang sabar” (QS Al Baqarah: 155)

 

Jadi,penyebab adanya penyakit psikis ada pada seseorang bukan karena keimanan pada diri orang tersebut kurang, melainkan ada banyak faktor yang mempengaruhi seperti pola asuh, kemampuan individu dalam menyelesaikan masalah, masa lalu, perbedaan kondisi otak, genetis dan masih banyak lagi. Keimanan merupakan satu dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi.

 

Tetapi kenyataannya, stigma tersebut banyak sekali di temukan di kehidupan kita yang menjadikan banyak sekali yang menyepelekan  Kesehatan mental. Pada akhirnya bayak sekali respon buruk terhadap penyakit psikis ini Padahal menurut WHO sehat bukan hanya kondisi terbebas dari penyakit fisik namun juga keadaan yang terintegrasi antara Kesehatan fisik, Kesehatan psikis dan Kesejahteraan sosial. Jadi seseorang bisa di  katakan sehat apabila ia memiliki keseimbangan aspek fisik dan juga jiwanya.

 

Oleh karena itu penting sekali bagi seorang muslim peduli dan memiliki empati yang besar terhadap Kesehatan metal. Kerena di Indonesia sendiri mayoritas penduduk beragama Islam sehingga untuk meyelesaikan stigma tentang penyakit mental ini dimulai dari diri kita sendiri seorang muslim. [wkid/ditulis berdasarkan materi kajian online dengan tema "Mental Health Dalam Presfektif Islam"]


ARTIKEL TERKAIT