Pentingnya Menjadi Manusia Berilmu dan Beriman

Tentang Artikel :

Bagaimana jadinya jika manusia hanya memiliki ilmu tanpa di dasari iman?


Pentingnya Menjadi Manusia Berilmu dan Beriman

 

WAKOOL.ID - Jika melihat media sosial kini sudah tak asing dengan pemberitaan pelecehan seksual yang dialami perempuan dari kalangan anak anak hingga mahasiswa. Kejahatan seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja apalagi dalam kurun waktu yang sangat lama karena bisa menimbulkan ketakutan dan trauma bagi korban terkhusus perempuan lain diluar sana. Moral rusak seperti ini tentu tidak terlepas dari yang namanya pendidikan beragama dan juga lingkungan pergaulan.

Sedih rasanya ketika mendengar kabar yang beredar baru-baru ini tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pemilik pesantren Herry Wirawan yang mungkin kita pandang sebagai orang yang berilmu, memiliki pengetahuan agama yang baik, dan seseorang yang memiliki figur religius. Tapi hal itu ternyata tidak cukup meyakinkan masyarakat akan kasus terjadinya pelecehan, semuanya di tepis habis.

Lain hal berita tentang kasus pelecehan seksual yang terjadi dengan korban ialah seorang mahasiswa di beberapa Universitas terkemuka di Indonesia dan masih banyak lagi Universitas yang mungkin saja belum ter publish kejahatan didalamnya.

Kejahatan seperti ini terjadi karena kesadaran beragama yang tidak ada, tidak memiliki perasaan takut kepada Allah hingga berani melakukan sesuatu yang Allah larang. Sebenarnya apa yang salah? Pendidikan agama islam yang kurang dalam pembelajaran di sekolah? atau karena lingkungan pergaulan yang mendukung untuk selalu berbuat maksiat? atau nafsu yang tidak bisa dikendalikan???

Kesadaran berislam dan merasa memiliki kewajiban untuk taat kepada Allah adalah pondasi utama yang menurut saya harus dimiliki setiap orang. Paham akan teori agama islam mulai dari ilmu kalam hingga ilmu fiqih, tapi jika hanya sekedar paham tanpa pengaplikasian maka untuk apa?

 

Sebuah kasus pelecehan juga menimpa anak dibawah umur. Salah satu kasus yang menarik perhatian banyak pihak yakni dugaan pemerkosaan dan pencabulan dua bocah perempuan di Padang, Sumatera Barat, oleh tujuh (7) pelaku yang merupakan keluarga dekat dan tetangga.

BBC Indonesia menyatakan bahwa:

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, mengatakan polisi telah menangkap lima (5) orang. Adapun dua lainnya, yaitu tetangga dan paman korban, masih buron.

"Sampai hari ini, kami sudah mengamankan lima orang pelaku, yaitu kakek korban DJ (65), paman korban AO (23), kakak korban RM (11), GA (9) dan AD (16)," ujar Kompol Rico Fernanda seperti yang dilaporkan wartawan Helbert Chaniago kepada BBC News Indonesia, Kamis (18/11).

Dari lima pelaku yang ditangkap, polisi baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Tiga orang itu adalah DJ, AO dan AD.

"Untuk dua pelaku lainnya, kami masih berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial dan Bapas. Karena mengingat mereka masih anak-anak di bawah 12 tahun," lanjutnya.

 

Pasti tidak sedikit orang berpikir kalau tempat pulang, tempat beristirahat, tempat mencari perlindungan adalah rumah, keluarga, dan orangtua. Lalu bagaimana pendapat kalian tentang kasus yang ternyata pelaku pelecehan seksual tersebut adalah dari keluarga sendiri?

Kita berpandangan keluarga merupakan tempat belajar yang di dalamnya terdapat sosok pendidik juga pendidikan yang pasti semua orang mendapatkannya, pernyataan tentang ‘keluarga adalah pendidikan pertama’ tentu sangat setuju, tapi kasus yang beredar membuat suatu anggapan mungkin ya kita bisa mendapatkan pendidikan dalam keluarga, tapi pendidikan yang positif atau negatif adalah suatu pilihan yang bisa di konsepkan.

Sangat tidak habis pikir ada manusia yang begitu jauh dari kata manusia, pendidikan memanusiakan manusia rasanya perlu di pelajari oleh semua kalangan. Bagaimana bertindak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an.

 

Selain itu Sex education dalam ranah Pendidikan Agama Islam sangat diperlukan untuk mengarahkan anak muda zaman sekarang agar memahami tujuan sex sebenarnya itu apa, apakah hanya sekedar pelampiasan hawa nafsu atau yang lainnya?

Pembentukan moral yang baik dan lingkungan bergaul juga perlu diperhatikan, seperti yang tercantum dalam Hadist :

 

Dalam sebuah hadist Rasulullah saw bersabda, "Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang saleh dan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Imam Bukhari).

 

Hadist di atas bukan bermakna menyinggung suatu profesi. Akan tetapi hadist di atas hanyalah perumpamaan bahwa lingkungan pergaulan seseorang bisa mempengaruhi kehidupannya.

 

Hal yang harus di atasi untuk kedepannya terkait kasus pelecehan seksual adalah pembentukan pribadi seseorang dari faktor keluarganya terlebih dahulu. Karena kepribadian akan terbentuk sesuai dengan didikan keluarga nya. Selain itu pendidikan beragama sangat di perlukan, INGAT bukan hanya sekedar paham teori tapi juga harus mengimani dan mengaplikasikan nya dalam kehidupan. karena banyak kasus orang yang memiliki ilmu luas tapi keimanan yang dangkal, jika hal itu terus terjadi maka dunia akan rusak.

Jika kasus nya adalah 'sudah terlambat' maka kita bisa bergerak dengan memberikan hukuman pada pelaku sesuai dengan kadar nya agar memberikan efek jera pada dirinya sendiri ataupun orang diluar yang memiliki rencana yang sama.

 

Tulisan ini dibuat untuk teman-teman sadari kalau pepatah dari Buya Hamka yang mengatakan

Iman tanpa ilmu itu bagaikan lentera di tangan bayi, sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan lentera di tangan maling”.

Seseorang yang beriman tanpa memiliki ilmu akan merasa kebingungan bagaimana cara dia meng implementasikan keimanannya di dalam kehidupan. Sedangkan seseorang yang berilmu tanpa memiliki iman akan jauh lebih tersesat, dia berilmu tapi tidak dilandasi dengan iman maka ilmu tersebut akan di salah gunakan untuk kepentingan yang bersifat pribadi.

 

Bahkan menurut KH. Barji, Allah SWT sudah menegaskan dalam firman-Nya akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”.

Ditambahkannya, Iman dan ilmu merupakan dua komponen utama supaya derajat seseorang menjadi tinggi. Makanya dalam ayat diatas Allah berjanji akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu.

“Kecenderungan seseorang yang menyalahkan ilmunya karena tidak didasari dengan iman, maka ia akan memepergunakan ilmunya untuk membodohi bahkan merugikan orang lain,” ujarnya.

KH. Barji menandaskan perlunya ilmu dibarengi dengan iman, agar keselamatan hidup dunia dan akhirat bisa terwujud. “Sebab bagaimana mungkin kita bisa beribadah tanpa memiliki ilmu pengetahuan, baik itu ilmu duniawi lebih-lebih lagi ilmu ukhrawi,” tandasnya.

 

Teman teman kita semua merupakan seorang pendidik, untuk diri sendiri ataupun orang disekitar. Sadar tidak sadar apapun yang kita lakukan sedikitnya pasti akan memengaruhi yang lainnya. Lebih beratnya lagi kita semua merupakan seorang khalifah bagi diri sendiri yang pasti di suatu masa akan di mintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan yang dilakukan.

Maka jadilah manusia berilmu yang memiliki iman.  [wkid/BBC Indonesia]


ARTIKEL TERKAIT