Gali Potensi si Kecil untuk Dukung Masa Depan Hebatnya!

Tentang Artikel :

Menjadi orang tua tentu bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, Bunda harus pastikan si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada dasarnya, setiap anak memiliki potensinya masing-masing. Itulah mengapa hal ini perlu mendapat perhatian ekstra. Momen golden age merupakan masa di mana tumbuh kembang dan kecerdasan anak berkembang dengan sangat cepat. Sehingga, hal ini perlu diimbangi dengan kesiapan belajar agar Si Kecil menjadi anak hebat. Berdasarkan penelitian dari University of Queensland tahun 2013, ditemukan faktor genetik hanya menyumbang 20% - 40% dari kecerdasan Si Kecil. Sementara, sisanya ditentukan oleh nutrisi, stimulasi dan lingkungan Si Kecil. Psikolog Anak Belinda Agustya mengatakan, salah satu cara dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk Si Kecil adalah dengan mengenali potensinya.


WAKOOL.ID - Menjadi orang tua tentu bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, Bunda harus pastikan si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada dasarnya, setiap anak memiliki potensinya masing-masing. Itulah mengapa hal ini perlu mendapat perhatian ekstra. Momen golden age merupakan masa di mana tumbuh kembang dan kecerdasan anak berkembang dengan sangat cepat. Sehingga, hal ini perlu diimbangi dengan kesiapan belajar agar Si Kecil menjadi anak hebat.

Berdasarkan penelitian dari University of Queensland tahun 2013, ditemukan faktor genetik hanya menyumbang 20% - 40% dari kecerdasan Si Kecil. Sementara, sisanya ditentukan oleh nutrisi, stimulasi dan lingkungan Si Kecil. Psikolog Anak Belinda Agustya mengatakan, salah satu cara dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk Si Kecil adalah dengan mengenali potensinya.

"Nah potensi sendiri adalah kemampuan terbaik dan unik dalam diri setiap anak yang apabila digali dan diberikan stimulasi yang tepat akan mampu memprediksi kekuatan hebat Si Kecil yang akan membantunya sukses di masa depan," ujarnya.

Dikutip Dari Haibunda.com Dalam mengenali potensi si Kecil, Bunda perlu melakukan pengamatan secara detail saat ia beraktivitas terkait respon, atensi, dan output anak saat melakukannya. Jika si Kecil menunjukan antusiasme dan melakukan kegiatan tersebut secara berulang, ada kemungkinan ia memiliki potensi di bidang tersebut.

Tak hanya itu, Bunda juga perlu ikut sertakan si Kecil dalam kegiatan tambahan non akademis di luar aktivitas akademis seperti les musik, menari, olahraga atau seni. Berikan juga apresiasi untuk setiap usaha dan proses yang dijalani anak dalam beraktivitas dan jangan hanya terfokus pada hasilnya. Jika si Kecil mulai terlihat jenuh, berikan dukungan dan dorong Si Kecil untuk berkomitmen menyelesaikan aktivitasnya.

Jika melihat rentang usia, saat ini anak bisa dikategorikan ke dalam Generasi Alpha atau generasi yang lahir di tahun 2010 hingga sekarang. Secara karakteristik, Generasi Alpha cenderung mudah belajar dan dekat dengan teknologi. Oleh karena itu diperlukan cara belajar progresif untuk menggali potensinya.

Belajar progresif merupakan cara belajar baru yang merupakan pengembangan dari cara belajar konvensional. Cara ini menekankan keterlibatan anak dan lingkungan dalam mendidik anak. Dalam hal ini, lingkungan sekolah biasanya menggunakan cara teamwork, critical thinking, creativity namun juga bekerja secara mandiri. Berikut enam tips yang bisa Bunda lakukan dalam menerapkan belajar progresif pada si Kecil.

Kenali Gaya Belajar si Kecil

Hal pertama yang perlu Bunda lakukan adalah dengan mengenal gaya belajar si Kecil. Gaya belajar anak tentunya berbeda-beda yakni audio, visual, atau keduanya. Hal ini diperlukan agar orang tua dapat menyampaikan materi dengan menarik sehingga anak tidak bosan saat belajar.

Buat Aktivitas Bervariasi

Setelah mengetahui gaya belajar si Kecil, sekarang saatnya Bunda buat kegiatan si Kecil lebih bervariasi. Jangan buat aktivitasnya hanya sebatas paper and pencil (auditori-visual), tapi juga multisensori. Banyak hal yang bisa Bunda lakukan yaitu dengan membuat science project, memasak, membersihkan rumah, olahraga bersama, dan hal lainnya.

Lakukan Kegiatan Favorit Si Kecil

Belajar progresif juga dapat dimulai dari melakukan kegiatan belajar dari apa yang si Kecil sukai. Bunda bisa mulai dengan mengenal huruf melalui media, bermain dengan mainan dinosaurus favoritnya, dan lainnya. Dalam hal ini, orang tua sangat berperan penting sebagai role model bagi anak.

Berikan Tantangan

Agar kecerdasan dan potensi dalam diri si Kecil berkembang, Bunda perlu memberikan tantangan sesuai jenis aktivitasnya. Sebagai orang tua, Bunda perlu mengamati kemampuan anak sebelum memberinya tugas dan tantang. Perlahan, berikan tantangan tugas dengan tingkat kesulitan yang semakin tinggi secara bertahap.

Stimulasi Aspek Si Kecil

Dalam menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil, Bunda perlu menggali informasi terlebih dahulu terkait aspek apa yang perlu distimulasi. Hal ini tentunya juga perlu disesuaikan dengan tahapan usia anak.

Nah, itulah keenam hal yang bisa Bunda lakukan untuk menggali dan mengembangkan potensi Si Kecil. Setelah belajar progresif telah diterapkan, nantinya si Kecil diharapkan untuk memiliki 4 karakter hebat yakni, eksploratif, berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, dan empati. Tentunya, keempat hal ini dapat tertanam dalam diri anak dengan dukungan dari orang tua.

Dalam mendukung belajar progresif si Kecil, Bunda perlu demokratis pada anak. Dengan menerapkan authoritative parenting, Bunda tidak hanya mempersiapkan anak dengan memberikan aturan dan batasan tertentu, namun juga melibatkan anak dalam mengambil keputusan, menghormati, dan menghargai pilihan dan perasaan anak. Hal ini bisa dilakukan dengan mendengar dan mengijinkan berpendapat, dan berdiskusi yang hangat dan bersahabat.

Psikolog Belinda juga mengatakan, memastikan nutrisi anak juga perlu diperhatikan dalam masa golden age. Nutrisi yang baik dapat menjaga daya tahan tubuh anak, mendukung potensi hebanya sehingga anak bisa #DariBelajarJadihebat. Selain makanan yang sehat dan bergizi

photo by:  iBiG Academy 

[wkid.id/haibunda.com] 

wakool.id/haibunda.com 


ARTIKEL TERKAIT