Kebolak-balik (#1): Be Do Have

Tentang Artikel :

Manusia ingin sukses, tidak ada manusia yang tidak ingin sukses, kecuali yang tidak normal. Namun banyak manusia tidak sukses. Tidak jarang malah stress. Ada beberapa tulisan yang akan saling melengkapi, menjelaskan hasil komtemplasi saya beberapa waktu ke belakang.


Penulis : Wisnu Manupraba 
Founder Javan Cipta Solusi

 

Manusia ingin sukses, tidak ada manusia yang tidak ingin sukses, kecuali yang tidak normal. Namun banyak manusia tidak sukses. Tidak jarang malah stress. Ada beberapa tulisan yang akan saling melengkapi, menjelaskan hasil komtemplasi saya beberapa waktu ke belakang.
Salah satu inspirasi adalah mainan gunpla. Gunpla merupakan mainan berupa miniatur robot Gundam yang ketika dibeli berupa potongan-potongan bagian yang harus dirakit oleh pembelinya.

Pembeli kadang ada yang langsung dengan sotoynya berusaha merakit bagian-bagian tersebut, sesuai dengan keinginannya. Namun tidak jarang yang terjadi malah sebaliknya, pusing, tidak selesai, bahkan ada parts yang hilang. Padahal seharusnya ada cara mudahnya, yaitu dengan mengikuti petunjuk yang sudah disertakan. Ikuti cara-caranya sesuai dengan yang disarankan. Cara ini lebih besar kemungkinan suksesnya, dan lebih kecil peluang stressnya.

Begitu juga dengan manusia yang ingin sukses. Buru-buru ingin membangun kesuksesannya, tapi yang terjadi malah tersesat, stress, bahkan ada bagian dari kesuksesan yang akhirnya hilang.

Be, Do, Have

Petunjuk manual pertama adalah Be, Do, Have. Konsep be — do — have adalah konsep yang terdapat dalam buku berjudul One Minute Milliunaire karangan Marc Victor Hansen dan Robert G. Allen.

Berdasarkan petunjuk yang disebutkan di konsep Be, Do, Have ini, urutannya adalah:

Be, definisikan apa yang akan dicapai. Definisikan apa sukses yang dimaksud.

Do, lakukan apa yang diperlukan untuk menjadi apa yang telah didefinisikan.

Have, hasil dari apa yang telah dilakukan

Namun banyak orang kebolak-balik. Yang diminta adalah gaji besar (Have), tapi tidak tahu apa yang akan dikerjakan, atau profesi apa yang akan dijalani.
Yang dimimpikan adalah punya rumah mewah, istri cantik, uang banyak, tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Kebanyakan Have dilakukan pertama kali, bukan Be nya dulu, bahkan belum ada Do nya.

Banyak orang stess karena tidak mendapatkan hasil yang diharapkan. Karena have menjadi kegiatan pertama yang dilakukan. Padahal harusnya urutannya harus konsisten: Be, lalu Do, lalu Have.
Banyak orang mengeluhkan gajinya kecil dan kurang tanpa bisa mendefinisikan apa yang harus dia lakukan kalau mau gaji besar. Atau bahkan tidak sadar apakah target mendapat gaji besar relevan melihat kondisi, kontribusi atau peran yang dilakukan saat ini.

Orang Sukses Urutannya Benar

Dipikir-pikir, banyak orang hebat benar urutannya. Mendefinisikan dulu Be nya (jadi apa, kontribusinya apa, nilainya apa). Lalu secara konsisten dan penuh komitmen melakukan apa yang harus dilakukan sesuai dengan definisi Be nya. Bahkan di tahap Have, sudah tidak terlalu memikirkan apa yang didapat. Karena jika Be nya besar, Do nya maksimal, hasilnya pasti akan besar secara otomatis. Tidak perlu dipikir.

Saya termasuk orang yang mungkin kemarin-kemarin kebolak-balik dalam hal ini. Membangun perusahaan, membayangkan hasilnya, tapi kurang maksimal dalam mengerjakan semua tugas yang harusnya dilakukan oleh seorang yang membangun perusahaan. 

(Be, Have, Do).
Sering saya melihat tim saya mengeluh gajinya kurang. Tapi tidak tahu apa yang bisa dikontribusikan agar perusahaan perusahaan bisa memberikan gaji yang lebih banyak. (Be, Have, Do)
Ada juga yang hanya mau mengerjakan sesuatu yang dimaui. Karena dia ahli dan menyukai kegiatan tersebut. Tidak jelas target dan apa peran yang diemban. (Do, Have, Be)

Kasus yang lain terjadi di prosesrekrutmen di perusahaan kami. Ada beberapa pelamar yang langsung meminta gaji yang besar, tapi belum jelas mau kerja di posisi apa dan bisanya apa. (Have, Be, Do).
Mari kita benahi urutan kita. Pastikan:

Be: jika dalam masa pencarian, definisikan dengan jelasnya maunya apa. Definisikan peran, nilai, dan anda akan akan dikenal sebagai apa. Jika saat ini sudah punya pekerjaan, syukuri dan sadari peran itu. Tidak ada peran yang sia-sia. Pelajari lagi jika sudah ada peran yang saat ini diemban. Pahami kewajibannya.

Do: jika dalam masa pencarian, segera pelajari apa saja yang harus dilakukan oleh peran yang anda definisikan. Jika anda mendefinisikan diri anda adalah programmer, pastikan anda bisa ngoding. Jika belum bisa ngoding, rajinlah belajar dan berlatih. Jika saat ini sudah punya peran, tingkatkan skill yang berkorelasi dengan peran anda. Lakukan sebaik mungkin yang bisa anda lakukan. Kontribusi semaksimal mungkin.

Have: kalau kondisinya normal, harusnya ini sudah otomatis ya. Jika anda programmer, yang bisa ngoding dengan baik, bisa menyelesaikan banyak fitur, kayaknya penghasilan akan datang dengan sendirinya. Perusahaan tempat anda bekerja saat ini akan mengapresiasi lebih, jikalau tidak bisa mengapresiasi lebih, anda bisa mencari tempat lain yang bisa memberikan apa yang anda harapkan.[wkid/citcom]


ARTIKEL TERKAIT