Intangible Asset untuk Early Stage Startup

Tentang Artikel :

Nasib bisnis untuk 1–3 tahun pertama sangat unpredictable. Ada baiknya memulai bisnis itu dengan hal yang dapat dimulai mudah dan sederhana terlebih dahulu. Apabila dari hal mudah tersebut bisa menghasilkan transaksi dan menguntungkan baru coba pertimbangkan untuk scale up ke hal yang lebih besar lagi.


Penulis : Muhammad Shiddiq Azis

CEO and Founder Insan Agritama Teknologi, PT

WAKOOL.ID-- Pada saat awal merintis bisnis, ada baiknya tidak terlalu boros untuk membeli aset untuk operasional apalagi berharap gaji di bulan pertama. Banyak miskonsepsi yang dilakukan entrepreneur pemula, salah satunya dengan terlalu lama membuat brand yang bagus. Atau bisa juga pengadaan asesoris yang kece untuk resto nya. Beberapa yang ingin mebuat resto bahkan membeli gedung dan alat untuk meracik kopi untuk membuat resto yang belum tentu berhasil juga kedepannya.

Nasib bisnis untuk 1–3 tahun pertama sangat unpredictable.

Ada baiknya memulai bisnis itu dengan hal yang dapat dimulai mudah dan sederhana terlebih dahulu. Apabila dari hal mudah tersebut bisa menghasilkan transaksi dan menguntungkan baru coba pertimbangkan untuk scale up ke hal yang lebih besar lagi.

 

Think Big but start with small and easy step

 

Nah untuk awal jadi apa dong yang harus diperhatikan dalam mengembangkan bisnis?

Untung rugi bisnis adalah hal yang biasa dan termasuk dalam kalkulasi resiko. Hal yang harus diperhatikan ialah kita harus selalu mencatat apa yang kita lakukan selama ini dan berhitung. Dengan berhitung kita bisa tahu apa yang harus diperbaiki atau apa yang harus dipertahankan. Berhitung mana yang menjadi asset dan mana yang menjadi liabilities. Mana yang menjadi beban dan mana yang menjadi aset berharga untuk kemajuan usaha.

Dalam buku Robert Kaplan “Strategy Maps” dijelaskan bahwa ada beberapa tools seperti Balance Score Card, Strategy Maps dan Action Plan yang dapat digunakan untuk planning dan measuring bisnis kita.

 

Measurement is biggest motivator.

Dalam buku tersebut juga dijelaskan bahwa investasi pada human capital, Information system dan Knowledge Management merupakan hal yang bagus on long term goals. Walaupun di satu sisi long term goals akan mengorbankan short term goals. Ada baiknya startup berusaha membuat runutan keperluan yang jelas menggunakan dan bisa memprioritaskan keperluan sesuai dengan goals usaha yang ingin dilakukan.

Sebagai contoh ada 2 negara satu Saudi Arabia dan satu lagi Singapura. Terdapat perbedaan yang mencolok dari prioritas investasi kedua negara tersebut.

Di salah satu sisi Saudi Arabia memprioritaskan investasi pada infrastruktur dan Hard Asset yang real karena sumber daya alam nya berlimpah tapi mengorbankan pengembangan sumber daya manusia sehingga untuk tenaga ahli Saudi Arabia membutuhkan bantuan tenaga ahli spesialis dari luar negeri.

 

Di sisi lainnya Singapura adalah negara dengan sumber daya alam rendah memprioritaskan investasi di pengembangan sumber daya dan riset.Dengan NUS dan NTU menjadi salah satu universitas terbaik di ASIA dan dunia. Singapura maju di kancah perdagangan dunia sebagai hub perdagangan dan tenaga ahli.

Dari kedua perbedaan tersebut GDP Singapura bisa bersaing dengan negara yang kaya sumber daya alam nya hanya dengan fokus di bidang pengembangan sumber daya manusia dan riset.

Hampir 75% UKM dan startup pemula di Indonesia memulai usahanya dengan padat karya. Fokus pada pengembangan produk dengan operational cost dan hard asset serendah mungkin dengan harapan menghasilkan gross revenue yang berkali lipat.

 

Ada beberapa intagible asset yang perlu dipertimbangkan oleh para pelaku UKM dan pelaku startup pemula di Indonesia. Berikut terlampir beberapa intagible asset yang perlu diperhatikan oleh para UKM dan startup pemula di Indonesia: Human Capital, Information System dan Knowledge Management.

 

Human Capital

Sebisa mungkin di awal para founder startup pemula harus mengembangkan skill specialistnya di bidang nya masing-masing.

 

Information System

Buat database kontak, alamat, dan email untuk supplier, customer, strategic partner dan investor. Walaupun belum terlalu keliatan mau dipakai untuk apa untuk diawal. Jika berpikir lebih lanjut data tersebut bisa diolah menjadi Supplier Relation Management, Customer Relation Management dan buat strategi untuk funding menjadi lebih presisi dan tepat sasaran.

 

Knowledge Management.

Atur semua ilmu yang didadapat mencakup riset, paperworks, seminar, dan artikel dalam sebuah repository yang dapat diakses oleh semua team member dari UKM dan startup. Tanpa merapihkannya dari awal, proses untuk merapihkannya membutuhkan cost yang lebih mahal.

Sekian dari saya semoga bermanfaat bagi semuanya.

Jika dimanfaatkan dengan baik intagible asset dapat menghasilkan Tangible Outcomes yang lebih besar dibandingkan dengan aset yang sesungguhnya.

Semoga startup dan UKM pemula bisa lebih maju untuk kedepannya.[wkid/citcom]


ARTIKEL TERKAIT