Tulisan ini mengajak kita menelusuri perjalanan paling perih dalam hidup Rasulullah SAW di Thaif—saat luka, penolakan, dan kesendirian dijawab dengan kesabaran dan tawakkal total kepada Allah—hingga Allah membalas kepasrahan itu dengan hadiah agung Isra dan Mi‘raj, mengingatkan kita bahwa di balik setiap luka yang dijalani dengan iman, selalu ada pelukan langit yang menanti.

Beri komentar