Ketika menyaksikan Esok Tanpa Ibu (Mothernet), kita diajak melihat luka seorang anak bernama Rama yang begitu merindukan ibunya hingga nyaris menganggap aplikasi AI bernama i-Bu sebagai kehadiran sang ibu yang sesungguhnya. Dari kisah itu, artikel ini mengajak pembaca merenungkan kekeliruan serupa dalam memahami permisalan-permisalan Al-Qur’an, seperti ketika manusia berhenti pada bentuk lahiriah simbol—sungai, buah, cahaya, bidadari, minuman surga—lalu lupa pada makna terdalam yang sedang ditunjukkan.