Beberapa Alasan Proyek Bernilai Kecil Layak Diambil

Tentang Artikel :

Mungkin pernah atau bahkan sering dari kita mendapatkan tawaran proyek yang nilainya kecil dari yang biasa kita dapatkan. Nilai proyek yang kalau kita buatkan laba rugi nya bisa jadi keuntungannya hanya dibawah 5% atau 2% atau bahkan 0%. Layakkah kita ambil?

WAKOOL.ID-- Mungkin pernah atau bahkan sering dari kita mendapatkan tawaran proyek yang nilainya kecil dari yang biasa kita dapatkan. Nilai proyek yang kalau kita buatkan laba rugi nya bisa jadi keuntungannya hanya dibawah 5% atau 2% atau bahkan 0%.

Nilai proyek 100 juta, tetapi biaya akomodasi, biaya produksi, gaji indirect labor, overhead, dan lain sebagainya mendekati nilai 100 juta atau bahkan 100 juta juga.

Menghadapi hal seperti ini layakkah proyek tersebut kita ambil?

Ada beberapa alasan yang dapat dijadikan alasan mengapa proyek tersebut layak untuk kita ambil.

Proyek sedang Sepi

Ada kalanya proyek kita banyak tetapi ada kalanya juga proyek sedang sepi. Ketika proyek sepi maka mau tidak mau proyek dengan nilai kecil pun layak untuk kita ambil. Lumayan untuk sekadar gaji satu atau dua orang karyawan selama beberapa bulan sudah tercover oleh proyek tersebut. 

Mengasah Potensi Karyawan

Proyek dengan nilai kecil bisa kita jadikan sebagai ajang untuk mengasah potensi dari karyawan kita. Sehingga mereka bisa terbiasa sebagai "project member". Dengan adanya proyek ini kita berikan pengalaman pada karyawan tersebut menjadi anggota atau sebagai *project leader*. Kita dapat challenge dia untuk memunculkan jiwa leadership nya. Kita uji perilaku dia dalam customer relationship.

Apakah tidak beresiko ketika kita memberikan proyek ini kepada karyawan yang belum ada pengalaman menangani suatu proyek? Tentu saja ada resikonya. Akan tetapi biasanya kontrak dengan nilai kecil minim dengan customer complaint, karena customer tersebut juga nyadar bahwa mereka membayar dengan harga yang kecil.

Portofolio

Kondisi perusahaan sedang OK, proyek sedang banyak, cashflow sedang lancar, lalu datang tawaran proyek dengan nilai kecil, maka hal ini layak untuk kita ambil apabila proyek tersebut bisa menambah portofolio perusahaan kita. 

Tentu sering kita ditanya ketika sedang menawarkan produk/jasa kita ke klien lalu kita ditanya, “apakah pernah buat product untuk model bisnis yang kami lakukan?”. Contoh realnya “apakah sudah pernah handle ERP bidang otomotif? Siapa client nya di bidang otomotif?”. Dan ketika kita bilang kita belum pernah punya klien bidang otomotif, maka berat rasanya kita akan dapat proyek tersebut dan tentu saja customer pun akan memilih vendor yang sudah berpengalaman.

Oleh karena itu apabila ada proyek dengan nilai kecil tetapi itu bisa melengkapi portofolio, maka proyek tersebut layak untuk kita ambil. Begitu bidang tersebut kita kuasai, maka nilai produk/jasa atas bidang tersebut bisa kita hargai dengan harga yang lebih besar dan itu tidak akan menjadi masalah, karena kita sudah menjadi orang yang berpengalalaman atas hal tersebut.

Mengambil proyek kecil dengan siasat agar proyek yang besar kedepannya bisa kita ambil. [wkid]

Penulis : Syssetiadi, CEO PT. Siven TI

nb : tulisan diatas berdasarkan pengalaman pribadi


ARTIKEL TERKAIT