8 Kebiasaan yang Bisa Membuatmu Menjadi Penulis Profesional

Tentang Artikel :

Ingin menjadi penulis sukses? Ternyata menjadi penulis tidak hanya isapan jempol semata. Banyak yang beranggapan bahwa menulis itu sulit. Padahal menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan. Nah, penasaran bukan apa aja sih tips menjadi penulis sukses?

WAKOOL.ID - Ingin menjadi penulis sukses? Ternyata menjadi penulis tidak hanya isapan jempol semata. Banyak yang beranggapan bahwa menulis itu sulit. Padahal menulis itu tidak sesulit yang dibayangkan. Nah, penasaran bukan apa aja sih tips menjadi penulis sukses?

Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi tips menjadi penulis sukses versi saya selama ini merintis karir menjadi seorang penulis. Tentu saja rasanya pun nano-nano.

Hanya punya keinginan saja itu nggak cukup. Kalau benar-benar berniat menjadi penulis, maka kamu harus punya setidaknya 8 kebiasaan ini dalam hidupmu.

1. Menulis hal positif

Menulis merupakan ungkapan rasa atau pikiran yang saat itu kita pikirkan, anda dapat mulai menulis apa saja yang anda pikirkan saat ini selama itu positif sebab menulis sesuatu yang negatif hanya akan menghambat keinginan kita menjadi seorang penulis, apa lagi jika nanti tulisan kita dibaca oleh banyak orang, maka secara langsung kita menyebarkan sesuatu yang tidak baik.

2. Berfikir Kreatif 

Sebenarnya ini masih ada kaitan dan hubungannya dengan bab sebelumnya. Dimana kreativitas itu tidak bisa muncul begitu saja. Tetapi butuh stimulus untuk menghidupkan kreativitas.

Wah saya tidak kreatif? Barangkali ada yang berpikiran demikian? Pada dasarnya setiap orang memiliki kreativitasnya sendiri-sendiri. Setiap orang pun sebenarnya memiliki kreativitas yang unik-unik. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengaktifkan kemampuan kreatif mereka.

Banyak yang beranggapan bahwa kreativitas hanya dimiliki hanya orang-orang tertentu saja. Padahal, tidak demikian. Lantas bagaimana cara mendapatkan kreativitas? Tentu saja setiap masing-masing orang berbeda-beda. Ada yang mendapatkan dadi bermain, membaca, eksperimen dan banyak penulis yang mendapatkan kreativitas menulis itu justru dari pengalaman pahit sepanjang hidup yang sudah pernah dilaluinya.

Kesulitan hidup memang banyak macam bentuknya. Dari kesulitan inilah akan memberikan tekanan kepada penulis. Dari tekanan inilah yang akan mendorong penulis untuk merenung. Bermodal dari perenungan inilah akan melahirkan pelajaran, hikmah dan esensi yang akan membantu memperkaya tulisan.

3. Aktif Latihan 

Anda juga wajib latihan. Bagi penulis pemula, latihan adalah modal dasar untuk mewujudkan impian menjadi penulis sukses.
Jangan anggap latihan menulis itu selalu kaku. Harus mengikuti kelas menulis atau privat menulis.

Cukup dengan menulis apapun yang dirasakan saat ini. Atau sekedar menuliskan gagasan dan pemikiran Anda tentang isu yang sekarang berkembang saat ini.

Saat latihan menulis, jangan pikirkan tulisan Anda jelek, tidak ada yang membaca atau semacamnya. Abaikan pertanyaan yang sifatnya melemahkan semangat berlatih. Cukup tulis dan tulis.

Biarlah tulisan jelek, dan tidak bisa dipahami. Karena dalam menulis ada waktu dimana waktu editing. Di waktu mengedit inilah baru bisa dilihat kepantasan atau tidak pantas kalimat yang digunakan. Disinilah Anda bisa melakukan perombakan, dan perbaikan tulisan. Minimal agar bisa dipahami terlebih dahulu.

4. Menulis Setiap Hari 

Apabila akan menjadi seorang penulis profesional, kebiasaan menulis setiap hari harus menjadi kebiasaan utama. Rutin. Ini harus. Mutlak. Nggak bisa enggak.

Adalah penting bagi seorang penulis untuk punya rutinitas menulis setiap hari. Seorang akuntan ya urusannya ngitung setiap hari. Penyapu jalan ya bakalan menyapu jalan setiap hari. Olahragawan juga sama.

Maka, menulislah setiap hari, meski hanya berupa caption di Instagram atau status di Facebook. Tuliskan sesuatu yang membuatmu bahagia, atau sekadar untuk melepaskan beban. Syukur-syukur, tulisannya bikin orang terinspirasi.

Nulis. Nulis. Nulis.

5. Kritis terhadap diri sendiri

Ini sudah rahasia umum. Banyak penulis merasa tulisannya udah yang paling hebat sedunia. Saya juga begitu, kalau sudah bisa menyelesaikan tulisan saya. Makanya, jeda waktu publish itu perlu, demi membuang pikiran nggak waras itu dari pikiran kita.

Sebaiknya, ubah kebiasaan ini. Jangan jatuh cinta pada tulisanmu sendiri. Artinya, selalulah berusaha untuk meningkatkan kualitas tulisanmu. Jangan pernah merasa tulisanmu adalah yang paling bagus di muka bumi.

Dengan demikian, kamu akan terbuka pada masukan dan saran. Dengan saran dan masukan tersebut, kamu bisa belajar untuk memperbaiki tulisanmu agar lebih enak dibaca oleh orang lain.

6. Suka Menulis adalah Hobby

Ini yang terpenting.

Saat kamu mulai terbiasa menganggap menulis adalah pekerjaan, dan bukan sekadar hobi pengisi waktu luang, maka kamu pun akan terpacu untuk selalu lebih baik.

Kamu akan rela menginvestasikan segalanya untuk bisnis atau pekerjaanmu itu. Kamu akan mau “membuang” waktu untuk belajar teknik menulis yang lebih baik. Dan, kamu akan berkomitmen untuk menyelesaikan tulisan yang sudah kamu mulai.

7. Perbanyak Membaca 

Orang yang banyak membaca akan memiliki wawasan yang luas. Wawasan inilah yang akan membantu penulis dalam menyampaikan gagasan dan pesan.

Penulis yang minim membaca, tentu saja akan terasa kering dan kurang mendapatkan emosi dari pembaca. Padahal, hal terpenting dari menulis adalah melibatkan emosi pembaca. Tentu saja Anda tidak ingin tulisan yang umum begitu-begitu saja bukan?

Ciri tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki karakternya sendiri. Selain memiliki karakter, juga memiliki sudut pandang yang berbeda daripada sudut pandang penulis pada umumnya. Tidak dapat dipungkiri, kita sering sekali mengetik kata kunci di internet, sekalinya keluar, isinya tidak jauh berbeda. Setelah membaca, apa pesan dan kesannya? Tentu saja akan biasa saja, tidak ada value berkesan.

 

8. Cerdas Memanfaatkan Media Sosial

h cerdas memanfaatkan media social. Terutama buat Anda yang memasuki era masa millennial. Dimana pembaca buku atau membaca tulisan Anda belum tentu dari generasi yang sama. Tetapi juga dibaca oleh generasi millennial.

Dimana generasi millennial identic dengan gaya hidup bermedia social. Maka media social inilah yang dapat dimanfaatkan untuk menarik perhatikan dan memperkenalkan diri kepada mereka. Setidaknya memanfaatkan fitur yang ada saat ini sebaik mungkin.

 

Sekarang anda sudah siap dan akan menjadi penulis, 

 

[wkid/penerbitdeepublish.com]