Apa saja rekomendasi Buah DAN Makanan untuk diare yang baik dikonsumsi?

WAKOOL.ID - Diare merupakan masalah pencernaan yang umum dialami orang. Tiap orang mungkin pernah mengalami diare yang disebabkan oleh makanan, infeksi, atau penyakit tertentu. Diare bisa sangat menyiksa karena seseorang harus bolak balik untuk BAB. Pada kasus yang parah, diare bisa menyebabkan dehidrasi parah. 

Diare ditandai dengan buang air besar yang lebih cair dari biasanya. Selain buang air besar atau encer, diare juga berhubungan dengan gejala pencernaan lainnya seperti kram, kembung, mual, muntah, dan demam. Diare biasanya berlangsung tidak lebih dari 3 hari.

Pola makan yang tepat sangat penting jika mengalami diare. Ada banyak makanan untuk dimakan yang dapat membantu seseorang mengurangi gejala diare. Ada juga beberapa makanan yang harus dihindari ketika berhadapan dengan diare.

Saat masa pemulihan dari diare, seseorang harus makan makanan hambar, makanan sederhana yang mudah dicerna dan makanan yang akan membantu menyerap air dari tinja. Makanan dengan kandungan probiotik juga penting untuk pencernaan yang sehat.

 

Apa saja rekomendasi Buah DAN Makanan untuk diare yang baik dikonsumsi?

Pada sebagian besar kasus, gejala diare dapat membuat penderitanya harus bolak balik kamar mandi untuk buang air besar, muntah-muntah, hingga dehidrasi. Kondisi ini mungkin tidak akan cepat teratasi hanya dengan minum air putih.Sebab, air putih biasa tidak mengandung elektrolit serta vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh untuk mengisi ulang cairan dan energi yang hilang akibat gejala diare.Maka dari itu, Anda perlu mengimbangi dengan makan buah untuk diare. Adapun beberapa rekomendasi buah untuk diare yang baik dikonsumsi adalah:

 

1. Pisang

Buah untuk diare salah satunya adalah pisang

Pisang mengandung pektin dan kalium

Salah satu jenis buah untuk diare yang baik dikonsumsi oleh penderita diare adalah pisang.Tekstur pisang yang umumnya lembek dan lebih lembut membuatnya menjadi pilihan makanan untuk diare. Rutin makan pisang berkhasiat untuk mempercepat proses pemulihan diare.Pisang mengandung pektin atau serat larut air yang dapat membantu kerja usus agar lebih mudah dan efisien untuk mengolah sisa makanan menjadi feses yang lebih padat.Sedangkan, manfaat kalium pada pisang berfungsi menggantikan elektrolit tubuh yang hilang akibat keluar bersama feses saat diare.Pisang juga mengandung serat dan senyawa prebiotik yang dikenal dengan nama fructooligosaccharide (FOS) atau oligofructan yang meningkatkan bakteri baik pada usus sehingga dapat melawan bakteri jahat penyebab diare.

2. Apel

Buah untuk diare berikutnya adalah apel

Konsumsi apel untuk diare dalam bentuk jus atau saus

Selain pisang, buah untuk diare berikutnya adalah apel. Namun, penderita diare mungkin akan sulit mencerna apel yang tidak diolah alias apel utuh, apalagi jika makan apel dengan kulitnya.Sebab, kulit apel mengandung serat tidak larut yang dapat membebani sistem pencernaan Anda yang tengah mengalami gangguan.Oleh karena itu, penderita diare disarankan untuk mengolahnya menjadi jus atau saus apel.Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association mengemukakan bahwa buah untuk diare ini juga sama baiknya untuk penderita diare yang mengalami muntah-muntah.Hasil penelitian tersebut menyimpulkan bahwa anak-anak yang diminta minum jus apel murni (tanpa gula) lebih cepat sembuh dari diare dan lebih cepat keluar dari opname di rumah sakit dibandingkan yang hanya minum oralit.

3. Melon jingga

melon jingga merupakan buah untuk diare yang bisa dikonsumsi

Melon jingga mengandung banyak air dan kalium

Melon jingga merupakan buah untuk diare yang mengandung rendah serat. Meski demikian, melon jingga mengandung banyak nutrisi yang tidak kalah menyehatkan, termasuk untuk memulihkan gejala diare.Satu porsi melon jingga ukuran 177 gram mengandung kurang lebih 60,2 gram kalori, 65 gram vitamin C, dan 1,6 gram kalium.Berbagai kandungan tersebut dapat membantu orang yang terkena diare untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya sehingga mempercepat proses penyembuhan.Selain itu, melon juga mengandung banyak air dan kalium yang mampu mengembalikan cairan tubuh yang hilang.

4. Nanas

Nanas juga menjadi pilhan buah untuk diare

Nanas diyakini dapat mengobati diare

Buah untuk tipes lainnya adalah nanas. Sebuah laporan ilmiah yang dimuat dalam Biotechnology Research International menyatakan bahwa enzim bromelain yang terdapat pada nanas dapat membantu mencegah diare yang disebabkan oleh bakteri berbahaya.Enzim bromelain dapat mencegah zat asing menempel pada reseptor tertentu di usus sehingga mencegah gejala diare semakin parah. Selain itu, bromelain diyakini juga dapat membantu mengobati gangguan pencernaan.

5. Kelapa

Kelapa juga menjadi jenis buah untuk diare selanjutnya.Buah kelapa mengandung banyak air yang bermanfaat untuk mengembalikan cairan dan elektrolit tubuh, seperti kalium, natrium, dan mangan, yang hilang bersama feses akibat diare. Anda bisa mendapatkan manfaat kelapa untuk diare ini pada jenis buah kelapa yang matang.Selain itu, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Journal of Ethnopharmacology melaporkan bahwa buah kelapa mengandung antibakteri yang dapat membantu melawan bakteri jahat, seperti Shigella dan Salmonella, pada sistem pencernaan penyebab diare.Akan tetapi, manfaat kelapa sebagai buah diare tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut guna membuktikan kemanjurannya pada manusia.

 

6. Oatmeal

Oatmeal untuk sarapan

Oatmeal untuk sarapan (Unsplash.com)

Semangkuk oatmeal dapat mengurangi gejala diare dan mempercepat penyembuhan. Oatmeal merupakan sumber serat larut yang baik sama seperti pisang. Serat larut ini dapat memadatkan feses dan membantu mengurangi diare. Oats mengandung sejumlah besar serat makanan, terutama jenis yang dikenal sebagai serat beta-glukan. Beta-glukan dapat memperlambat pencernaan yang membantu mengatasi diare.

Selain itu, serat beta-glukan dapat melindungi terhadap kanker usus besar. Oatmeal juga mengandung nutrisi penting, termasuk asam lemak tak jenuh, vitamin E, folat, seng, besi, selenium, tembaga, mangan, karoten, dan kolin.

 

7. Yogurt

Ilustrasi yogurt

 

Ilustrasi yogurt (sumber: iStockphoto)

Yogurt adalah salah satu sumber probiotik terbaik. Pada anak-anak, yogurt dapat membantu mengurangi diare. Selain itu, yogurt mungkin cocok untuk penderita intoleransi laktosa.

Ini karena bakteri mengubah sebagian laktosa menjadi asam laktat, yang juga menyebabkan yogurt terasa asam. Probiotik adalah bakteri hidup yang berkontribusi terhadap kesehatan dengan menghambat pertumbuhan bakteri jahat di usus.

Bakteri hidup atau probiotik, membantu mencegah dan mengurangi durasi diare. Sebuah ulasan yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Review pada Mei 2013 melaporkan bahwa probiotik secara efektif mencegah diare yang disebabkan oleh bakteri jahat.

 

 

8. Kaldu

kaldu ayam

 

Saat diare menyerang, konsumsi cairan sangat penting untuk mencegah dehidrasi. Tak hanya air putih, cairan juga bisa dikonsumsi dalam bentuk kaldu yang ada di sup. Kaldu bisa didapatkan dari kaldu ayam, daging, atau tulang.

Kaldu tulang dapat membantu menggantikan cairan dan natrium yang hilang akibat serangan diare yang berulang-ulang. Konsumsi cairan yang panas dapat merangsang pergerakan usus.

Beberapa asam amino yang disebut glutamin hadir dalam kaldu tulang juga dapat membantu meringankan diare. Sebagai sebuah studi pada tahun 2017 dalam jurnal Current Opinion in Clinical Nutrition dan Metabolic Care mencatat, suplementasi glutamin membantu menyembuhkan peradangan usus yang menyebabkan diare.

 

9. Kentang rebus

kentang rebus

Perbesar

Ilustraasi foto Liputan 6

Kentang rebus tanpa kulit dapat membantu mengatasi diare. Pati resisten dalam kentang juga dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Ketika pati resisten mencapai usus besar, kentang rebus menjadi makanan bagi bakteri usus yang menguntungkan.

Kentang rebus juga lembut dan sangat mudah dicerna. Rasanya yang hambar dapat meringankan diare dan mempercepat penyembuhan.


 

10. Jahe

jahe

Perbesar

Ilustraasi foto Liputan 6

Jahe akan membantu pencernaan dalam mengatasi rasa mual, muntah dan diare secara efektif. Jahe juga mencegah perkembangan bakteri penyebab diare. Gingerol, zat bioaktif dalam jahe segar, dapat membantu menurunkan risiko infeksi pencernaan penyebab diare.

Ekstrak jahe dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri. Jahe juga sangat efektif melawan mual akibat diare. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk air jahe atau sup.

 

 

Makanan yang harus dihindari saat diare

Ilustrasi makan bersama.

Ilustrasi makan. (iStockphoto)

Makanan pedas

Makanan pedas termasuk pada jenis makanan penyebab diare. Konsumsi makanan pedas saat lambung masih kosong bisa meningkatkan risiko diare yang sangat tinggi. Makanan pedas juga bisa menyebabkan nyeri perut dan perut kembung saat diare.

Susu

Susu mengandung laktosa. Saat sedang diare, enzim laktase yang mengurainya berkurang, sehingga Anda justru akan mengalami kembung dan mual ketika mengonsumsinya.

Makanan tinggi lemak dan gula

Saat sedang diare, sebaiknya hindari makanan olahan yang tinggi lemak dan gula. Kedua makanan tersebut menyebabkan kontraksi dalam usus dan bereaksi dalam organ pencernaan.

 

Referensi [wkid/liputan6.com]

picture:google.com

 

 

 


Tentang Artikel :

Diare merupakan masalah pencernaan yang umum dialami orang. Tiap orang mungkin pernah mengalami diare yang disebabkan oleh makanan, infeksi, atau penyakit tertentu. Diare bisa sangat menyiksa karena seseorang harus bolak balik untuk BAB. Pada kasus yang parah, diare bisa menyebabkan dehidrasi parah.  Pada Masa Dkare Ada Makanna dan Buah yang Wajib Kita Konsumsi untuk memenuhi Nutrisi Tubuh Kita, Yuk Kita Simak Apa saja Makanan Buah yang bagus Di konsumsi.


Download Apps