Surga dan Misteri Alam Barzakh: Tafsir Surat Yasin (Bagian 3)

WAKOOL.ID-- Pada bagian sebelumnya, kita sudah membaca bagaimana seseorang dari ujung kota yang dengan penuh semangat memberikan nasehat kepada saudara-saudara sekaumnya. Dia berpesan agar kaumnya mau memercayai pesan-pesan yang disampaikan oleh para rasul yang tak punya ambisi apapun selain menyampaikan petunjuk yang benar. Dia juga menyampaikan argumentasi-argumentasi lain kenapa mereka selayaknya mengikuti nasihat para rasul tersebut. Dan karenanya, orang pinggiran itu kemudian mengikrarkan diri bahwa dia telah beriman. 

Namun rupanya ungkapan tulus dari lelaki pinggiran itu juga direspon negatif. Sebagaimana ketiga rasul yang datang kepada penduduk negeri itu, lelaki ini pun juga dibunuh. 

Lalu bagaimana kelanjutan nasib dari lelaki itu? Jawabannya ada pada ayat berikutnya:

قِيْلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ ۗقَالَ يٰلَيْتَ قَوْمِيْ يَعْلَمُوْنَۙ

26. Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga.” Dia (laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,

بِمَا غَفَرَ لِيْ رَبِّيْ وَجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُكْرَمِيْنَ

27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang telah dimuliakan.”

Begitu lelaki itu (yang menurut riwayat bernama Habib an-Najjar) meninggal, dia langsung mendapatkan seruan untuk masuk ke dalam surga. Terdapat beberapa hal menarik dari ayat ini, terkait misteri kematian, alam barzakh dan surga. 

Pertama, Mengapa Al-Qur'an tidak menyebutkan tentang wafatnya Habib an-Najjar tersebut? Mengapa ayatnya langsung menyebut seruan untuk masuk ke surga? Hal ini kiranya sejalan dengan ayat yang mengatakan bahwa sebenarnya seorang yang syahid di jalan Allah itu tidak mati. Habib tidak mati, ia hidup, hanya saja manusia tidak menyadarinya.  

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati, karena (sebenarnya) mereka itu hidup tetapi engkau tidak menyadarinya. (QS. Al-Baqarah: 154)

Kemudian kedua, mengapa begitu meninggal dunia langsung diseru untuk masuk ke surga? Bukankah seorang yang meninggal dunia maka ia akan berpindah dulu ke alam barzakh, dan nanti setelah kiamat baru dibangkitkan untuk nantinya dimasukkan ke surga/neraka tergantung keputusan mahkamah Ilahi nanti? 

Ada beberapa kemungkinan jawaban dari pertanyaan ini:

  1. Bahwa pernyataan itu adalah kabar gembira, bahwa sang syahid itu nantinya akan dimasukkan ke dalam surga. Karena kepastian tersebut, maka disebut seolah-olah sudah langsung terjadi. Dalam al-Qur'an banyak ayat yang menggunakan kata yang biasa diartikan sebagai telah terjadinya sesuatu, untuk sesuatu yang akan terjadi. Itu biasa digunakan untuk menunjukkan kepastian akan terjadinya peristiwa tersebut. Seperti halnya hari kiamat yang dalam sejumlah ayat dikatakan sudah terjadi, sehingga diartikan pasti akan terjadi. 

  2. Bahwa ada yang berpendapat bahwa di alam barzakh itu nanti para penghuninya seperti dibatasi oleh 2 dinding/tirai yang memperlihatkan padanya 2 alam, yaitu: (1) alam dunia yang dia telah tinggalkan; dan (2) alam akhirat yang dia akan menuju. Seorang yang telah meninggal dapat mengamati dunia yang telah dia tinggalkan, mengamati bagaimana keluarga dan teman-teman dia sepeninggalnya, dsb. Dia juga akan diperlihatkan kemana nanti dia akan menuju: kenikmatan surga kah, atau neraka yang penuh dengan siksa yang mengerikan. Oleh karena itu dengan mengambil tafsir seperti ini, maka Habib An-Najjar itu sudah merasakan kenikmatan dengan diperlihatkannya surga yang penuh dengan kenikmatan itu di dalam kuburnya (alam barzakh). 

  3. Bahwa yang dimaksud disini adalah surga barzakhi, bukan surga akhirat. Menurut pendapat ini, di alam barzakh itu juga ada kenikmatan dan adzab secara riil, bukan hanya diperlihatkan seperti pendapat nomor 2 diatas. Seorang yang beriman dan beramal saleh maka dia telah mendapatkan kenikmatan itu sejak di alam kuburnya, sebelum nanti surga di akhirat. Demikian juga seorang pendosa akan sudah merasakan siksa sejak di alam kuburnya. Siksa tersebut merupakan bagian dari proses "pembersihan" manusia pendosa tersebut, seperti halnya siksa di neraka akhirat. Sehingga menurut pendapat ini, siksa yang didapat di alam kubur (barzakh) ini dapat meringankan siksanya kelak di akhirat. Kecuali dosa-dosa yang bersifat mendasar (aqidah/i'tiqadi). WaLLahu a'lam.

Hal menarik Ketiga, bahwa setelah mendapatkan kenikmatan surga tersebut, Habib An-Najjar itu merasa berempati dengan kaumnya yang tidak mau mengikuti ajakannya itu. Tak ada dendam dari lelaki ini pada orang-orang yang telah menolak dan bahkan membunuhnya. Bahkan dia menyesal seandainya saja masyarakatnya itu tahu dan merasakan kenikmatan yang dia dapatkan ini. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah itu haruslah berdasarkan cinta kasih. Sebagaimana juga teladan kita, Nabi Muhammad SAW. 

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan, keselamatan, kebahagiaan, kebaikan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At-Taubah: 128)

Kemudian hal menarik keempat adalah bahwa dia merasa dapat masuk ke surga itu karena Allah SWT mengampuni dosa-dosanya dan anugerah dari Alllah SWT. Bukan karena amal-amalnya selama hidup di dunia. Memang seharusnya begitulah setiap kita bersikap. Kita takkan pantas mengandalkan amal-amal kita yang penuh kekurangan ini untuk membeli surga Allah yang begitu sempurna. Kecuali dengan anugerah dan rahmat-Nya. 

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim)

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan ampunan, anugerah dan rahmat Allah SWT.

Yaa Arhama ar-Raahimiin, Irhamna. 

Wahai Yang Paling Pengasih di antara semua pengasih, Kasihi dan sayangilah kami. Aamiin YRA. [wkid/dkmalabror/picture: dictio]


Tentang Artikel :

Kematian bukanlah ketiadaan. Tapi ia merupakan pintu menuju alam berikutnya. Apakah yang akan dihadapi setiap manusia di alam ini? Bagaimana surat Yasin menuturkannya?


Download Apps