Bagaimana Mengembangkan Mindset Entrepreneur?

Tentang Artikel :

Salah satu faktor yang kerap membuat orang mengalami kegagalan dalam memulai bisnis adalah kurangnya mindset entrepreneur dalam diri mereka. Mindset adalah ukuran kekuatan seorang entrepreneur dalam memegang kendali bisnis yang dijalaninya. Mindset yang tepat ini sangat penting agar seseorang dapat memulai bisnis dalam kerangka yang benar.

Dengarkan



WAKOOL.ID - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa beberapa Pengusaha memiliki kemampuan untuk bangkit dari kesuksesan ke kesuksesan, tanpa goyah? Jelasnya, tidak ada yang punya kemampuan itu, tapi dari jauh bisa terlihat seperti itu.

Ada banyak sekali keterampilan dan atribut yang dibutuhkan untuk sukses sebagai seorang pengusaha. Untungnya, kebanyakan dari mereka dapat dipelajari, diperkuat dan dipelihara melalui ketekunan dan kemauan untuk tumbuh. Memiliki pola pikir yang tepat sebagai seorang pengusaha akan memungkinkan Anda untuk menangani bisnis Anda sehari-hari dengan lebih efektif karena Anda akan berpikir seperti seorang pengusaha yang sukses.

salah satunya adalah soal mindset. Bisa jadi, Anda kurang mengembangkan mindset entrepreneur Anda.

Mindset adalah ukuran kekuatan seorang entrepreneur dalam memegang kendali bisnis yang dijalaninya. Perkokoh bisnis dan solidaritas team Anda dengan cara mengembangkan mindset entrepreneur yang Anda miliki.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai mengembangkan  mindset entrepreneur. Simak tips berikut ini untuk membantu Anda Bagaimana mengembangkan mindset entrepreneur:

1. Memiliki Visi yang Besar

Visi adalah tujuan dan cita-cita setiap perusahaan. Semakin besar visi yang dimiliki, semakin besar pula tantangan yang akan dihadapi untuk mencapai semua visi tersebut.

Dari sini, Anda membutuhkan strategi yang matang sebagai persiapan Anda menghadapi tantangan yang mungkin terjadi kedepannya.

2. Bagi Tugas Anda dengan Team

Jika Anda ingin besar, maka penting untuk membangun kerjasama tim yang baik. Sehebat apa pun Anda, Anda tidak mungkin akan bekerja sendirian terus. Jika memang Anda mempunyai keahlian yang tidak dimiliki tim Anda, coba lah untuk mengajari mereka dan mulai mendelegasikan beberapa hal yang dapat mereka lakukan. Dengan begitu, Anda bisa bekerja dengan lebih efektif.

Selain berbagi skill, buat lah ruangan kerja senyaman mungkin untuk tim dan partner Anda. Jadikan kondisi tim se- happy mungkin agar masing- masing dari personel tim dapat mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. 

3. Selalu Termotivasi untuk Mendapatkan Hasil Lebih dari Sebelumnya


Saat Anda mendapatkan sebuah tanggungjawab, berjanji lah untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan janji pada diri sendiri, Anda akan terdorong untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dibandingkan tidak berjanji sama sekali.

Menjaga motivasi agar terus menyala akan membantu Anda untuk terus bersemangat menjaga dan meningkatkan kualitas yang Anda miliki.

4. Lakukan Diversifikasi

Diversifikasi adalah sebuah tindakan untuk membuat sesuatu menjadi lebih beragam seihngga Anda tidak terpaku hanya pada satu jenis saja. Dengan diversifikasi, Anda dapat mengurangi resiko bisnis yang mungkin terjadi karena tidak tergantung pada satu jenis bisnis saja.

Contohnya, Anda melakukan diversifikasi terhadap unit bisnis Anda dengan memproduksi jenis produk baru dengan kategori atau segmen pasar yang berbeda. Diversifikasi juga seolah- olah mengisyaratkan bahwa bisnis Anda ini sangat up to date dan inovatif.

5. Sales

Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan sales, yaitu membuat produk yang dicintai konsumen, strategi kemasan produk, dan penanganan komplain yang baik.

Salah satu mindset dasar yang wajib dimiliki oleh #entrepreneur adalah membuat produk yang disukai oleh para customer. Rule of the game yang perlu diingat, jika produk Anda disukai oleh customer, maka produk Anda juga akan diingat oleh mereka.

Menciptakan produk yang disukai customer juga sekaligus mempengaruhi tingkat penjualan Dengan begitu, produk Anda akan mudah dikenal dan mendapatkan keuntungan berlipat. Selain itu, Anda juga bisa berinovasi dari sisi kemasan. Dengan kemasan yang manis dan berbeda, produk Anda akan terlhat lebih menarik perhatian dibandingkan dengan kompetitor.

Complain management juga hal yang perlu benar- benar Anda perhatikan. Saat customer komplain, pastikan Anda menanganinya dengan baik dengan cara mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi. Customer komplain yang ditangani dengan baik telah menunjukan hasil bahwa mereka kemudian menjadi customer yang loyal untuk perusahaan.

6. Cintai Bisnis Anda

Sering dilupakan, tapi sebenarnya sangat penting, yaitu mencintai bisnis yang Anda geluti. Dengan mencintai bisnis Anda, tentu Anda akan semakin bersemangat dalam mencapai goal- goal yang ingin Anda raih.

Hal ini juga akan memotivasi Anda saat bisnis Anda sedang dirundung masalah atau sedang dalam keadaan terpuruk.

7. Mempertimbangkan Budget Perusahaan

Budget perusahaan sangat penting untuk selalu dalam pengawasan Anda. Jangan sampai karena sibuk dengan visi misi perusahaan, Anda sampai lupa untuk melakukan pengawasan budget.

Selain memperhatikan pemasukan, Anda juga perlu mengontrol pengeluaran dan melakukan penghematan dengan secara rasional. Menghemat budget bukan berarti pelit, melainkan Anda menyisihkan budget untuk pengembangan bisnis, sekaligus sebagai bagian dari manajemen resiko.

Mengejar dan mewujudkan sebuah visi memang penting. Tapi, yang harus Anda perhatikan selanjutnya adalah pengeluaran Anda selama mewujudkan visi tersebut.

Yang sebaiknya Anda pikirkan adalah bagaimana mencari jalan tengah antara penghematan budget dan visi yang sedang Anda kejar.

 

referensi : [wkid/inhandsagency.com]