Dikejar Kobaran Api

Tentang Artikel :

Berhati-hatilah mengatakan dan menyebarkan sesuatu. Pengetahuan kita tentan sesuatu seringkali amat terbatas. Jangan menjerumuskan diri sendiri ke kobaran api yang menghancurkan kita sendiri.


WAKOOL.ID-- Abu lahab bukan nama sebenarnya. Nama aslinya adalah Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Salah satu kaidah yang biasa dianut oleh para mufassir adalah ketika yang digunakan adalah bukan nama sebenarnya maka itu artinya bisa berlaku umum pada siapapun yang memiliki kemiripan sifat dan karakteristik dengan orang yang menjadi sebab turunnya ayat tersebut.

Lahab juga berarti api yang menyala-nyala. Ada yang memaknai Abu lahab dengan orang yang diikuti dengan kobaran api yang menyala-nyala. Ada yang menjelaskan pula dinamai itu karena wajahnya yang selalu merah menyala. Sebagian mufassir memaknai Abu Lahab itu dengan orang yang suka membakar amarah orang, memanas-manasi orang, atau istilah sekarang provokator.

Abu Lahab sebenarnya memiliki potensi besar menjadi orang yang mulia, karena dia adalah paman dan besan Nabi termulia SAW. Namun karena egonya dan ketakutan akan hilangnya kedudukannya apabila menerima ajakan keponakannya, dia menjadi pembenci Nabi SAW.

Ditambah lagi dengan istrinya, Arwah binti Harb, si pembawa kayu bakar yang juga merupakan saudara kandung dari Abu Sufyan yang sangat membenci Rasulullah SAW. Istilah “pembawa kayu bakar” juga berarti orang yang suka menebar fitnah, menebar kabar-kabar bohong untuk menumbuhkan kebencian di tengah-tengah masyarakat, dan memecah belah sesama saudara.

Apa kata al-Qur’an bagi para penebar kebencian ini? Dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala dan dikalungkan tali dari sabut. Hal tsb akan terjadi baik di dunia maupun di akherat. Di akherat sudah jelas dia akan menerima siksa dan kehinan. Di dunia pun para provokator dan penebar kebencian ini akan merasakan kepanasan pada dirinya sendiri, hidupnya tak akan tenang dan damai. Dia akan selalu diikuti oleh kobaran api yang menyala-nyala (lihat makna abu lahab diatas). Dia akan selalu diliputi keresahan demi keresahan. Selain itu dia juga akan mendapatkan kehinaan. Sebagaimana sabut adalah bahan yang biasa digunakan untuk sapu dan keset tapi akan dikalungkan di lehernya. Caranya bisa bermacam-macam. Bisa dengan terbukanya aib, terbongkarnya motif-motif busuk yang ada di baliknya, dan sebagainya.

Hati-hati, ini janji Allah SWT yang pasti benarnya. Ittaqillah. Sekali lagi berhati-hatilah.

Di zaman seperti sekarang ini, sangat mudah orang terdorong untuk menebar fitnah dan kebencian. Usaha yang perlu dilakukan pun jauh lebih mudah, namun dampaknya jauh lebih cepat dan dahsyat.

Jangan jerumuskan kita, jangan korbankan keselamatan kita dengan melakukan sesuatu yang akan merugikan dunia dan akherat kita sendiri. Pengetahuan kita tentang suatu kejadian amat sangat terbatas. Jernihlah melihat setiap persoalan, jangan terburu nafsu untuk merespon segala sesuatu yang akibatnya merugikan dan menghancurkan diri kita sendiri. Na’udzu billah.

Lebih baik perbanyak sholawat pada Nabi saw, mumpung ini hari Jumat. Semoga Allah swt dan para malaikat Nya akan memberikan sholawatnya pada kita yang melembutkan hati kita, memenuhinya dengan kasih sayang, dan mengeluarkan kita dari kegelapan menuju cahaya Nya. Bukankah Nabi SAW bersabda bahwa ketika sekali sholawat kepadanya, maka Allah SWT akan curahkan 10 shalawat kepadanya. 

Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim).
Sedangkan ketika Allah bersholawat kepada seseorang, maka simak apa yang akan didapatkannya:

هُوَ الَّذِيْ يُصَلِّيْ عَلَيْكُمْ وَمَلٰۤىِٕكَتُهٗ لِيُخْرِجَكُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَحِيْمًا

Dialah yang memberi sholawat kepadamu dan para malaikat-Nya, agar Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab: 43)

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya, dan Rasul mulia dengan sabda-sabdanya. 

Semoga sebaik sholawat dan salam tercurah kepada Sang Nabi mulia beserta keluarga dan sahabatnya yang setia. Aamiin YRA.[wkid]


ARTIKEL TERKAIT

Berburu Kebahagiaan

Standar Ganda

Tafsir Surat Yasin (Bagian 1)

JANGAN MARAH