Belajar Sabar dari Al-Qur'an

WAKOOL.ID-- Rasulullah SAW diriwayatkan pernah bersabda bahwa kesabaran itu adalah separuh dari keimanan. Dalam riwayat yang lain Rasulullah SAW mengilustrasikan perumpamaan hubungan sabar dengan iman seperti hubungan kepala dengan jasadnya. Sebagaimana tidak akan berfungsi jasad tanpa kepala, maka tak ada iman tanpa kesabaran, bahkan orang tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Sehingga mustahil kita dapat hidup sebagai seorang mu’min jika kita meninggalkan kesabaran.

Sabar yang dimaksudkan disini adalah berupa ketegaran dan ketabahan menghadapi sesuatu, bukan takluk dan berputus-asa terhadap keadaan yang menimpa.

Bersabar dalam Suka dan Duka

Kita tidak dapat hidup tanpa kesabaran. Dalam hidup ini terkadang kita mendapatkan apa yang kita inginkan, dan terkadang pula memperoleh sesuatu yang tidak kita inginkan. Dalam kedua kondisi tersebut, kita memerlukan kesabaran.

Kita perlu bersabar ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Karena kalau tidak sabar, maka kita akan dapat dihanyutkan oleh yang kita miliki tersebut. Manusia memiliki sifat dasar yang mendukung lupa diri tersebut, sebagaimana dijelaskan dalam ayat berikut:

“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” (QS. Al-Alaq 6-7)

Atau peringatan Allah SWT agar jangan sampai anugerah yang Allah berikan membuat kita lalai:

“ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.”(QS. Al-Munafiquun: 9)

[Baca juga: Belajar Syukur dari Al-Qur'an]

Kita pun tentu perlu bersabar ketika kita mendapatkan musibah atau menimpa pada kita sesuatu yang tidak kita inginkan. Kita tidak ingin sakit, kita tidak ingin miskin, kita tidak ingin ditimpa musibah dan kemalangan. Tapi jika karena berbagai sebab kita ditaqdirkan oleh Allah memperoleh kondisi tersebut, maka kita mesti bersabar.

Jadi ujian dan cobaan kesabaran dapat berupa kebaikan maupun keburukan. Sabar menghadapi nikmat Allah lebih berat dibandingkan sabar menghadapi musibah. Karena manusia mudah lupa ketika mendapatkan nikmat (lihat surat al-Alaq dan al-Munafiqun di atas).

Orang Sabar akan dijadikan Pemimpin oleh Allah

Al-Quran banyak menyebutkan keistimewaan-keistimewaan yang akan diperoleh oleh orang-orang yang sabar. Salah satunya Allah mengatakan bahwa akan mengangkat pemimpin dari orang-orang yang sabar.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami karena mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (QS. As-Sajdah 24.)

Orang Sabar akan dilipatgandakan nilai amal baiknya

Keistimewaan lain yang didapatkan oleh orang yang sabar adalah bahwa Allah akan melipat-gandakan nilai amal baik dari orang-orang yang sabar.

…Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang SABAR dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 96)

Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan KESABARAN mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka, mereka nafkahkan” (QS. Qashash: 54)

Dan yang paling istimewa adalah seperti yang dijelaskan pada ayat berikut:

…Sesungguhnya hanya orang-orang yang berSABARlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas/perhitungan.” (QS. Az-Zumar: 10)

Sebagian mufassir ayat diatas dengan bahwa orang-orang yang bersabar akan diberi karunia masuk surga tanpa hisab/perhitungan.

Allah bersama Orang-Orang yang Sabar

Keistimewaan luar biasa berikutnya yang diperoleh orang yang bersabar adalah kebersamaan kita dengan Allah SWT.

 “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah: 153)

Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Baqarah: 249).

Dan beberapa ayat yang lain juga menyatakan bahwa Allah beserta orang-orang yang sabar, seperti adalam surat al-Anfal ayat 46 dan 66.

Sekarang kita perlu renungkan bahwa Adakah kita akan kalah kalau kita bersama Allah? Adakah kita takut akan kekurangan rezeki jika Allah bersama kita? Akankah kita takut dengan orang jika Allah bersama kita? Adakah kita akan khawatir jika Allah bersama kita?

Sabar adalah Kunci Pertolongan Allah dan Surga

Allah mengatakan dalam Al-Quran bahwa kita dapat meraih pertolongan Allah dan surga melalui jalan kesabaran.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS. al-Baqarah: 214)

Bagi siapakah pertolongan Allah adalah dekat itu? Bagi orang yang sabar menghadapi malapetaka, kesengsaraan dan guncangan-guncangan hidupnya. Al-Quran juga menyampaikan banyak bukti pertolongan Allah SWT apabila manusia mau bersabar. Seperti antara lain disampaikan dalam surat Ali Imron ayat 123—126.

  • Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya
  • (Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
  • Ya (cukup), jika kamu berSABAR dan bertaqwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda. (Catatan: Allah meningkatkan bantuannya akibat bersabar)
  • Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Tidak Sabar TIDAK akan Mengubah Kondisi

Menghadapi cobaan tantangan kita harus sabar. Coba kita pikirkan, apakah kalau tidak sabar lantas ketentuan Allah yang telah terjadi akan berubah? Kalau kita tidak sabar bukan berarti kondisi akan berubah. Kesulitan yang kita terima tetap akan terjadi, musibah tetap menimpa, yang hilang akan tetap hilang, yang meninggal akan tetap meninggal, dst. Bahkan masalah akan bertambah di atas masalah yang sudah ada tersebut jika kita tidak bersabar.

Tapi ketika kita mau bersabar, maka Allah akan bersama kita dan pertolongan Allah SWT sudah berjalan mendekati kita. In Sya Allah.

Sabar Baik untuk Kita

Sebagaimana konsep amal kita menurut al-Quran bahwa segala amal baik dan buruk itu sebenarnya untuk kepentingan kita sendiri. Demikian juga dengan bersabar, Allah SWT mengatakan bahwa sabar itu baik untuk kita.

“…dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (QS. An-Nisa: 25).

Pada ayat di atas Allah mengakhiri firman-Nya dengan menegaskan sifat Allah yang Maha Penyayang. Oleh karena itu jangan sampai kita menuduh Allah yang Maha Rahim itu zalim kepada hambaNya. Karena Dia itu ar-Rahim, Maha Penyayang. Allah Maha Mengetahui yang paling baik untuk kita. Banyak hal yang kita tidak sukai tapi sebenarnya itu baik untuk kita.

“…..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Orang Sabar Mendapat Salam dari Allah dan Malaikat

Salah satu keterangan yang semakin menunjukkan ketinggian derajat orang yang Sabar adalah bahwa orang sabar akan masuk surga dan ketika memasuki pintunya akan disambut salam dari Allah dan para malaikat-Nya. Duhai….alangkah nikmatnya apabila kita berada pada posisi itu.

“(sambil mengucapkan): ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum’ (Salam bagimu atas kesabaran kalian). Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. (QS. Ar-Ra’du: 24).

Sabar adalah Penolong

Allah SWT memerintahkan kita untuk menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong kita.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 153).

Sabar merupakan sikap kita ketika menghadapi setiap permasalahan hidup, dan shalat adalah media kita untuk berkomunikasi kepada Sang Khaliq Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sehingga yang akan menolong kita dalam menghadapi setiap permasalahan adalah kesabaran kita dan senantiasa menjaga hubungan kita dengan Allah SWT.

Pada ayat-ayat selanjutnya Allah SWT menjelaskan lebih jauh mengenai karakteristik dari orang yang sabar dan karunia yang akan diperoleh oleh orang yang sabar.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah: 155).

Pada ayat di atas dikatakan bahwa Allah SWT akan memberikan ujian kepada kita melalui diambilnya sedikit dari karunia baik yang berupa ketentraman, harta, jiwa dan kenikmatan lainnya. Dan Allah perintahkan untuk memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Siapakah orang yang sabar itu dan apakah kabar gembira yang ingin Allah sampaikan itu? Simak kedua ayat selanjutnya sbb:

“ (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” (QS. Al-Baqarah: 156)

“Mereka itulah yang mendapat shalawat  yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS.Al-Baqarah: 157).

Menurut ayat di atas, orang yang sabar adalah orang yang ketika mendapatkan ujian dan cobaan senantiasa beranggapan bahwa segala sesuatu dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Sehingga mereka tidak akan merasa berat ketika dia mengalami cobaan-cobaan seperti yang disebutkan pada ayat sebelumnya (ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa, dst).

Dan kabar gembira bagi orang yang sabar ternyata adalah bahwa orang yang sabar akan mendapatkan:

  1. Shalawat dari Allah SWT.
  2. Rahmat dari Allah SWT.
  3. Bimbingan petunjuk dari Allah SWT.

Kita mungkin ingat juga bahwa dalam ayat yang lain dikatakan bahwa Allah dan para malaikat SELALU bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dan dalam hadits nabi diriwayatkan bahwa orang yang bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekali akan dibalas dengan 10 shalawat Allah kepadanya. Dan orang yang sabar akan mendapatkan pula shalawat Allah SWT.

Selain itu orang yang sabar juga akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Padahal dalam sebuah hadits dikatakan bahwa seseorang tidak akan masuk surga disebabkan karena amalan-amalannya, melainkan hanya karena Rahmat Allah kepadanya.

Kemudian orang yang sabar juga akan mendapatkan bimbingan petunjuk dari Allah SWT. Betapa berharganya petunjuk dari Allah SWT mengingat tidak ada siapapun yang dapat menyesatkan orang yang diberi Allah bimbingan petunjuk.

“Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka baginya tak ada orang yang akan memberi petunjuk. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan.” (QS. Al-A’raf: 186)

Sabar itu Berat dan Perlu Dilatih (Dipaksakan)

Sabar itu bukan perkara yang mudah, ia adalah hal besar yang berat dan perlu perjuangan.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu‘ (QS. Al-Baqarah:45)

Sabar (dan shalat) adalah sesuatu yang sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang selalu khusyu’. Siapakah orang yang khusyu’ tersebut? Simak lanjutan ayatnya berikut ini.

“(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya” (QS. Al-Baqarah: 46)

Hanya orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui dan kembali kepada Tuhannya yang akan lebih mudah dalam bersabar dan shalat untuk menolongnya menghadapi berbagai ujian yang menimpanya.

Selain itu sabar ini juga perlu terus dilatih dan dipaksakan.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah (paksakanlah) kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200) [wkid/ua]


Tentang Artikel :

Hubungan sabar dengan iman seperti hubungan kepala dengan jasadnya, ungkap Rasulullah SAW mengilustrasikan pentingnya bersabar. Bagaimana Al-Qur'an menjelaskan tentang Sabar?


ARTIKEL TERKAIT

TOPIK POPULER

Download Apps