Saat Penyesalan Tiada Lagi Gunanya (Tafsir Surat Yasin Bagian 4)

WAKOOL.ID-- Pada ayat-ayat sebelumnya diceritakan tentang seorang lelaki yang menyeru kepada kaumnya agar mengikuti ajakan para rasul. Kemudian seruan kebaikan tersebut justru direspon dengan olok-olok, ancaman hingga akhirnya pembunuhan terhadap lelaki pinggiran kota yang mengajaknya pada kebaikan. Kemudian pada ayat sebelumnya juga digambarkan bagaimana penyeru kebaikan tersebut akan mendapatkan kenikmatan dan kehormatan di surga nya Allah SWT setelah wafatnya. Lalu bagaimana dengan nasib kaum yang mendustakan dan mengolok-oloknya tersebut? Mari kita simak ayat-ayat berikutnya:

وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى قَوْمِهٖ مِنْۢ بَعْدِهٖ مِنْ جُنْدٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَمَا كُنَّا مُنْزِلِيْنَ

28.Dan setelah dia (meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukan pun dari langit kepada kaumnya, dan Kami tidak perlu menurunkannya.

اِنْ كَانَتْ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً فَاِذَا هُمْ خَامِدُوْنَ

29.Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.

Apa yang dilakukan oleh masyarakat negeri itu mendatangkan murka Allah yang datang seketika dan mematikan mereka. Sangat mudah bagi Allah untuk memberikan kasih sayang ataupun siksa pada manusia. Hanya saja Allah ingin memberi kesempatan demi kesempatan pada manusia untuk kembali ke jalan kebenaran yang diridhai Nya. Sehingga diturunkanlah para utusan-utusan Nya untuk memberikan petunjuk dan peringatan. Namun ketika sudah diperingatkan berkali-kali masih tidak mengindahkan, bahkan hendak memadamkan cahaya petunjuk Allah di muka bumi ini dengan membunuh para utusan Nya, maka azab Allah lah yang akan mereka terima. Dan mereka pun pasti tak mungkin berhasil memadamkan cahaya Nya. Serta sangat mudah sekali bagi Allah memusnahkan mereka, seperti diilustrasikan di ayat diatas dengan sekali teriakan saja yang membinasakan mereka.

يٰحَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِۚ مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ

30.Alangkah besar penyesalan terhadap hamba-hamba itu, setiap datang seorang rasul kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.

اَلَمْ يَرَوْا كَمْ اَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِّنَ الْقُرُوْنِ اَنَّهُمْ اِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُوْنَ

31.Tidakkah mereka mengetahui berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan. Orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tidak ada yang kembali kepada mereka

وَاِنْ كُلٌّ لَّمَّا جَمِيْعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُوْنَ

32.Dan setiap (umat), semuanya akan dihadapkan kepada Kami

Manusia-manusia yang akhirnya dibinasakan tersebut akan merasakan penyesalan yang luar biasa. Bagaimana tidak, mereka justru mengolok-olok dan membunuh orang yang mau menyelamatkan mereka. Bahkan bukan hanya seorang rasul, tapi tiga orang rasul ditambah seorang lelaki dari kaumnya yang datang memberikan peringatan tapi mereka menolaknya. 

Tidakkah mereka ini melihat apa yang terjadi pada umat-umat terdahulu yang bersikap seperti mereka ini dan lalu dibinasakan? Dan ketika sudah dibinasakan, maka mereka tak akan dapat kembali untuk memperbaiki diri, melainkan hanya penyesalan yang amat mendalam tapi sudah tiada gunanya lagi. Ayat ini memberikan pesan penting juga agar kita mau belajar dari kisah dan sejarah terdahulu. Karena Sunnatullah berlaku di sepanjang masa. Apa yang berlaku pada suatu bangsa maka bisa juga berlaku bagi bangsa yang lain. Mempelajari sejarah dapat menjadi ancaman peringatan bagi para pelaku dosa dan sekaligus pembangkit optimisme bagi para pencari kebenaran. 

Lebih celakanya lagi, dibinasakannya para pendusta rasul itu bukanlah akhir dari derita yang akan mereka terima. Tapi justru merupakan awal dari permasalahan yang mereka terima. Mereka semuanya pasti akan dihadapkan pada Mahkamah Allah SWT yang Maha Adil. Semua akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang diperbuat selama hidup di dunia. Semua, tanpa terkecuali. 

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits bersabda: 

“Tidak ada seorangpun kecuali dia akan berbicara kepada Tuhannya di hari Kiamat. Dan antara dia dan Allah tidak membutuhkan penerjemah bahasa.

Kemudian hamba itu melihat ke kanan dan ke kiri. Maka, ia tidak melihat apa-apa kecuali amal-amal yang telah ia perbuat ketika di dunia. Dan ia melihat dihadapan nya. Maka, ia tidak melihat apa-apa kecuali neraka.

Dan pada waktu itu ia akan ditanya 5 pertanyaan:

1. Menghabiskan umur untuk apa saja?
2. Masa muda digunakan untuk apa?
3. Dari mana engkau mendapatkan pendapatan (rezeki)?
4. Untuk apa saja engkau mengalokasikan pendapatan itu?
5. Apa yang engkau kerjakan dengan ilmu yang engkau miliki?”

Sudah siapkah kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas? Jangan sampai kita berada pada kondisi penyesalan yang tak ada gunanya nanti. Selagi kita masih diberikan kesempatan, jangan sia-siakan. Semoga Allah SWT membantu niat dan upaya kita semua. [wkid/al-abror]


Tentang Artikel :

Berhati-hatilah selama hidup di dunia. Belajarlah dari sejarah masa lalu. Karena nanti penyesalan tak akan ada lagi gunanya.


ARTIKEL TERKAIT

TOPIK POPULER

Download Apps