15 Sertifikasi TI yang Dibayar Paling Mahal

Tentang Artikel :

Sertifikasi profesional merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai seseorang sebagai salah satu bentuk pengakuan atas penguasaan kompetensi tertentu. Namun demikian banyak sekali pilihan sertifikasi profesional yang tersedia di pasar. Sertifikasi apa saja diantaranya yang dihargai paling tinggi diantara sertifikasi yang ada tersebut?


WAKOOL.ID – Jika anda sedang berfikir bagaimana caranya untuk mendongkrak karir Anda di dunia Teknologi Informasi (TI), maka mengambil sertifikasi TI adalah salah satu jalan yang telah terbukti efektifitasnya. Lebih jauh sertifikasi TI dan penguasaan kompetensi terkait dapat mendongkrak gaji anda, memisahkan anda dari persaingan, serta membantu anda untuk mendapatkan promosi dari posisi Anda sekarang.

Sebuah survey dari Global Knowledge menemukan bahwa 83 persen dari profesional TI di Amerika Serikat dan Kanada memiliki setidaknya sebuah sertifikasi TI. Dan rata-rata gaji di AS untuk seorang pemegang sertifikasi TI rata-rata lebih tinggi 11,7 persen atau sekitar 8.400 USD lebih tinggi dibanding yang belum bersertifikasi.

[Baca juga: Sertifikasi: Apa, Mengapa, dan Ironinya di Negeri Ini]

Memiliki karyawan profesional bersertifikasi juga bermanfaat bagi perusahaan. Dari perusahaan yang disurvey diatas, 44 persen dari pengambil keputusan TI mengatakan bahwa sertifikasi membuat karyawan bekerja lebih cepat, 33 persen mengatakan lebih efisien ketika mengimplementasikan sistem dan 23 persen mengatakan sertifikasi membantu mereka mengimplementasikan produk dan layanan mereka secara lebih cepat dengan kesalahan yang lebih sedikit.

Berikut ini adalah 15 sertifikasi TI yang paling dihargai mahal untuk pekerja TI di AS dan Kanada tahun 2018 ini berdasarkan survey dari Global Knowledge yang disebut di atas. Walaupun bukan untuk kondisi di Indonesia, tapi setidaknya dapat memberikan gambaran tentang penghargaan terhadap sertifikasi-sertifikasi TI tersebut dibanding banyak sertifikasi TI yang ditawarkan di pasar.

1. Sertifikasi CGEIT (Certified in the Governance of Enterprise IT)

Dikeluarkan oleh ISACA sebagai bukti penguasaan kompetensi terkait tata kelola TI perusahaan. Sertifikasi TI ini merupakan bukti bahwa pemegangnya mampu untuk menerapkan prinsip dan konsep tata kelola TI dalam sebuah lingkungan profesional. Menurut ISACA, sertifikasi ini dirancang untuk individu-individu yang memiliki peran signifikan dalam manajemen, konsultansi dan pemastian yang terkait dengan tata kelola TI perusahaan. Termasuk didalamnya para direktur TI, konsultan, eksekutif, manajer dan profesional tata kelola.

Kebutuhan: Pengalaman 5 tahun atau lebih dalam mengelola, atau melakukan pelayanan atau pengawasan terkait inisiatif tata kelola TI dalam skala enterprise. Diperlukan minimum 1 tahun pengalaman dengan sebuah framework tata kelola TI dan pengalaman dalam minimal 2 domain CGEIT yang terdiri atas manajemen strategis, realisasi manfaat, optimasi risiko atau optimasi sumber daya.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CGEIT: USD 121.363.

2. Sertifikasi AWS Certified Solution Architect – Associate

Amazon Web Service (AWS) merupakan platform pilihan utama di wilayah AS, Kanada bahkan dunia. Sementara itu sertifikasi AWS Certified Solution Architect –Associate ini diracang untuk mereka yang memiliki latar belakang penggunaan platform AWS. Fokus utamanya terkait dengan kemampuan untuk merancang dan menerapkan sistem yang skalabel pada platform AWS termasuk juga untuk bagaimana menjaga biaya pengembangannya tetap efektif tanpa mengorbankan keamanan, kehandalan dan kualitasnya.

Kebutuhan: Minimal satu tahun pengalaman merancang sistem pada platform AWS, pengetahuan sedikitnya satu bahasa pemrograman tingkat tinggi, dan pemahaman tentang praktik-praktik terbaik seputar pengembangan aplikasi-aplikasi berbasis AWS.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi AWS: USD 121.292.

3. Sertifikasi PMP (Project Management Professional)

Sertifikasi PMP ditawarkan oleh PMI dan dirancang untuk para profesional manajemen proyek tingkat lanjut. PMI mengklaim bahwa sertifikasi PMP akan membuat pemegangnya dapat bekerja di industri apapun, dengan metodologi apapun, dan dimanapun lokasinya. Sertifikasi ini mencakup lima tahapan utama dari siklus hidup proyek, yaitu inisiasi, perencanaan, eksekusi, pemantauan dan pengendalian, serta penutupan.

Kebutuhan: Untuk dapat mengikuti ujian, peserta dengan tingkat pendidikan setara S1 (masa kuliah 4 tahun) perlu memiliki tiga tahun pengalaman di manajemen proyek, 4500 jam dalam memimpin dan mengarahkan proyek, serta 35 jam dalam pendidikan terkait manajemen proyek. Adapun peserta dengan tingkat pendidikan dibawahnya, diperlukan lima tahun pengalaman, 7500 jam memimpin dan mengarahkan proyek, serta 35 jam dalam pendidikan manajemen proyek.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi PMP: USD 114.475.

4. Sertifikasi AWS Certified Developer – Associate

Sertifikasi TI yang dikeluarkan oleh Amazon ini dirancang untuk para pengembang yang bekerja dengan layanan-layanan utama AWS. Sertifikasi ini menunjukkan kemampuan pemegangnya dalam mengembangkan, mengimplementasikan dan memelihara aplikasi berbasis cloud dengan AWS. Dengan semakin banyaknya organisasi yang mengadopsi teknlogi cloud, Internet of Things, machine learning dan teknologi-teknologi baru lainnya, maka sertifikasi AWS Certified Developer ini menjadi lebih berharga bagi para pencari pekerjaan.

Kebutuhan: minimal satu tahun pengalaman dalam merancang dan memelihara aplikasi berbasis AWS, pengetahuan yang kuat mengenai minimal satu bahasa pemrograman tingkat tinggi, serta pemaaman tentang layanan-layanan AWS.

Rata-rata gaji untuk AWS certified Developer—Associate ini adalah USD 114.473.

5. Sertifikasi CISSP (Certified Information System Security Professional (CISSP)

Sertifikasi TI ini ditawarkan oleh ISC dan diakreditasi oleh ANSI, secara formal diakui oleh Departemen pertahanan AS dan diadopsi sebagai standard untuk program lembaga keamanan nasional AS. Sertifikasi ini diakui secara global sebagai sertifikasi yang dirancang untuk membantu para profesional IT security untuk memantapkan praktik-praktik terbaik seputar dunia sekuriti modern.

Kebutuhan: minimal lima tahun pengalaman di keamanan informasi dan sedikitnya tiga tahun pengalaman sebagai seorang manajer sekuriti. Pemegang sertifikasi CISSP ini diwajibakan untuk terus mengikuti perkembangan kompetensi profesionalnya melalui kredit CPE (continuing professional education) dan diperlukan sedikitnya lima tahun pengalaman profesional pada dua atau lebih topik yang diujikan.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CISSP: USD 111.475.

6. Sertifikasi CRISC (Certified in Risk and Information Systems Control)

ISACA mengklaim bahwa sertifikasi CRISC merupakan satu-satunya sertifikasi yang menyiapkan dan memungkinkan para profesional TI untuk tantangan spesifik dari manajemen risiko TI dan organisasi, serta memposisikannya sebagai mitra straetgis bagi organisasi. Sertifikasi ini merupakan bukti kemampuan pemegangnya terkait manajemen, asesmen, mitigasi, respon, pemantauan dan pelaporan risiko.

Kebutuhan: Untuk mendapatkan sertifikasi CRSIC, dibutuhkan minimal tiga tahun pengalaman pada sedikitnya dua dari empat topik yang dicakup dalam sertifikasi ini. Pemegangnya juga diharuskan untuk terus mengkinikan kompetensinya melalui laporan kredit CPE pada setiap tahunnya untuk mempertahankan sertifikasi yang dipegangnya.

Rata-rata gaji bagi para pemegang sertifikasi CRISC: USD 111.049.

7. Sertifikasi CISM (Certified Information Security Manager)

ISACA juga menawarkan sertifikasi CISM yang fokusi pada sekuriti TI pada tingkatan manajemen. Sertifikasi ini dirancang untuk dapat menjadi bukti bahwa pemegangnya memiliki kompetensi cukup dalam membangun, merancang dan mengelola inisiatif-inisiatif sekuriti perusahaan.

Kebutuhan: Untuk mendapatkan sertifikasi CISM, diperlukan sedikitnya lima tahun pengalaman di bidang keamanan informasi. Dibutuhkan pula bagi para pemegangnya untuk terus mengkinikan dan mengaplikasikan kemampuannya melalui laporan kredit CPE setiap tahunnya.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CISM: USD 108.043.

8. Sertifikasi Certified ScrumMaster

Sertifikasi ini ditawarkan oleh The Scrum Alliance. Sertifikasi TI ini dapat dijadikan alat bukti penguasaan pengetahuan pemegangnya mengenai framework Scrum dan bagaimana mengaplikasikannya dalam dunia kerja. Sertifikasi ini khususnya bermanfaat untuk para project manager, technical project manager, Scrum master, program manager, pimpinan proyek dan para pengembang. Bersama dengan sertifikasi ini, pemegangnya akan mendapatkan keanggotaan Scrum Alliance selama dua tahun, yang akan memberikan akses pada acara-acara jejaring lokal dan online.

Kebutuhan: sebelum dapat mengambil sertifikasi ini, calon pemegang sertifikasi diharuskan untuk menghadiri secara personal kursus CSM selama dua hari.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi Certifie ScrumMaster ini adalah USD 106.938.

9. Sertifikasi CEH (Certified Ethical Hacker)

Ditawarkan melalui EC-Council, sertifikasi ini untuk menunjukkan bahwa pemegangnya memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk menemukan kerentanan dalam sistem komputer dan untuk mencegah terjadinya peretasan. Seorang “ethical hacker” adalah seseorang yang menggunakan keterampilan dan pengetahuan yang sama dengan para peretas yang jahat untuk mengembangkan pengendalian sekuriti untuk mencegah potensi serangan.

Kebutuhan: dibutuhkan dua tahun pengalaman bekerja di keamanan informasi.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CEH adalah USD 106.375

10. Sertifikasi Six Sigma Green Belt

Six Sigma merupakan sebuah metodologi manajemen yang digunakan untuk meningkatkan kualitas manajemen. Terdapat beberapa level sertifikasi dalam Six Sigma ini yang harus diikuti secara bertahap mulai dari yang paling bawah. Jadi apapun jabatannya, semua harus mulai dari sertifikasi Green Belt level pemula (entry level). Seorang Six Sigma Green Belt akan dibimbing oleh yang sudah mencapai Black Belt untuk memahami lebih dalam metodologi ini.

Kebutuhan: Tiga tahun pengalaman dalam pekerjaan dalam minimal satu area Six sigma Green Belt Body of Knowledge, serta pengalaman bekerja secara full time profesional.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi Six Sigma Green Belt adalah USD 104.099.

11. Sertifikasi CCP-V (Citrix Certified Professional – Virtualization)

Sertifikasi CCP-V merupakan bukti penguasaan kompetensi dalam aplikasi desktop virtual menggunakan teknologi Citrix. Topik yang dipelajari mencakup pra-instalasi, instalasi teknologi-teknologi yang dibutuhkan, konfigurasi komponen-komponen teknis dan pengujian konfigurasi-konfigurasi. Pada 2014, sertifikasi ini menggantikan Citrix Certified Enterprise Engineer (CCEE) dan fokus pada skill untuk menerapkan, memelihara dan mengkonfigurasi solusi-solusi berbasis software Citrix XenDesktop.

Kebutuhan: diperlukan sertifikasi pada level “associate” dulu sebelum dapat naik ke sertifikas CCP-V.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CCP-V adalah USD 103.424.

12. Sertifikasi MCSE (Microsoft Certified Solutions Expert) – Server Infrastructure

Diantara daftar sertifikasi ini, MCSE ini cukup unik karena ia tidak lagi ditawarkan melalui Microsoft. Sertifikasi TI ini telah diganti dengan sertifikasi MCSE: Cloud Platform and Infrastructure. Tapi betapapun ia masuk ke dalam sertifikasi yang dibayar mahal karena sertifikasinya masih berlaku jika diambil sebelum Maret 2017.

Sertifikasi ini menjadi bukti kemampuan pemegangnya untuk menjalankan data center yang efisien dan pengetahuan seputar teknologi cloud, virtualisasi, storage, jaringan, dan manajemen sistem dan identity.

Kebutuhan: sebelum dapat memperoleh sertifikasi MCSE ini diperlukan salah satu dari empat sertifikasi MCSA yang dikeluarkan oleh Microsoft.

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi MCSE-Server Infrastructure ini adalah: USD 100.656.

13. Sertifikasi CISA (Certifed Information Systems Auditor)

ISACA menjelaskan sertifikasi CISA ini sebagai sertifikasi yang diakui secara global untuk Audit Sistem Informasi. Sertifikasi ini sudah lahir sejak 1978 dan menjadi bukti bahwa pemegangnya memiliki kemampuan dalam setiap tahapan proses audit, kompetensi-kompetensi utama dalam manajemen dan tata kelola TI seperti tata kelola TI, siklus pengembangan dan implementasi TI, manajemen layanan TI, pemastian keberlangsungan layanan TI, hingga perlindungan terhadap keamanan aset-aset TI.

Kebutuhan: Dibutuhkan minimal lima tahun pengalaman dalam audit TI, pengendalian atau keamanan TI. Seperti halnya sertifikasi ISACA lainnya, para pemegangnya diwajibkan untuk selalu mengkinikan dan menerapkan kemampuannya melalui pelaporan kredit CPE untuk dapat mempertahhankan sertifikasinya.

Rata-rata gaji pemegang sertifikasi CISA: USD 99.648

14. Sertifikasi CCNP (Cisco Certified Networking Professional) Routing and Switching

Sertifikasi CCNSP diperuntukkan untuk para profesional TI yang telah menyelesaikan sertifikasi CCNA dan kemudian memasuki ujian tahapan berikutnya. Di bawah sertifikasi CCNP ini, dapat dipilih untuk mengambil sertifikasi di cloud, collaboration, data center, routing and switching, service providing, atau wireless.

Kebutuhan: Sebelum dapat mengikuti ujian sertifikasi CCNP, dibutuhkan terlebih dulu untuk lulus ujian sertifikasi CCNA Routing and Switching atau salah satu ujian sertifikasi CCIE.

Rata-rata gaji untuk sertifikasi CCNP Routing and Switching adalah: USD 99.402.

15. Sertifikasi CCA-N (Citrix Certified Associate-Networking)

Sertifikasi CCA-N fokus pada bukti kemampuan dalam penggunaan NetScaler Gateway dalam lingkungan enterpise. Ujian sertifikasi ini mencakup area-area topik seputar penggunakan NetScaler Gateway untuk secara aman mengakses remote desktop, aplikasi dan datanya.

Kebutuhan: tidak ada prasyarat untuk mengambil sertifikasi CCA-N ini

Rata-rata gaji untuk pemegang sertifikasi CCA-N ini adalah USD 99.217.

Jadi setelah mengetahui informasi diatas, sertifikasi apa yang akan anda ambil? [wkid/cio]


ARTIKEL TERKAIT