Tanda Si Kecil Siap Toilet Training dengan Happy

Wakool.id - Dalam hal pelatihan toilet, dan kapan memulai prosesnya, kesabaran biasanya adalah kunci. Banyak orang tua menemukan bahwa rencana terbaik adalah menunggu sampai anak mereka menunjukkan tanda-tanda kesiapan, daripada tunduk pada tekanan dari teman atau keluarga untuk memulai proses terlalu dini, atau meminta anak mereka melatih Buang Air pada usia atau tenggat waktu tertentu.

ada beberapa tanda bahwa si kecil bersiap untuk memulai , bagaimana mempersiapkan anak Anda untuk Toliet Training, dan bagaimana memulai Toilet Training .

Tanda-tanda Kesiapan untuk Toilet Training

Hal penting yang perlu diingat adalah bahwa tidak ada satu pun "usia yang tepat" untuk memulai toilet Training sebuah proses yang mengharuskan si kecil mengembangkan serangkaian keterampilan yang kompleks. Anda paling mengenal anak Anda, dan Anda mungkin merasakan saat yang tepat. Mempelajari cara menggunakan toilet mungkin lebih mudah, dan lebih cepat, ketika anak Anda berusia minimal 2 tahun, atau bahkan sedikit lebih tua.

Berikut beberapa tanda bahwa anak Anda mungkin siap untuk memulai Toilet Training:

  1. Lakukan potty training selama 3 bulan. Jika selama periode itu si Kecil masih belum berhasil melakukannya, besar kemungkinan si Kecil belum siap. Sehingga Anda juga harus lebih sabar melakukan training.
  2. Gunakan potty (tempat duduk khusus potty training) atau dudukan toilet khusus balita agar ia merasa nyaman.
  3. Ajak si Kecil untuk duduk di atas potty selama 15-20 menit, agar ia tahu bagaimana cara buang air kecil dan BAB yang benar.
  4. Beri penjelasan bahwa Ibu merasa senang jika ia melakukan buang air kecil atau BAB di potty.
  5. Anak laki-laki biasanya lebih sulit untuk melakukan buang air di potty. Sebaiknya Ibu memberikan potty yang lebih tinggi untuk si Kecil atau ajarkan langsung untuk buang air di toilet dewasa, namun dengan bantuan pijakan pendek.
  6. Jangan paksa si Kecil untuk bisa melakukannya. Biarkan ia melakukan sesuai dengan kemampuannya, lakukan secara bertahap.
  7. Jangan marahi jika ia masih belum bisa mengontrol buang air kecil dan BAB-nya. Sebab kemampuan syarafnya mengontrol buang air kecil dan BAB baru saja terbentuk.
  8. Berikan pujian jika ia bisa melakukannya dengan baik.
  9. Gunakan kata kode untuk pergi ke toilet.
  10. Jika popoknya basah, ingatkan agar ia memberi tahu Anda.

Cermati tanda-tanda fisik yang menunjukkan bahwa anak merasakan tekanan dari dalam: berjongkok, memegang atau meremas celananya, wajah yang tampak sedang mengejan, menyilangkan kaki, mundur ke pojok, atau bersembunyi. Tanda-tanda fisik ini juga merupakan petunjuk bahwa si kecil sudah mencapai perkembangan yang cukup matang untuk menyadari hal yang sedang terjadi dalam tubuhnya.

Selain melihat kesiapan fisiknya, pertimbangkan juga kesiapan mental si anak. Sebab, seorang anak yang sudah siap secara fisik belum tentu siap meninggalkan kenyamanan popoknya. Beberapa ciri anak sudah siap secara mental untuk diberikan toilet training:

  • Sudah mengenal rasa ingin berkemih dan devekasi
  • Bisa mengungkapkan kebutuhan untuk berkemih baik verbal maupun nonverbal
  • Merasa tidak nyaman dengan kondisi basah atau kotor di celana dan ingin segera diganti
  • Dapat membedakan BAK dan BAB
  • Memahami instruksi sederhana dan bisa meniru perilaku orang lain
  • Tertarik dengan kebiasaan dan kegiatan orang dewasa di kamar kecil
  • Minta diajari menggunakan toilet

Sementara itu, orangtua juga sedang tidak terikat dengan komitmen lain sehingga bisa fokus, karena proses toilet training tidak bisa dilakukan hanya sekali dua kali. Orangtua harus mengenal tingkat kesiapan anak untuk berkemih dan devekasi, bisa meluangkan waktu untuk latihan berkemih dan devekasi pada anaknya, dan tidak sedang mengalami konflik tertentu atau stress keluarga yang berlebihan yang bisa mengganggu proses toilet training pada anak.

Usia yang tepat untuk memulai toilet training

Toilet Training dapat dilakukan pada usia 1-3 tahun atau usia balita, pada saat kemampuan untuk mengontrol rasa ingin pipis dan pup telah berfungsi. Namun kesiapan dan kemampuan setiap anak berbeda-beda tergantung faktor fisik dan psikologisnya. Baca juga Cara Mengajari dan Melatih Anak Berjalan.

Beberapa hal penting yang harus diingat dalam proses toilet training:

Biarkan anak berkembang sesuai waktunya, Anda tidak bisa mempercepat prosesnya, Anda hanya bisa mengamati dan menstimulasi Biarkan anak memutuskan kapan harus BAB, Anda bisa mengingatkan dan memberi saran, namun jangan memaksanya Hadapi kegagalan anak dalam mengontrol pipis dan BAB dengan sikap alami dan terbuka. Ini merupakan bagian dari proses pertumbuhan yang dihadapi semua anak, jangan menunjukkan sikap jijik, Beri respon sesegera mungkin begitu anak mulai menunjukkan urgensi untuk pipis atau BAB karena anak hanya bisa menahan pipis atau BAB untuk waktu singkat. Memulai toilet training memang harus melihat kesiapan anak secara fisik dan mental serta kesiapan orang tua. Namun, prosesnya juga tidak boleh terlambat dilakukan, usia dua sampai tiga tahun harus sudah dikenalkan ke toilet. Perkembangan sosial anak akan terganggu jika terlambat mendapatkan toilet training, apalagi ketika sudah memasuki masa sekolah. Artikel terkait: Tips Memilih Sekolah KB / TK yang Bagus untuk Anak

Demikian sedikit informasi terkait pengertian, kapan dan cara memulai toilet training. Transisi dari popok ke toilet merupakan milestone besar dan mencakup perubahan psikologis yang signifikan pada anak. Tak seperti milestone lainnya, toilet training membutuhkan bimbingan yang intens, waktu dan kesabaran. Namun, dengan kekonsistenan, semangat dan pujian dari Anda, buah hati Anda akan segera lulus toilet training tanpa Anda sadari.

Referensi : wkid/ zerotothree.org

Picture: pinterest/ kingascorner.com


Tentang Artikel :

Dalam menerapkan cara melatih anak toilet training, diperlukan proses dan kesabaran dari orang tua atau pengasuh. Sebab proses pembelajaran toilet training berbeda antara satu anak dengan yang lainnya. Ada anak yang siap lebih cepat, ada pula anak yang siap lebih lambat.


Download Apps