8 Indikator Kematangan Fungsi Audit Internal

Tentang Artikel :

Peranan fungsi audit internal pada sebuah organisasi sangat penting untuk memastikan pengendalian internal diterapkan secara memadai dalam sebuah organisasi. Oleh karena itu kematangan fungsi ini juga akan berdampak pada seberapa baik sebuah organisasi dapat menerapkan pengendalian internal atas risiko-risiko yang mengancam organisasi dalam mencapai tujuannya. Apakah indikator-indikator yang dapat digunakan untuk menilai seberapa matang fungsi audit internal sebuah organisasi?


WAKOOL.ID -- Mengetahui tingkat kematangan dari sebuah departemen Audit Internal diharapkan dapat membantu para pemangku kepentingan untuk menentukan strategi yang diperlukan untuk meningkatkna kinerja dan kehandalannya. Demikian menurut laporan yang baru dirilis oleh Institute of Internal Auditor yang bertajuk “Benchmarking Internal Audit Maturity: A High-Level Look at Audit Planning and Processes Worldwide.”

Laporan ini menjelaskan indikator-indikator utama dari kematangan tersebut dengan berdasarkan pada data dan respon survey yang dilakukan terhadap lebih dari 14 ribu responden yang tersebar di 166 negara. Sekitar seperempat diantaranya merupakan Chief Audit Executives (CAE) dan hampir separuhnya adalah staf bagian Internal Audit pada organisasinya.

Berikut ini adalah bagian dari laporan tersebut terkait dengan indikator kematangan Audit Internal organisasi.

  1. Audit Internal hampir sepenuhnya selaras dengan rencana strategis organisasi dan fleksibel untuk berubah. Lebih dari separuh (55 persen) CAE mengatakan bahwa departemen yang dipimpinnya hampir atau sepenuhnya telah selaras dengan organisasi. Keselarasan ini membantu timbulnya sinergi dengan seluruh bagian dalam organisasi.
  2. Audit internal berbasis pada asesmen risiko yang holistik untuk memahami organisasi pada tingkatan mikro dan makro. Terminologi “asesmen holistik” berarti ia dilakukan secara komprehensif, tidak hanya dilakukan pada area-area tertentu saja pada suatu waktu.
  3. Audit Internal memiliki staf dengan kombinasi latar belakang keahlian audit dan pemahaman tentang industri yang dilengkapi dengan kompetensi bisnis, pemikiran kritis, dan kepemimpinan.
  4. Audit Internal memiliki program pelatihan yang terstruktur, terdokumentasi, dan terdiversifikasi. Sebagian besar pelatihan fokus pada skil audit internal, sementara 53 persen CAE mengatakan bahwa pelatihan juga mencakup pengembangan pengetahuan bisnis.
  5. Audit internal sering melakukan pemutakhiran asesmen risiko untuk tetap menjaga relevansi dengan perkembangan organisasi.
  6. Audit internal mendokumentasikan dan memonitor prosedur-prosedur audit untuk lebih memudahkan adaptasi terhadap perubahan-perubahan.
  7. Audit internal menggunakan teknologi mutakhir, seperti data mining, data analitik, dan continuous/real time auditing). Teknologi data mining digunakan hampir separuh (47 persen) departemen. Demikian juga dengan penggunaan data analytics juga hampir sama digunakan oleh 45 persen departemen. Sedagkan penggunaan real-time auditing digunakan oleh sepertiga (31 persen) responden.
  8. Audit internal memiliki program-program quality assurance dan perbaikannya.

Demikianlah 8 indikator kematangan fungsi Audit Internal sebuah organisasi. Bagaimana dengan fungsi Audit Internal di organsiasi Anda? [wkid/accountingweb]


ARTIKEL TERKAIT