Blended Learning Management System

Tentang Artikel :

Blended learning adalah sebuah pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran. Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online.


 

WAKOOL.ID -- Proses pembelajaran yang sering dijumpai di kelas yang biasa menggunakan pembelajaran tatap muka (face-toface) membuat sebagian siswa merasa bosan untuk mengikutinya. Hal tersebut menyebabkan siswa suka membolos pada proses pembelajaran karena tidak ada ketertarikan dalam mengikutinya. Hal tersebut menyebabkan hasil yang diharapkan oleh guru dan siswa tidak sesuai. Terlebih di era 21 ini perkembangan teknologi yang pesat membuat siswa berpikir proses pembelajaran tidak diharus di kelas. Mereka berpikir dengan memanfaatkan teknologi yang ada, proses pembelajaran juga dapat berlangsung. Proses pemanfaatan teknologi pada pembelajaran biasa disebut dengan pembelajaran elektronik atau e-learning.

Sebagian siswa merasa bahwa menggunakan model pembelajaran tatap muka di kelas (face-to-face) terlalu kuno sehingga dengan menerapkan e-learning pada proses pembelajaran tidak akan ketinggalan zaman dan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan serta lebih efektif. Akan tetapi proses pembelajaran yang hanya memanfaatkan teknologi saja atau yang hanya menerapkan e-learning tidak dapat sepenuhnya berhasil. Hal tersebut dikarenakan gaya belajar masingmasing siswa berbeda-beda.

Gaya belajar dikelompokan menjadi 3, yaitu gaya belajar visual, gaya belajar audio dan gaya belajar kinestetik. Para siswa yang memiliki gaya belajar visual dan audio mungkin akan berhasil dalam mengikuti pembelajaran dengan penerapan e-learning akan tetapi untuk para siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik mungkin memiliki kesempatan kecil akan berhasil pada proses pembelajaran. Disamping gaya belajar yang berbeda-beda, komunikasi antar siswa dan antara guru dengan siswa juga diperlukan. Mengapa komunikasi diperlukan? Karena dengan berkomunikasi, baik siswa maupun guru akan mengetahui sejauh mana hasil yang didapatkan dalam proses pembelajaran.

Blended learning adalah sebuah model pembelajaran yang menggabungkan antara pembelajaran tatap muka (faceto-face) dengan e-learning. Blended learning merupakan konsep baru dalam pembelajaran dimana penyampaian materi dapat dilakukan di kelas dan online.

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa blended learning lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional dengan sistem tatap muka maupung dengan sistem e-learning atau pembelajaran online. Tingkat efektifitas tersebut ditunjang dengan kelebihan yang dimiliki oleh pembelajaran dengan sistem pembauran (blended learning), sebagai berikut:

KELEBIHAN BLENDED LEARNING

  1. Penyampaian pembelajaran dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja dengan memanfaatkan sistem jaringan internet.
  2. Peserta didik memiliki keleluasan untuk mempelajari materi atau bahan ajar secara mandiri dengan memanfaatkan bahan ajar yang tersimpan secara online.
  3. Kegiatan diskusi berlangsung secara online/offline dan berlangsung diluar jam pelajaran, kegiatan diskusi berlangsung baik antara peserta didik dengan guru maupun antara antar peserta didik itu sendiri.
  4. Pengajar dapat mengelola dan mengontrol pembelajaran yang dilakukan siswa diluar jam pelajaran peserta didik.
  5. Pengajar dapat meminta kepada peserta didik untuk mengkaji materi pelajaran sebelum pembelajaran tatap muka berlangsung dengan menyiapkan tugas-tugas pendukung.
  6. Target pencapaian materi-materi ajar dapat dicapai sesaui dengan target yang ditetapkan
  7. Pembelajaran menjadi luwes dan tidak kaku

KEKURANGAN BLENDED LEARNING

  1. Pengajar perlu memiliki keterampilan dalam menyelenggarakan e-learning
  2. Pengajar perlu menyiapkan waktu untuk  mengembangkan dan mengelola pembelajaran sistem e-learning, seperti mengembangkan materi, menyiapkan assesment, melakukan penilaian, serta menjawab atau memberikan pernyataan pada forum yang disampaikan oleh peserta didik.
  3. Pengajar perlu menyiapkan referensi digital sebagai acuan peserta didik dan referensi digital yang terintegrasi dengan pembelajaran tatap muka
  4. Tidak meratanya sarana dan prasarana pendukung dan rendahnya pemahaman tentang teknologi.
  5. Diperluken strategi pembelajaran oleh pengajar untuk memaksimalkan potensi blended learning.

Potensi penerapan pembelajaran dengan sistem blended learning sangat memungkinkan untuk dilaksanakan, ini seiring dengan berkembangan teknologi informasi dan komunikasi bagi dari segi menjamurnya aplikasi pendukung juga disertai dengan meratanya pemanfaatan teknologi tersebut bagi masyarakat, sehingga kekurangan-kekurangan seperti yang disebutkan di atas dapat diatasi dengan adanya kemauan yang besar dari pengajar.

[/wkid]


ARTIKEL TERKAIT