Pengantin Al-Quran: Tafsir Ar-Rahman (Bagian 1)

Tentang Artikel :

Rasulullah SAW diriwayatkan bersabda "Segala sesuatu ada pengantinnya, dan pengantin Al-Qur'an adalah Surah ar-Rahman". Mengapa Surat Ar-Rahman disebut dengan Pengantinnya Al-Qur'an?


WAKOOL.ID-- Surat Ar-Rahman ini merupakan surat yang turun sewaktu Nabi SAW masih di Mekah. Surat ini memperkenalkan siapakah Allah Yang ar-Rahman itu. Dimana kaum kafir mekah waktu itu belum mengenalnya. Seperti dijelaskan pada ayat berikut:

“Dan apabila diperintahkan kepada mereka, ‘Sujudlah kepada Ar Rahman’, mereka akan bertanya, ‘Siapakah Ar-Rahman itu?" (QS. al-Furqan: 60).

Padahal seharusnya sifat ini sudah dikenal sejak zaman nabi-nabi terdahulu. Misalnya Nabi Sulaiman as ketika menulis surat maka beliau memulainya dengan kalimat BismiLlahi ar-Rahman ar-Rahim.

Surat ini menjelaskan Allah Yang Maha Rahman itu dengan sangat indahnya sehingga Nabi SAW antara lain menjuluki surat ini dengan pengantinnya al-Qur'an. Saking indahnya surat ini dan mengungkapkan berbagai macam nikmat yang semestinya kita sadari dengan sangat indah. Seperti layaknya pengantin yang begitu bahagianya dan melihat segala sesuatunya tak lain adalah keindahan.

Dalam surat ini Allah menjelaskan apa/siapa itu ar-Rahman yang berarti rahmat yang menyeluruh kepada siapa dan apapun, baik yang hidup maupun yang mati, yang beriman maupun yang kafir, manusia, jin ataupun hewan, tumbuhan ataupun benda-benda apapun.

Wujud rahmat dan nikmat Allah yang paling utama dan pertama disampaikan disini adalah bahwa Dia (ar-Rahman) ini yang telah mengajarkan al-Qur'an. Kita sering tidak/kurang menyadari akan nikmat terbaik yang diberikan Allah kepada kita ini. Kita tak menyadari bahkan seringkali mengabaikannya, menaruhnya pada lemari kita tanpa kita baca dan pelajari kecuali waktu-waktu tertentu yang sedikit. Padahal al-Quran ini adalah wujud rahmat Allah yang paling tinggi untuk kita. Kalau kita ingin mendapatkan rahmat Allah, maka dekati dan senantiasa dekat dengan al-Quran ini, maka kita akan mendapatkan curahan Rahmat Nya. Itulah mungkin sebabnya Rasulullah bersabda bahwa "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya".

Karena al-Quran adalah nikmat terbaik, maka yang mempelajari dan mengajarkannya pun akan menjadi manusia yang terbaik.

Kemudian wujud rahmat dan nikmat Allah yang berikutnya adalah bahwa ar-Rahman itu adalah Dzat yang telah menciptakan manusia. Dengan rahmat Nya lah manusia diciptakan dengan sebaik-baik bentuk. La qad khalaqna al-Insan fi ahsani at-taqwim (surat at-Tien: 4).

Dia Sang Rahman itu bukan hanya menganugerahkan al-Qur'an dan menciptakan manusia, tapi juga mengajarkan bagaimana menjelaskannya, bagaimana manusia dan al-Quran itu dapat "berbicara". Dia memberikan potensi pada manusia untuk dapat memahami al-Quran baik yang terutlis maupun tidak tertulis.

Dan penjelas paling utama adalah dengan diturunkannya Rasulullah SAW yang menjelaskan dan membuat al-Qur'an itu berbicara dan berjalan di tengah-tengah manusia. Sehingga Al-Quran adalah kitabullah yang shamit (diam), sementara Rasulullah SAW adalah kitabullah yang berjalan (natiq). Seperti juga ditegaskan dalam surat al-Bayyinah yang menjelaskan bahwa bukti dan penjelasan yang nyata tentang kebenaran itu adalah

"(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran)" (QS. Al-Bayyinah: 2)

Hal ini juga menunjukkan bahwa kehadiran Rasulullah SAW merupakan sebuah anugerah dan wujud Rahmat Allah SWT yang tertinggi disamping al-Qur'an. Karena dengan kehadiran beliau kita dapat memahami nikmat dan rahmat Allah yang tertinggi, yaitu: Al-Qur'an. Nikmat dan rahmat yang --sayangnya-- tanpa kita sadari kita abai dan lupakan. NastaghfiruLLah al-adziem. [wkid/alabror]


ARTIKEL TERKAIT