BLINK! Kekuatan Berfikir Tanpa Berfikir

Tentang Artikel :

Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa dalam melihat dan mengambil keputusan tentang sesuatu. Dia juga memiliki kemampuan untuk berfikir tanpa "berfikir". Ia dapat melakukannya dengan sangat cepat. Secepat kedipan mata, BLINK!


Did they know why they knew? Not at All. But they knew!

WAKOOL.ID-- Otak manusia punya dua strategi untuk membuat keputusan dalam setiap situasi. Strategi pertama dilakukan secara sadar menangkap dan memproses informasi, menimbang kelebihan dan kekurangannya, hingga akhirnya sampai pada kesimpulan rasional yang dianggap terbaik tentang sesuatu. Strategi pemrosesan ini lambat, dan seringkali situasi membuat tidak ada waktu yang cukup untuk melakukannya. 

Ada strategi yang kedua yang jauh lebih cepat dibanding yang pertama. Strategi pemrosesan informasi kedua ini dilakukan secara tak sadar berbasis firasat tanpa analisis yang menyeluruh.

Strategi pengambilan keputusan yang kedua ini membuat otak menyerahkan proses berpikir kompleksnya ke alam bawah sadar. Di bawah sana, tanpa kita sadari, bagian otak tak sadar memproses situasi dalam sekejap mata untuk membuat keputusan terbaik tentang sesuatu.

blink

Kebanyakan orang cenderung hanya mempercayai penilaian sadar mereka dan kurang nyaman dengan keputusan berdasarkan intuisi. Walaupun seringkali terbukti bahwa keputusan cepat mengungguli keputusan yang dibuat setelah analisis yang komprehensif. Tuh kan, saya sudah merasa nggak enak sejak semula!

 

Seorang maestro seni dapat melihat karya seni palsu pada pandangan pertama hanya karena mereka memiliki perasaan yang aneh. Dia hanya dapat menjelaskan penilaian mereka secara rasional nanti.

Dalam banyak situasi, ada pola dan keteraturan yang dikenali oleh alam bawah sadar lebih cepat daripada pikiran sadar dan logis. Justru di saat-saat inilah kita harus mempercayai keputusan cepat kita.

Meskipun ketelitian itu juga diperlukan, namun seringkali kita dihadapkan pada situasi yang tidak memungkinkan kita untuk memeriksa setiap informasi yang tersedia. Sehingga biasanya lebih efektif untuk berkonsentrasi pada beberapa fakta penting dan mengabaikan sisanya.

Jika kita mencoba menganalisis setiap bit informasi yang tersedia, maka hampir pasti kita akan kesulitan membuat keputusan. Ini karena banyak informasi kecil yang tidak relevan justru menyembunyikan sebagian informasi besar dan relevan.

 

Hal yang Merusak

Betapapun, tidak semua orang punya kekuatan menggunakan cara cepat membuat keputusan itu. Sebagian orang lambat atau susah sekali menangkap sinyal-sinyal penting dibalik sesuatu tanpa dizahirkan secara eksplisit terang benderang. 

Namun ada juga kondisi-kondisi yang menyebabkan orang yang sebenarnya punya kekuatan membaca dan mengambil keputusan cepat itu tapi tiba-tiba menjadi seperti autis. Antara lain ketika dia berada dalam kondisi stress dan dalam tekanan waktu. Ketika merasa stress, maka orang akan beralih ke mode "penglihatan terowongan"[1], tidak bisa melihat situasi secara benar. Perhatiannya hanya akan dia curahkan pada ancaman paling dekat. Seperti orang yang mengintip daei sebuah lubang kecil. Banyak sekali hal yang tidak dapat terlihat olehnya.

Penglihatan terowongan dapat, misalnya, menyebabkan seorang polisi menembak orang yang tidak bersalah karena begitu fokus dengan kemungkinan ancaman senjata. Bahkan dompet hitam pun bisa tampak mengancam.

Jika kita ingin menghindari gejala "autis" semacam ini, maka kita harus memperlambat dan mengurangi stres di lingkungan kita. Semakin buruk stresnya, semakin besar kemungkinan menjadi autis untuk sementara waktu. Dan di luar tingkat stres tertentu, proses berpikir logis dapat berhenti sama sekali dan orang menjadi sangat tidak terduga.

Hal lain yang juga dapat merusak kekuatan pengambilan keputusan kita adalah prasangka dan stereotip. Kita mesti secara sadar menghindari prasangka dan stereotipe supaya penangkapan kita tidak justru menyesatkan.

Dulu konon berlaku semacam asumsi di dunia musik bahwa hanya laki-laki yang bisa menjadi musisi profesional seperti pemain biola atau bass. Wanita, terlepas dari seberapa berbakatnya mereka, tidak dianggap sebagai kandidat yang layak untuk pekerjaan itu. Sederhananya, mereka adalah korban stereotip dan prasangka.

Untuk mengatasi masalah ini, kemudian digunakanlah layar selama audisi untuk menyembunyikan gender musisi sehingga mereka dapat dinilai hanya berdasarkan performa mereka saja. Berkat inovasi ini, saat ini ada banyak musisi wanita berbakat luar biasa dalam orkestra di seluruh dunia.

Ala kulli hal, otak manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan secepat kedipan mata. Dalam banyak situasi, ia seringkali lebih superior dibandingkan analisis yang dilakukan secara panjang dan lama. Tapi terkadang, iapun dapat menghasilkan keputusan fatal dan tidak adil dalam sekejap mata pula. Blink! [wkid]

 

[1] Penglihatan terowongan (tunnel vision) terjadi ketika seseorang kehilangan kemampuan penglihatan periferal/penglihatan tepi-nya, sehingga daya pandang yang dia miliki mirip dengan saat seseorang mengintip dari lubang yang kecil. Penglihatannya mengerucut ke depan seperti terowongan.--berbagai sumber

 
 
 
 
 
 
 
 

ARTIKEL TERKAIT