Jenis Serangan Siber yang Perlu Anda Waspadai

Tentang Artikel :

Serangan Siber wajib Anda hindari terutama ketika terjadi malware atau adanya virus berbahaya pada komputer yang menyimpan berbagai data penting. Para oknum akan menarget sistem informasi perangkat komputer maupun perangkat pribadi di mana kebanyakan bersumber anonim.

WAKOOL.ID- Seiring pesatnya perkembangan teknologi, begitu juga jumlah kasus serangan siber. Terdapat beberapa jenis komponen berbahaya yang sering dijumpai. Hal ini cukup menghantui berbagai pihak baik organisasi maupun individu. Tujuan penyerangan ini adalah mencuri data penting atau singkatnya, merugikan korban. Para oknum akan menarget sistem informasi perangkat komputer maupun perangkat pribadi di mana kebanyakan bersumber anonim.

 

Karena dampaknya dapat meluas mulai dari regional hingga global, seringkali kasus seperti ini menjadi sangat menakutkan bagi pihak-pihak tertentu. Utamanya bagi para pemegang informasi-informasi penting. Serangan dunia maya ini juga dapat menyerang siapapun. Korban juga seringkali tidak tahu kapan hal tersebut akan menimpanya. Ini merupakan bencana bagi Anda jika tidak terlebih dahulu memahami fenomena berikut.

 

Munculnya Malware dan Virus di Perangkat

 

Kedua komponen tersebut merupakan sejenis software yang dirancang untuk mendapat akses terhadap suatu sistem komputer tertentu. Umumnya digunakan untuk hal-hal ilegal seperti pencurian data atau perusak suatu sistem operasi komputer. Sementara itu, virus termasuk dalam salah satu jenis malicious software. Jenis komponen dalam komputer memiliki kemampuan untuk menggandakan diri dan menyebar ke komputer-komputer lain. Jika tidak ditangani, penyebarannya menyebabkan kerusakan sistem.

 

Jenis-jenis software berbahaya lainnya adalah network worm, trojan horses, dan ransomware. Cara kerja dari Network worm, yaitu dengan memperbanyak dirinya tanpa menunggu adanya perlakuan atau intervensi dari penggunanya (self-replicating).

 

Trojan horses adalah bagian dari malware yang biasanya tersembunyi dibalik sebuah aplikasi. Trojan bisa saja menginfeksi ponsel Anda. Ia dirancang untuk memaksa hadirnya iklan dan instalasi aplikasi games atau pornografi.

 

Sementara itu, ransomware merupakan bagian dari software yang sering menginfeksi komputer. Umumnya melalui phising email ataupun situs web ilegal. Beberapa kasus ransomware akan meminta tebusan jika korban ingin datanya aman.

 

Selain ketiga contoh tersebut, masih ada berbagai software yang perlu diketahui. Contohnya adalah botnets atau robot network. Botnets dapat secara simultan dirancang untuk menciptakan serangan cyber lebih besar seperti DoS. DoS sendiri adalah serangan dunia maya yang dapat memperlambat hingga menghapus server. DoS akan bekerja dengan membanjiri target dengan jaringan terinfeksi sehingga tidak akan tercipta lalu lintas layanan yang legal.

 

Jenis Serangan Siber Berbahaya Lainnya

Selain contoh-contoh yang telah dijelaskan sebelumnya, masih banyak jenis cyber crime yang bukan termasuk dalam software tersebut. Namun, tentu saja bahaya yang diciptakan adalah sama jika itu menimpa perusahaan atau organisasi.

 

Serangan pertama adalah phising. Phising adalah serangan dalam bentuk email dan tujuannya adalah untuk penipuan atau mencuri akun. Sebagai bentuk serangan yang paling umum terjadi kepada individu, Anda perlu mewaspadainya. Biasanya, oknum pelaku akan menggiring Anda ke website palsu. Jika terjebak, Anda akan tanpa sadar memberikan informasi penting seperti sandi, nomor kartu kredit, atau data penting lainnya secara sukarela. Kejadian itu seringkali dialami oleh seseorang yang tanpa sadar mencari informasi di internet, kemudian diminta untuk mengisi data pribadi. Tentu saja Anda akan mengisinya karena tidak menduga akan terjadinya penyalahgunaan informasi pribadi.  Istilah spear phising juga cukup umum diketahui. Di sini oknum akan bekerja dengan teknik rekayasa sosial. Mereka akan menyamar sebagai pihak terpercaya untuk menerima informasi-informasi penting.

 

Kedua adalah APTs atau advanced persistent threats. Ancaman satu ini cukup kompleks dan biasanya ditujukan pada suatu organisasi spesifik. Oknum pelaku umumnya bekerja dengan sangat rapi. Mereka bahkan rela melakukan riset dalam waktu yang lama hingga bertahun-tahun demi kelancaran aksinya. Sebagai korban, mendeteksi apakah serangan merupakan jenis APTs juga tidaklah mudah.

 

Ketiga adalah Man in The Middle. Sesuai dengan namanya, serangan ini akan masuk di antara komunikasi si target dengan pihak penerima seperti aplikasi, website, maupun individu atau kelompok yang lain. Aktivitas mengontrol sistem komunikasi ini bertujuan untuk memanipulasi target agar pelaku peretasan mendapatkan apa yang diinginkan. Pelaku akan masuk ke dalam jaringan komunikasi lalu mengganti lalu lintasnya dengan milik peretas.

 

Untuk dapat menghindar dari risiko-risiko cyber attack tersebut, ada berbagai cara yang dapat Anda lakukan. Contohnya adalah dengan menggunakan anti malicious software, menggunakan VPN, dan selalu mengupdate software. Tidak kalah penting, hindari untuk membuka link tidak jelas dari orang tidak dikenal. Dengan begitu, Anda akan mengurangi risiko terinfeksi virus. [wkid/picture:freepik.com]


ARTIKEL TERKAIT