Al-Quran yang Spontan

Tentang Artikel :

Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara SPONTAN. Namun redaksinya demikian teliti, demikian indah, demikian mendalam, mempunyai makna yang berlapis lapis, sehingga mustahil itu dibuat oleh manusia.

Dengarkan



WAKOOL.ID-- Kalau kita menulis sesuatu, sesuai pengetahuan dan pengalaman kita secara SPONTAN, lalu kita buat artikel dan dikirim untuk dimuat, hampir pasti artikel itu tidak akan dimuat karena redaksinya pasti banyak kesalahan, tidak teliti, atau minimal editor minta revisi dan perbaikan terlebih dahulu.

Lain halnya kalau kita menulis dengan persiapan lebih lama, diendapkan dahulu, dikoreksi berulang-ulang, minta pendapat yang lain, kemungkinan diterima lebih besar.

Inilah yang terjadi kalau manusia yang menulis.

Berbeda kalau Allah yang menulis, yaitu 'kalam Allah' berupa Al-Quran. Alquran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW secara SPONTAN. Namun redaksinya demikian teliti, demikian indah, demikian mendalam, mempunyai makna yang berlapis-lapis, sehingga mustahil itu dibuat oleh manusia.

Itulah keajaiban Al-Quran yang merupakan mukjizat nabi Muhammad SAW.

Setiap nabi punya mukjizat, namun akan hilang seiring dengan meninggalnya nabi tersebut. Demikian pula kitab suci yang mereka ajarkan tidak abadi, dan seiring dengan waktu banyak diubah-ubah.

Hal tersebut karena ajaran mereka belum selesai dan akan ada nabi berikutnya sebagai penyempurna.

Nabi Muhammad berbeda. 

Beliau adalah Khātam an-Nabiyyīn atau Penutup Para Nabi. Karena itu mukjizatnya haruslah sesuatu yang tidak hilang sepeninggal beliau. Sekaligus kitab sucinya juga harus terpelihara sampai akhir zaman.

Karena itulah dari semua kitab suci hanya Al-Quran yang dijamin oleh Allah pemeliharaannya sampai akhir zaman.

"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (QS al-Hijr ayat 9).

Dari segi keindahan, Al-Quran tiada bandingnya. Para ahli syair di zaman itu terpesona bila dibacakan ayat Al-Quran, sehingga mereka berkata "ini bukanlah syair buatan manusia melainkan SIHIR". 

Karena memang membuat mereka tersihir, saking indahnya.

Dari segi ketelitian, Al-Quran tiada bandingnya. Setiap huruf dan kata mempunyai makna yang tepat.

Dalam surat Al-Muddatsir ayat 30 disebutkan “Di atasnya ada sembilan belas (kekuatan)” merujuk pada jumlah huruf dalam ‘basmalah’ yang berjumlah 19 huruf.

Basmalah yang diletakkan sebagai kalimat pembuka dari keseluruhan ayat dan surah di dalam Al-Quran, ternyata menjadi 'kunci utama' dalam bilangan jumlah surah, jumlah ayat, dan lainnya di dalam Al-Quran.

Banyak ahli yang mencoba menghitung keteraturan huruf dalam Al-Quran secara matematis dengan komputer, dan menemukan berbagai hal yang menakjubkan.

Namun demikian hakekat utama Al-Quran bukan terletak disitu. 

Al-Quran sangat matematis, namun Al-Quran bukanlah ‘kitab sains’, walaupun penjelasan Al-Quran tidak pernah bertentangan dengan sains termasuk matematika, kedokteran, fisika, dan semua cabang ilmu yg lain. 

Al-Quran juga bukan ‘kitab sejarah’, walaupun banyak hikayat di dalamnya yang memberikan banyak pelajaran. 

Kebenaran yang terkandung dalam Al-Quran berlapis-lapis dan sangat mendalam. Al-Quran melampaui zamannya. Baik masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang.

Para ahli tafsir yang paling dihormati di seluruh dunia, dari zaman ke zamanpun, tidak pernah menganggap penafsirannya yang paling benar. Apa yang kita tafsirkan dari setiap ayat Alquran tersebut tetap hanyalah ‘tafsir kita’..... bukan hakekat makna yang sebenarnya dari kandungan Alquran.

Ajaibnya semua itu ditulis secara SPONTAN.

"Katakanlah, 'Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Alquran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuatnya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi yang lain'." (QS Al-Israa’ ayat 88). [wkid]


ARTIKEL TERKAIT

Tafsir Surat Yasin (Bagian 1)

JANGAN MARAH

Virus Fisik dan Jiwa!