Benda Hidup dan Benda Mati

Tentang Artikel :

Semakin kita bertafakur dengan mengamati ciptaan Tuhan yang super kecil atau super besar semakin kita melihat keajaibannya.

Dengarkan



WAKOOL.ID-- Benda Hidup dan Benda Mati. Kita telah terbiasa dengan membuat dikotomi antara benda hidup dan benda mati. Padahal semua ciptaan Tuhan sebenarnya hidup, hanya kehidupannya berbeda beda tingkatan atau martabatnya. Semua ciptaan Tuhan mempunyai ruh yang hidup, yang berasal dari Tuhan, hanya berbeda martabat alamnya. Bahkan zat organik maupun anorganik juga hidup di alamnya sendiri yaitu alam mineral. 

Demikian juga virus, bakteri, sel, tumbuhan, hewan, dan manusia hidup di alamnya sendiri sesuai martabatnya.

Dalam ilmu Biologi klasik dikenal akronim “MRS GREN" yang merupakan kriteria sebagai ciri dari benda hidup, yaitu: Movement (bergerak), Respiration (bernapas), Sensation (bereaksi terhadap perubahan lingkungan), Growth (tumbuh), Reproduction (berkembang biak), Excretion (membuang hasil metabolismenya), Nutrition (nutrisi).

Kenyataannya di alam ini jauh lebih kompleks daripada teori Biologi itu. Bila kita berpatokan pada akronim Biologi klasik tersebut, maka virus termasuk benda mati. Padahal virus yang menimbulkan penyakit Covid-19, yang berukuran demikian kecil ini sudah demikian hebat pengaruhnya pada kita. Memaksa kita untuk mengubah perilaku kita di semua aspek, baik aspek sosial, ekonomi, budaya, agama, pendidikan, dan yang lain.

Kita sama sekali tidak berdaya menghadapi benda mati yang demikian kecil ini.

Benarkah demikian?

Virus adalah materi genetik (DNA atau RNA) berukuran sangat kecil yang dibungkus selubung protein. Bila berdiri sendiri virus tidak bisa digolongkan benda hidup berdasarkan teori Biologi klasik tersebut. Namun bila virus tersebut memasuki sel sehat, membajaknya dan menggunakan mesin inangnya untuk hidup, barulah ciri kehidupan muncul.

Jadi virus ini adalah benda yang berada diantara mati dan hidup.

Biologi modern mendefinisikan kehidupan itu dibangun dari bahan yang terdiri dari DNA, RNA, protein, dan bisa dilengkapi dengan zat organik maupun anorganik lain.

Penelitian materi organik dan anorganik di luar angkasa lebih kompleks dan bervariasi lagi, dan semakin membuat batas antara benda hidup dan mati lebih kabur lagi.

Semakin kita bertafakur dengan mengamati ciptaan Tuhan yang super kecil atau super besar semakin kita melihat keajaibannya.

Tafakur pada ciptaan Tuhan yang demikian ajaib dan indah ini sangat dianjurkan seperti dalam surah Fushilat ayat 53:

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Qur'an itu adalah benar. Tidakkah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" 

Pada ciptaan yang super kecil di bidang Biologi dan Kedokteran tadi telah kita singgung yaitu ajaibnya virus.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 26:

"Perhatikanlah, Allah tidak segan-segan mengemukakan sebuah perumpamaan seekor nyamuk atau perumpamaan sesuatu yang (bahkan) lebih rendah (kecil) daripada itu...

Pada zaman itu belum diketemukan penyakit malaria, virus Dengue (penyebab DBD) yang semuanya ada dalam tubuh nyamuk dan secara taksonomi lebih rendah dan lebih kecil dari nyamuk.

Di bidang Fisika juga demikian. Hukum Fisika klasik tidak berlaku jika melibatkan kondisi yang ekstrem seperti jarak yang super kecil atau kecepatan yang super cepat sebanding dengan kecepatan cahaya. Harus menggunakan hukum Fisika modern. Yang menarik adalah bahwa pada kondisi ekstrem tersebut, hukum fisika modern makin mengungkap sifat2 Tuhan yang bermanifestasi pada ciptaan-Nya.  

Menurut teori Relativitas, bila kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka “waktu” akan melambat bahkan berhenti...dengan kata lain “kekal-abadi” yg merupakan sifat Tuhan.

Partikel super kecil, seperti elektron proton, dalam satu saat bisa menempati dua tempat sekaligus, partikel memilih satu tempat tertentu tanpa aturan apapun (teori ketidakpastian).

Yang paling ajaib, seperti benda hidup, keberadaan partikel itu menempati tempat sesuai keingintahuan peneliti. Semua itu merupakan sifat Tuhan, Yang Maha Ada, Yang Maha Hidup, Yang Maha Menghidupkan, berada dimanapun, menempati setiap celah ciptaan-Nya yang sebenarnya TIDAK ADA dan hanya merupakan tajalli dari sifat2-Nya.

Jadi sebenarnya tidak ada benda mati, semua ciptaan Tuhan hidup, hanya kehidupannya berbeda-beda martabatnya.

Wallahu a'lam bi as-sawab[wkid]