Marketing Mix di Era Digital

Tentang Artikel :

Marketing mix terdiri dari strategi marketing 4P yaitu, produk (Product), harga (Price), promosi (Promotion), dan tempat (Place).


WAKOOL.ID - Marketing mix dalam merupakan perpaduan strategi marketing yang penting dalam pemasaran. Marketing mix merupakan perangkat pemasaran dari suatu badan usaha yang digunakan untuk mengejar tujuan pemasarannya pada market yang ditargetkannya.

Marketing mix terdiri dari strategi marketing 4P yaitu, produk (Product), harga (Price), promosi (Promotion), dan tempat (Place).

Istilah Marketing Mix pertama kali digunakan oleh Neil Hopper Borden, profesor marketing Harvard,  pada tahun 1948, dan penggunaan istilah marketing mix terus dipakai hingga hari ini. Pada tahun 1964 ia menulis sebuah artikel mengenai konsep marketing mix serta sejarah awal marketing mix. Artikel itu diberi judul “The Concept of the Marketing Mix”. Dalam artikel itu, Neil Borden mengklaim bahwa ia terinspirasi oleh gagasan James Culliton tentang ‘mixer of ingredients‘ dan kemudian menciptakan istilah marketing mix. Pada 1960 E. Jerome McCarthy baru memperkenalkan empat variabel utama marketing mix, yaitu product, price, place, dan promotion.

1. Product

Elemen produk sebelum adanya era digital dilihat sebagai barang fisik atau jasa, namun adanya internet menjadikan jenis produk makin beragam.

Dengan adanya online marketplace sebagai platform, konsumen dapat melihat berbagai produk yang ditawarkan secara bersamaan, kapanpun, dan dimana pun.

Kualitas produk menjadi prioritas utama jika ingin bertahan dalam bisnis era digital. Perbaikan secara terus menerus harus dilakukan agar kualitas semakin sempurna. Pasar akan semakin pandai dalam menilai produk, karena pelanggan tidak hanya mengincar harga murah namun juga kualitas dari suatu produk.

Konsistensi kualitas baik rasa, warna, ukuran dan bentuk juga menjadi prioritas bagi pelanggan.

2. Price

Harga diartikan sebagai hal yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan produk. Dari segi pelanggan, adanya internet dapat membantu untuk melihat dan membandingkan harga secara real time dan mendapatkan banyak transparansi. Dalam hal ini, sebuah platform dapat menyediakan fitur perbandingan harga secara otomatis.

Selain harga yang berperan penting, nilai dari merek memberikan nilai tambah. Di pasar banyak merek yang lagi trend dengan harga yang tidak murah, tetapi pelanggan tetap rela membeli karena ada nilai tambah dalam merek tersebut, misalnya tentang kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan masyarakat tertentu. Tentu saja dalam hal ini kualitas tetap selalu terjaga dengan ketat.

3. Place

Perubahan tempat fisik ke tempat virtual dalam era digital, tidak hanya membantu dalam menjual produk secara online, akan tetapi dapat membantu membangun hubungan dengan pelanggan.

Internet yang interaktif menerapkan sistem Customer Relationship Management (e- CRM) digital yang efektif dan efisien.

Berbeda dengan toko konvensional yang melihat bahwa lokasi merupakan hal yang sangat penting, namun bagi e-commerce lokasi fisik tidak diperlukan lagi karena pembelian tidak melekat pada tempat tertentu dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun dengan koneksi internet . Kemajuan teknologi informasi dengan digital marketing nya dapat menjangkau pelanggan di seluruh tempat atau yang tergabung dalam komunitas market.

Akses produk yang dapat diakses dimanapun menjadikan produk memiliki saluran distribusi yang berbeda dengan saluran distribusi produk di toko konvensional yang terdiri dari empat elemen, yakni: (1) producer or manufacturer; (2) retailer; (3) wholesaler; dan (4) consumer.

Hadirnya internet memudahkan distribusi dengan mengurangi biaya pengiriman, memperpendek rantai pasokan yang dapat menurunkan biaya operasi dengan menghilangkan penyewaan ruang dan utilitas.

4. Promotion

Elemen keempat yakni promotion mencakup semua informasi yang digunakan untuk  komunikasi antara pelanggan dan pihak pihak yang terkait dalam penyediaan prdoduk. Kegunaan komunikasi tidak hanya untuk mengiklankan suatu produk namun juga untuk membangun hubungan bisnis serta menciptakan persepsi kepercayaan pada pelanggan.

Promosi dilakukan untuk mendorong permintaan konsumen atas produk yang ditawarkan oleh produsen.

Promotion dalam Marketing Mix di era digital dilakukan dengan kombinasi dari iklan, personal selling, hubungan masyarakat, promosi penjualan, dan sarana penjualan langsung.

Kegiatan promosi massal yang menghabiskan banyak biaya seperti pada promo media cetak, Baliho, Radio, dan TV, kini sudah mulai dapat dikurangi dengan adanya media online.

Meski demikian, membangun citra merek dengan secara offline tetap harus dilakukan untuk memberikan aware kepada pelanggan tentang eksistensi dan penampilan. Atribut fisik seperti Logo, tata display, aroma, dan rasa yang tidak bisa didapatkan di media online harus tetap di kelola dengan baik.

[wkid/strategimarketing/eradigital 


ARTIKEL TERKAIT