Kejahatan Cyber Crime di Indonesia

Tentang Artikel :

Wabah COVID-19 yang semakin ganas menuntut kita semua untuk membatasi aktivitas di luar rumah, sehingga banyak orang memilih bekerja dari rumah untuk mengurangi risiko tertular COVID-19. Banyak orang menggunakan situs online untuk berbelanja, belajar, bekerja, dan lain-lain. Hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.


WAKOOL.ID - Wabah COVID-19 yang semakin ganas menuntut kita semua untuk membatasi aktivitas di luar rumah, sehingga banyak orang memilih bekerja dari rumah untuk mengurangi risiko tertular COVID-19. Banyak orang menggunakan situs online untuk berbelanja, belajar, bekerja, dan lain-lain. Hal ini tentu saja dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

Kurangnya pengetahuan masyarakat akan hal ini dapat memudahkan unsur-unsur tersebut untuk melakukan kejahatan. Kejahatan yang dilakukan disebut cyber crime. Cyber ​​crime adalah suatu tindakan atau tindakan kejahatan di dunia maya melalui jaringan komputer dan internet. Menurut Wahid dan Labib, kejahatan siber adalah segala jenis penggunaan jaringan komputer untuk tujuan kriminal dengan menyalahgunakan kemudahan teknologi digital.

Salah satu contoh kasus kejahatan dunia maya ini adalah pencurian data dari 91 juta akun dan 7 juta akun pedagang toko online di Indonesia yang dicuri oleh peretas dan kemudian dijual di forum peretas RaidForums. Maraknya kasus cyber crime yang terjadi di Indonesia tentu merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat yang kurang paham dalam hal ini. Tentunya perusahaan juga akan dirugikan dan kepercayaan masyarakat akan berkurang. Tindakan ini sering dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyalahgunakan ilmunya untuk melakukan kejahatan.

Kejahatan dunia maya dapat dilakukan melalui internet menggunakan perangkat komputer. Kejahatan dunia maya dapat terjadi karena beberapa hal seperti akses internet tanpa batas, kelalaian dalam menggunakan komputer, sistem keamanan jaringan yang lemah, serta kurangnya pengetahuan dan perhatian masyarakat.

Secara umum, kejahatan dunia maya yang paling sering ditemui adalah tujuh. Pertama, akses tidak sah atau illegal access, yaitu kejahatan yang dilakukan dengan cara membobol akun orang lain. Kedua, konten ilegal atau illegal content, yaitu konten yang tidak pantas untuk konsumsi publik dan melanggar hukum. Ketiga, hacking dan cracking. Umumnya kejahatan ini mengarah pada pembajakan akun, peretasan situs web, penyebaran virus, dan lain-lain. Keempat, pemalsuan data atau disebut juga pemalsuan data, ketika kita memasukkan data seperti username dan password, data tersebut akan direkam oleh hacker. Kelima, carding, yaitu kejahatan yang menggunakan media kartu kredit. Keenam, pencurian data atau pencurian data yang penting untuk keuntungan pribadi atau dijual kepada pihak lain. Ketujuh, cyber spionage, yaitu tindakan memata-matai orang lain untuk kepentingan tertentu.

Kejahatan dunia maya dapat dilakukan terhadap siapa saja kapan saja. Dalam laporan State of the Internet 2013, Indonesia disebut-sebut sebagai negara kedua di dunia untuk kasus kejahatan dunia maya. Untuk alasan ini, penting untuk mengantisipasi kemungkinan kejahatan dunia maya terhadap Anda. Salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah terus meningkatkan dan mempelajari informasi penting dan bermanfaat. Berhati-hatilah saat menggunakan hal-hal penting lainnya seperti media sosial dan kartu kredit, dan jangan memberikan informasi akun pribadi Anda kepada siapa pun. Cegah data agar tidak terbaca dengan menggunakan kata sandi untuk sering mengubah akun pribadi di email dan situs web yang tersebar, dan dengan mengenkripsi data perubahan basis data sebagai data yang dilindungi kata sandi.

Jika terjadi kejahatan komputer, segera beri tahu pihak berwenang. Berdasarkan Pasal 30 UU ITE, peretas dapat dikenakan tuntutan pidana, khususnya, dengan sengaja dan tanpa izin.

  1.  Akses ke komputer atau sistem elektronik
  2.  Mengambil informasi elektronik untuk tujuan mengakses komputer atau sistem elektronik,
  3.  Melampaui sistem keamanan komputer atau sistem elektronik untuk mengakses komputer atau sistem elektronik, menyerang atau menyerang .

Intimidasi yang melanggar pasal 30 undang-undang ITE diancam dengan pidana penjara paling lama 8 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta berdasarkan pasal 51 ayat 1 undang-undang ITE.

 Kemajuan teknologi pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Tentu saja, Revolusi Industri 4.0 menghadapi sejumlah persoalan. Salah satunya adalah kejahatan dunia maya. Bijaksana dan berhati-hatilah saat menggunakan internet, termasuk media sosial. Gunakan internet untuk menambah informasi agar tidak merugikan orang lain. Pilih berita dan topik penting lainnya dengan hati-hati, perhatikan penggunaan komputer, kartu kredit, dan barang-barang penting, dan laporkan kejahatan apa pun kepada pihak berwenang.

wkid/cybercrime/jemmy


ARTIKEL TERKAIT