Toxic parents

Tentang Artikel :

Dikutip dari cerdik indonesia pikiranrakyat.com, toxic parenting atau yang familiar zaman sekarang disebut dengan istilah “strict parents” merupakan tipe pengasuhan orang tua yang selalu menuntut anaknya sesuai kehendak orangtua sendiri tanpa menghargai perasaan serta pendapat anaknya.

Dengarkan



WAKOOL.ID - Toxic parents toxic parenting? Mungkin lebih tepatnya toxic parenting yang mana memacu pada gaya pengasuhan yang diadaptasi oleh sebagian orang tua. Mengapa bisa disebut sebagai toxic parenting? karena kadang-kadang pengasuhannya tidak tepat, padahal tujuannya baik.

Dikutip dari cerdik indonesia pikiranrakyat.com, toxic parenting atau yang familiar zaman sekarang disebut dengan istilah “strict parents” merupakan tipe pengasuhan orang tua yang selalu menuntut anaknya sesuai kehendak orangtua sendiri tanpa menghargai perasaan serta pendapat anaknya.

Setiap orangtua pun memiliki cara khusus untuk mendidik anaknya masing-masing. Ada yang menerapkan pola pengasuhan yang longgar akan aturan, ada pula orang tua yang sangat berpegang teguh pada kedisiplinan yang tinggi yang pada akhirnya mengekang sang anak.

Lalu ciri-ciri seperti apa suatu pengasuhan orang tua dapat dikatakan sebagai toxic parenting?

  1. Orang tua tidak bisa memberikan kasih sayang dan rasa aman pada anaknya yang mana anak jadi enggan untuk dekat dengan orang tuanya.
  2.  Orang tua selalu mengkritisi tindakan dan pilihan anak yang selalu dianggap salah.
  3. Orang tua melarang anaknya untuk mengekspresikan emosi negatif atau kata lain anak tidak boleh marah, sedih, kecewa, pokonya anak harus selalu positif dan happy
  4. Orang tua menganggap setiap ucapan, tindakan, dan keputusannya harus berdasarkan pemikiran orang tuanya tanpa terkecuali, bisa disebut pemikiran satu arah yang mana sang anak merasa tidak memiliki kesempatan untuk berpendapat dan tidak memiliki wewenang atas pilihan hidupnya sendiri.
  5. Orang tua membebankan suatu kebahagiaan mereka kepada anaknya tanpa memperdulikan apa yang menjadi kebagiaan anaknya.
  6. Orang tua menjadikannya aksesoris atau trophy yang mana orang tua membanggakan anaknya kepada orang lain dengan berlebihan.
  7. Orang tua suka membandingkan anaknya dengan anak orang lain

berikut 3 tipe pola asuh toxic parenting:

  1. Tipe pertama ini di mana orang tua selalu membebaskan anaknya dalam melakukan sesuatu yang dia sukai tanpa kata “tapi” atau istilahnya undemending but supportive.
  2. Tipe kedua ini orang tua yang memiliki style demending but not supportve atau biasa disebut dengan otoriter yang cenderung membuat anak cepat baper. Tipe parenting seperti ini cenderung membuat anak menjadi gampang baper dan biasanya verbal non verbal mereka agresif baik anak maupun orang tua
  3. Tipe ketiga ini tipe parenting yang undemending not supportive atau bisa disebut orang tua yang acuh atas apa yang anaknya lakukan dan tidak memberikan target dan batasan

Orang tua sebisa mungkin harus memiliki target untuk anaknya dan mengarahkan akan pilihan hidup anak harus diberikan karena orang tua dianggap sebagai orang yang telah berpengalaman dalam berkehidupan. Namun, bukan hanya dukungan secara materi saja tapi non materipun harus diberikan seperti pujian, dukungan, atau sekedar menjadi teman bagi anaknya untuk bercerita atas apa yang menjadi keluh kesah anaknya, dengan begitu sang anak akan merasa lebih nyaman tumbuh dan berkembang dalam hidupnya.

Sebagai anak caranya dealing dengan tipe orang tua yang toxic ini bagaimana? Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwa toxic parenting tidak bisa kita hindari, karena restu kita tetap ada pada orang tua. Jadi seorang anak yang ada dalam lingkungan toxic parenting seperti ini harus memiliki komunikasi yang “asertif” kepada orang tuanya seperti anak menyampaikan apa yang menjadi unek-unuknya juga tentu dengan memilah kata-kata yang baik dalam penyampaian kepada orang tua agar mereka bisa menyerap dan mengerti apa yang kita sampaikan tanpa menyakitinya.

Wkid/Talithasalmafauziyyah/bakti