Terapi Jiwa Mandiri dengan Menulis

Tentang Artikel :

Langkah sederhana menyembuhkan jiwa yang gundah dengan menulis


WAKOOL.ID- Kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Betapa banyak permasalahan yang muncul terutama dikarenakan pandemi Covid-19. Kita pun dipaksa untuk menghadapi semuanya dengan kuat dan tangguh. Isu-isu atau pun topik baru pun muncul, salah satunya seperti topik perihal kesehatan mental.

Memang, di kondisi seperti sekarang, rasanya sudah merupakan hal yang lumrah ketika banyak dari kita yang merasa penat menyantap informasi-informasi penting perihal kasus Covid-19, hingga menimbulkan kecemasan berlebihan perihal sesuatu yang akan terjadi. Betapa kita mudah panik, termakan berita hoax, hingga overthingking (berpikir berlebihan) memikirkan masa depan. Hal ini wajar terjadi, dan semestinya mental dan kondisi kejiwaan kita harus kita rawat dengan sebaik-baiknya agar tetap mampu berpikiran positif dan waras di kondisi sekarang.

Lantas, apa kaitannya kalimat-kalimat tadi dengan judul yang tertera dalam artikel ini?

Kesehatan mental adalah hal yang sangat penting untuk dijaga. Ketika kondisi mental kita baik, maka pikiran kita akan mampu berpikir secara positif dan mampu menyaring informasi yang negatif. Salah satu cara mengelola kesehatan mental adalah dengan terapi menulis. Bagi sebagian orang, menulis mungkin terasa sulit karena tidak tahu bagaimana langkah awal untuk menulis. Padahal, menulis adalah aktivitas yang menyenangkan dan dapat dilakukan tanpa modal apapun. 

Dalam dunia psikologi, menulis menjadi salah satu cara terapi mandiri dalam menangani kasus kesehatan mental. Menulis menjadi salah satu sarana mengekspresikan rasa dan kondisi jiwa. Menyampaikan isi hati dengan menulis juga membuat seseorang tidak perlu merasa cemas akan tekanan sosial ataupun penilaian dari orang lain. Berbeda ketika kita menyampaikan curahan hati dengan orang lain, kadang bisa saja hal yang seharusnya menjadi privasi malah ikut diceritakan. Bisa saja, ketika sedang asyik berkumpul dengan orang lain, kita kelewatan bicara hingga hal-hal yang semestinya tidak kita sampaikan malah turut diceritakan. 

Buat kamu yang bilang : "aduh, aku ngga bisa nulis. Aku ngga bisa menata kalimat dengan baik. Ejaanku masih banyak yang salah." Disini akan aku sampaikan sebuah rahasia perihal menulis tanpa rasa takut. Cobalah untuk menulis dengan metode free writing. Metode menulis dengan menuliskan apa yang ada dalam pikiran, tanpa perlu memikirkan ejaan, susunan kata, maupun aturan baku dalam menulis. Satu hal yang paling mudah adalah dengan menulis di buku diary ataupun di story WhatsApp. Ketika pena kita arahkan dalam lembaran buku diary, pikiran kita tidak memikirkan perihal kebenaran ejaan kata yang kita pakai. Resah dan gundah yang ada dalam tubuh pun akan tersalurkan lewat tulisan yang kita hasilkan. Begitu pun menulis di story WhatsApp. Sering dari kita melihat keluhan ataupun curhatan teman yang mencuitkan isi hatinya di story WhatsApp. Hal itu secara tidak langsung dapat menjadi sarana terapi bagi mental kita. Lebih baik menuangkan segala gundah yang dirasakan, daripada memendam sendirian dan menbiarrkannnya menumpuk dalam pikiran. Asalkan, ketika kita menulis cuitan yang dapat diakses oleh publik (di story WhatsApp ataupun di akun sosial media lainnya) tetap perhatikan sisi kesantunan dan etika digital yang berlaku. Jangan sampai curahan hati kita menyakiti ataupun mengakibatkan kesalahpahaman. 

Nah, teman-teman. Satu langkah kecil diatas dapat kalian coba ya. Ingat, kesehatan mental itu sangat penting. Cobalah tuangkan gelisah yang ada dengan kegiatan terapi mandiri yakni dengan menulis. Selamat mencoba. 😊[wkid]


ARTIKEL TERKAIT