Tip Menulis Produktif, 4 Cara Mudah untuk Penulis agar Konsisten Menulis

Tentang Artikel :

Menulis produktif tidaklah sulit jika mengetahui caranya. Dalam artikel ini akan dijelaskan 4 cara mudah agar bisa menulis secara produktif.

Dengarkan



WAKOOL.ID - Sebagai penulis, saya cukup sering mendapat pertanyaan, "Bagaimana caranya bisa produktif menulis?"

Dulu, di lima tahun pertama, saya bisa dengan mudah menjawab, "Karena punya waktu". Namun, setelah memasuki masa perkuliahan dan harus bekerja sampingan, saya mulai sadar menyisihkan waktu tidak lagi cukup. Terlebih setelah mulai bekerja, kemudian melanjutkan S1 sekaligus membuat skripsi, ternyata saya masih mampu menyelesaikan banyak novel di bawah nama pena Nureesh Vhalega. Bahkan salah satu buku saya yang berjudul As Always, I Love... diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada awal 2020. Mengutip perkataan beberapa orang, saya sangat produktif menulis di tahun tersebut dengan menyelesaikan empat novel yang masing-masing jumlah katanya melebihi 50.000 kata. Jadi, ini bukan tentang punya atau tidak punya waktu.

Menyelesaikan sebuah buku memang tidak mudah. Ada hal-hal rumit yang harus diperhatikan serta kerjakan, contohnya membuat karakter yang layak, riset, sampai perkara managemen waktu. Apalagi jika buku tersebut akan diterbitkan, baik melalui penerbit mayor atau self publish, keduanya sama-sama membutuhkan atensi yang sangat besar ketika revisi. Bagaimana cara melakukan semua itu dalam satu waktu?

Dalam artikel ini, saya akan membagikan tip menulis produktif yang mungkin bisa kamu aplikasikan ketika menulis.

1. Tulis Apa yang Ingin Kamu Tulis

Tahu apa yang lebih susah dibanding move on dari mantan yang masih disayang? Yup, menulis dengan mengikuti keinginan orang lain. Jadi, tulis apa yang kamu suka, kamu kuasai, intinya apa pun yang kamu mau. Melihat selera pasar boleh, biar bagaimanapun kita nggak tinggal di gua, kan. Namun, jangan jadikan selera pasar sebagai patokan utama. Setiap buku pasti akan menemukan pembacanya. So, just write!

2. Susun Kerangka Karangan

Saya tahu, nggak semua penulis suka bikin outline untuk novel yang sedang digarap. Namun, bagi saya, outline adalah keharusan. Percayalah, kamu akan lebih nggak suka kalau tersesat di tengah proses menulis. Pastikan kamu tahu persis apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir novelmu. Setelah tahu mau dibawa ke mana novelmu itu, pasti kamu akan semakin semangat menulis. Beberapa cara membuat kerangka yang bisa kamu gunakan: Three Act Structure dan Save The Cat.

3. Sediakan Waktu Khusus

Meski hanya sepuluh menit, pastikan kamu menulis setiap hari. Pernah dengar sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit? Ternyata nggak cuma perihal menabung secara finansial, menulis pun bisa menerapkan prinsip tersebut. Saya menyempatkan diri selama 30 menit setiap hari untuk menulis. Biasanya ketika baru bangun tidur, karena saat itu otak masih segar. Kalau tidak menulis, akan saya pakai waktu itu untuk refresh cerita-cerita yang sudah ditulis. Yup, baca ulang bab-bab sebelumnya sekalian cek typo atau salah ketik. Sebenarnya bagian ini sangat tidak dianjurkan, karena kebanyakan orang tidak bisa menulis sambil mengedit. Salah-salah, novelmu justru nggak akan selesai karena terlalu sibuk menyunting. Jadi, pastikan kamu yakin bisa melakukan keduanya sebelum mencoba, ya!

4. Catat Setiap Ide

Tentu, nggak semua ide yang mampir ke otak kita bisa dimasukkan ke dalam satu novel. Karena itu saya menyarankan untuk mencatat, karena suatu hari entah di novel kamu yang keberapa, ide itu mungkin bisa digunakan. Manfaatkan program notes dalam ponsel kamu. Nggak peduli se-random apa ide itu, catat! 

 

Nah, itulah tip menulis produktif dari saya. Semoga bisa kamu gunakan terhadap novel yang sedang kamu tulis. Karena kebiasaan menulis setiap orang berbeda, bisa saja cara saya ini tidak ampuh bagimu. Kalau kamu punya tip lain, silakan bagikan juga. Selamat menulis!  [wkid/ picture:freepik.com]


ARTIKEL TERKAIT