Tips Menghidupkan Cerita Fiksi

Tentang Artikel :

Langkah-langkah menyajikan cerita fiksi yang seru dan berkesan bagi pembaca.

Dengarkan



Photo by : PVProduction

 

WAKOOL.ID - Kisah dalam cerita fiksi merupakan sebuah dunia baru yang diciptakan sang penulis menurut imajinasi dan ide-idenya. Cerita fiksi disebut 'hidup' apabila penulisnya mampu memberikan gambaran tentang tokoh-tokoh, latar, dan konflik dengan jelas, sehingga pembaca seakan mengenal setiap individu dan mengetahui alur peristiwa di dalamnya. Alhasil, pembaca mau ikut terlibat secara sentimental dalam kisah yang disajikan.

Berikut ini adalah tips menghidupkan cerita fiksi ala Chrystalstories. 

 

       1. Maksimalkan detail penokohan

  • Beri nyawa pada tokohnya

Penokohan adalah salah satu unsur terpenting dalam cerita fiksi. Hidupkan karakter tokohnya terlebih dahulu agar pembaca tertarik mengikuti seluruh kisahnya. Triknya, berikan deskripsi visual dan emosional tokoh di awal cerita. Pastikan pembaca mendapatkan gambaran karakteristik tokoh; penampilan dan bentuk tubuh, gestur khas dan cara bicara, serta pemikiran dan ide-idenya. Seiring kisah mengalir, munculkan sisi-sisi tokoh yang lebih kompleks. Seperti ketakutan-ketakutan terbesarnya, impiannya, atau kebiasaan buruknya yang mengundang masalah. Bagian krusialnya adalah apa yang sang tokoh lakukan untuk menangani berbagai hal tersebut. 

 

  • Tokoh membawa misi khusus

Selain mendeskripsikan visual, sifat, dan tingkah laku si tokoh, penulis diharapkan mampu menyampaikan peran dan tujuan tokoh itu diciptakan. Setiap tokoh yang dimunculkan seharusnya membawa misi khusus sesuai ide unik penulis, demi memberikan efek dan manfaat tertentu bagi pembaca. Misalnya tokoh humoris untuk tujuan menghibur, tokoh pekerja keras untuk menyampaikan pentingnya sikap pantang menyerah, tokoh setia kawan untuk menyebarkan arti persahabatan. 

 

       2. Deskripsikan latar tempat, waktu, dan suasana secara rinci

Penjelasan mengenai latar dalam cerita fiksi membantu pembaca untuk memperoleh bayangan tentang situasi dan kejadian di tiap scene yang ditampilkan. Gunakan penjabaran yang melibatkan panca indra pembaca yaitu penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa, dan peraba.

 

Contoh deskripsi biasa:

Rita masuk ke dapur. Ibu sedang memasak nasi goreng sosis yang terlihat lezat, membuat Rita merasa lapar.

 

Contoh deskripsi yang melibatkan panca indra pembaca:

Bunyi spatula yang beradu dengan kuali berasal dari dapur. Rita mendekat untuk mengamati apa yang dimasak Ibu. Nasi yang digoreng sampai kecoklatan bercampur dengan potongan sosis, lezatnya seakan sudah terasa di lidah Rita. Harumnya membuat Rita gagal menahan rasa lapar. 

 

       3. Munculkan konflik yang dapat memengaruhi emosi pembaca

Kesuksesan penulis menghidupkan sebuah cerita fiksi dinilai dari keberhasilannya memengaruhi perasaan bahkan jalan pikiran pembaca. Buatlah pembaca ikut bersimpati dan berempati pada segala permasalahan yang muncul dalam cerita. Ajak pembaca untuk ikut merasakan apa yang konflik batin dialami para tokoh. Konflik beserta penyelesaian/ending cerita yang bisa dijadikan bahan renungan dan refleksi diri akan melekat di hati pembaca.

Photo by : Laura Chouette

Selain tiga langkah di atas, alangkah baiknya seorang penulis melakukan tiga hal di bawah ini secara konsisten. 

       1. Riset

Sebelum menyampaikan informasi dalam bentuk apa pun, penulis harus memastikan info itu valid dengan cara melakukan riset. Riset adalah penelitian, berasal dari kata re dan search. Artinya, diperlukan penyelidikan intelektual terhadap suatu kejadian, tingkah laku, teori, dan hukum, sehingga pengetahuan yang diperoleh bisa diterapkan secara praktis. Bahan yang didapatkan melalui riset berguna untuk memperkaya deskripsi penulis agar cerita menjadi lebih detail dan hidup.

 

       2. Perhatikan tata bahasa dan diksi

Penulisan yang tertata memudahkan pembaca memahami isi cerita. Rangkaian diksi yang indah seringkali mampu menyentuh hati para pembaca. Diksi adalah pilihan kata yang digunakan untuk memberi makna dalam tulisan sesuai dengan keinginan penulis. Jika pemilihan diksi kurang tepat, maka bisa saja maksud dan pesan penulis tidak tersampaikan dengan baik.

 

       3. Susun alur cerita

Salah satu teknik menghidupkan cerita adalah menyajikan alur yang seru. Penyusunan alur atau pergerakan cerita sebaiknya direncanakan secara matang sejak awal dan disempurnakan sampai bagian penutup. [wkid/]

Photo by : Chrystal Calista


ARTIKEL TERKAIT