Tips Ini Cocok Buat Kamu yang Ingin Jadi Conan atau Sherlock Holmes

Tentang Artikel :

Kalau kamu ingin jadi detektif tapi enggak kesampaian, kamu bisa memanfaatkan tips ini untuk menggapai cita-citamu.


WAKOOL.ID - Waktu kecil, kamu pernah bercita-cita ingin menjadi seperti Detektif Conan? Sama, saya juga enggak. Oh, tapi saya ingin menjadi penulis cerita yang rumit seperti kisah-kisah Detektif Conan dalam menentukan tersangka seperti Gosho Aoyama, atau Soji Shimada sang Dewa Thriller dari Jepang.

 

Namun, saya baru tahu kalau bapak dari cerita detektif adalah Edgar Allan Poe. Berdasarkan penelusuran saya di Mbah Google, cerita pendek Edgar Allan Poe yang berjudul The Murders in the Rue Mourge dianggap sebagai kisah detektif modern pertama. Setelah itu baru muncul kisah-kisah detektif lainnya seperti Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle atau Hercule Poirot yang terkenal dari novel-novel Agatha Christie.

 

Kisah detektif diminati pembaca karena penuh teka-teki dan misteri. Semakin susah teka-tekinya, semakin pembaca ingin terus membacanya sampai tamat. Jika kamu tertarik untuk menulis cerita detektif, berikut saya bagikan tips tipis-tipis buat kamu. Apa saja itu? Cus, cekidot!

 

1. Harus Ada Detektif

Nah, ini poin paling penting dalam cerita detektif. Ya iyalah, namanya juga cerita detektif. Eits, tapi detektif kamu jangan sampai mirip dengan detektif-detektif yang sudah ada! Kamu harus membuat karakter detektif versi kamu sendiri. Sebagai tokoh protagonis, detektif kamu harus punya motivasi yang kuat dan alasan: kenapa dia mau susah-susah dan repot-repot memecahkan kasus yang bakal kamu ciptakan. Detektif dalam cerita kamu enggak harus seseorang yang bekerja di kepolisian atau semacamnya. Kamu bisa saja menjadikan tokoh bukan orang kepolisian tapi punya motivasi dan tingkat kecerdasan seperti detektif. Ya, seperti yang saya bilang tadi: detektif kamu jangan sampai mirip dengan detektif-detektif yang sudah ada.

 

2. Ciptakan Kasus yang Rumit

Sudah ada detektif, berarti kamu harus bikin kasus. Karena tanpa kasus, detektif bakal nganggur dan enggak tahu harus berbuat apa. 

Untuk menciptakan kasus, kamu boleh membayangkan dirimu adalah pelaku kejahatan itu sendiri, misalnya: kamu jadi pembunuh berantai yang tidak tersentuh hukum selama puluhan tahun, atau kamu adalah ketua mafia misterius yang susah diendus. Dan kamu harus bikin serumit mungkin. Pokoknya, kalau enggak rumit, ceritamu bakal cepat selesai dan enggak asyik.

 

3. Bikin Setting Cerita yang Tidak Monoton

Di bagian ini, imajinasi kamu harus benar-benar terasah untuk menjahit plot-plot yang telah kamu buat. Kasus yang akan dipecahkan detektifmu pasti akan berkaitan dengan tempat dan waktu yang berbeda. Maka, pintar-pintarlah kamu menciptakan setting waktu dan tempat yang ciamik agar tidak terjadi plot hole.

 

4. Buat Petunjuk Menyesatkan

Nah, bagian petunjuk pasti akan selalu menarik bagi pembaca. Mereka pasti akan turut menebak-nebak siapa pelakunya sambil terus membaca. Petunjuk-petunjuk menyesatkan, nantinya akan membantumu untuk menciptakan twist di akhir cerita. Wah, pasti ceritamu bakal seru dan bikin gregetan!

 

5. Hadirkan Beberapa Tersangka

Karena sudah ada petunjuk yang menyesatkan, pastinya akan muncul juga beberapa tersangka dalam ceritamu. Buat para tersangka ini seolah-olah punya kemungkinan besar dan motivasi yang kuat sebagai pelaku kejahatan. Tersangka bisa saja dari orang-orang terdekat korban, orang yang pernah dijumpai korban, atau bahkan mantan yang pernah ghosting si korban. Semakin membingungkan, semakin susah ditebak siapa tersangkanya, semakin pembaca naik darah dan pastinya akan terus penasaran sambil gigit bantal.

 

6. Buat Akhir yang Memuaskan

Karena pembaca sudah capek-capek menebak siapa tersangkanya dari tadi, tidak ada salahnya kamu memberi mereka hadiah ending yang daebak! Kalau bisa sih, kasih mereka sesuatu yang benar-benar tak terduga, yang bikin mereka melongo saking enggak kepikiran sama sekali. Tapi ingat, meskipun tujuan kamu membuat akhir tak terduga, semua harus ada lanjarannya supaya pembaca bisa menerima dengan bibir ber-oh-ria.

 

7. Jangan Lupa Riset!

Ini sangat-sangat penting dalam cerita detektif. Sebenarnya juga penting dalam cerita lainnya. Riset akan membantumu untuk menciptakan kisah yang masuk akal. Riset juga bisa membuat kamu semakin pintar. Dalam hal ini, selain bertanya kepada Mbah Google, kamu juga bisa memanfaatkan relasi-relasi yang kamu miliki. Misalnya, kalau kamu ingin melakukan autopsi korbanmu, kamu bisa bertanya prosedurnya kepada rekanmu yang berprofesi sebagai dokter. Atau jika tokohmu ingin mengurus dana kematian, kamu bisa tanyakan dulu ke temanmu yang bekerja di kelurahan. 

 

Kalau enggak punya teman? Ya cari lah! 

Kalau malas berteman dengan manusia? Ya sudah, berteman sama buku-buku saja. Buku memang teman yang tidak akan berkhianat.

Itu dia tips dari saya. Tertarik untuk mencoba menulis cerita detektif? Semoga bermanfaat ya, Kawan. [wkid/]


ARTIKEL TERKAIT