Sayur Hidroponik di Rumah, Sehat dan Hemat Setiap Hari

Tentang Artikel :

Sayuran hidroponik sekarang semakin digemari dan mudah ditemukan di supermarket ataupun tukang sayur sekitar rumah. Sayurnya lebih bersih dan segar, sayangnya harganya lebih mahal. Kita bisa menanam sendiri sayuran hidroponik dirumah dengan mudah dan murah.


WAKOOL.ID - Pandemi membuat kita lebih memperhatikan Kesehatan diri dan keluarga. Salah satunya adalah makanan yang dikonsumsi. Selain harus sehat dan memenuhi kebutuhan gizi, makanan yang dikonsumsi juga harus bersih dan tentunya bebas virus dan penyakit. Kendalanya adalah kita tidak tau apa saja proses yang sudah terjadi terhadap makanan tersebut walaupun yang kita beli adalah produk segar seperti sayuran. Ditambah lagi kebiasaan sebagian masyarakat Indonesia untuk mengkonsumsi sayuran mentah yang mengakibatkan penyakit yang mungkin ada tidak mati karena makanan tersebut tidak dimasak.

 

Apakah kita harus takut dan akhirnya tidak mengkonsumsi sayuran? Tentunya tidak. Sayuran yang kita beli di pasar dan supermarket tetap aman dikonsumsi selama kita sudah bersihkan dengan baik dan lakukan proses memasak untuk membunuh kuman yang ada. Selain itu untuk mengurangi potensi kuman dan penyakit yang terbawa oleh sayuran yang kita konsumsi, bisa menggunakan sayuran yang ditanam secara hidroponik.

Sayuran selada hidroponik, Photo by : Pixabay.com

 

Keunggulan Sayuran Hidroponik

Kenapa sayuran hidroponik? Karena tidak menggunakan tanah, sayuran hidroponik akan terhindar dari berbagai penyakit dan hama yang berasal dari tanah. Hal ini akan memberikan dua keuntungan langsung yaitu; resiko penyakit pada tanaman berkurang dan yang kedua tidak perlu menggunakan pestisida sehingga residu dari pestisida bisa kita hindari. Tentunya tanaman hidroponik bukannya tidak bisa terkena penyakit atau serangan hama karena ulat dan berbagai penyakit yang menular melalui udara tetap bisa menyerang tanaman hidroponik. Akan tetapi petani hidroponik professional biasanya menggunakan green house untuk melindungi tanamannya dari serangan penyakit dan untuk mengontrol pertumbuhan tanaman.

 

Berbagai keunggulan sayuran hidropinik tentunya bukan tanpa kekurangan, selain harganya lebih mahal hingga lima kali harga sayuran biasa, sayuran hidroponik juga belum tersedia di semua lokasi. Tentunya untuk bisa mengkonsumsi sayuran hidropinik kita tidak perlu merogoh kantong yang dalam karena menanam sayuran hidroponik bisa dilakukan dirumah dengan mudah dan murah.

Pakcoy hidroponik skala rumahan, Photo by: Alfatri Urban Farming

 

Menanam Sayuran Hidroponik

Untuk menanam sayuran hidroponik kita memerlukan tempat untuk sayuran tersebut tumbuh dan menampung nutrisi. Pada umumnya untuk hidroponik di Indonesia menggunakan pipa paralon yang dilubangi. Untuk skala rumahan kita bisa menggunakan system hidroponik yang menggunakan satu atau beberapa pipa. Pada artikel ini akan dijelaskan mengenai menanam selada secara hidroponik menggunakan pipa paralon. Apabila mau, kita bisa membeli system hidroponik yang sudah jadi di online store dengan berbagai variasi harga tergantung besarnya.

Skema hidroponik menggunakan pipa, photo by: Hydroplanner.com

 

Pada gambar skema hidroponik diatas dapat dilihat bahwa tanaman memperoleh nutrisi dari cairan nutrisi yang dipompa melalui pipa tempat tumbuhnya. Dengan pengaturan posisi dan kemiringan sedemikian rupa, cairan nutrisi akan mengalir membasahi akar dan kembali lagi ke bak penampungan. Hal ini memberikan kebutuhan tanaman untuk tumbuh berupa air, nutrisi dan udara bisa diperoleh dengan baik. Untuk tanaman yang di tanam di tanah, kebutuhan air, nutrisi dan udaranya sulit untuk dipantau sedangkan pada sistem hidroponik lebih mudah untuk di pantau. Selain itu, walaupun namanya sistem hidroponik, penggunaan air justru lebih hemat daripada menanam di tanah karena air yang digunakan dapat di daur ulang tanpa ada yang terbuang. Apabila jumlah nutrisi di larutan hidroponik sudah berkurang kita cukup menambahkan pupuk atau apabila ingin mengganti airnya, air yang digunakan sebelumnya bisa di siramkan ke tanaman lain sebagai cairan pupuk.

 

Tahap awal setelah pipa dan system hidroponik kita telah siap adalah menyiapkan tanaman yang akan di tanam. Penyemaian yang disarankan adalah menggunakan rockwoll yang telah kita potong sesuai ukuran media tanam. Letakkan beberapa biji pada setiap kotak rockwoll dan basahi rockwoll lalu simpan pada tempat lembab dan tertutup. Setelah beberapa hari selada akan mulai tumbuh dan setelah memiliki beberapa daun kita bisa mulai memindahkan selada ke system yang telah kita siapkan sebelumnya.

Selada siap untuk dipindah tanam, photo by: pxfuel.com

 

Air nutrisi yang digunakan pada tanaman hidroponik kali ini menggunakan pupuk AB Mix yang banyak dijual di online store ataupun toko tanaman. Ikuti cara penggunaannya dan isikan cairan nutrisi pada pipa. Setelah selada di pindahkan ke system hidroponik maka secara berkala kita harus mengecek air nutrisinya. Untuk selada kita bisa menggunakan nutrisi hidroponik di sekitaran 800 ppm. Apabila tidak memiliki alat untuk mengukurnya kita bisa mengikuti petunjuk pada kemasan AB Mix ketika mencairkan pupuknya. Usahakan setiap minggu menambahkan larutan pupuk atau mengganti air nutrisi yang baru agar tanaman tersebut bisa tumbuh lebih baik.

Nutrisi AB Mix untuk hidroponik, photo by: Alfatri Urban Farming

 

Setelah 30 atau 40 hari setelah kita memindahkan selada ke system hidroponik, kita bisa mulai memanen selada yang kita tanam sebelumnya. Apabila ingin mengkonsumsi selada setiap hari maka kita bisa menanam pada selang waktu yang berbeda agar ketika akan di panen selada selalu tersedia dan yang sudah di panen bisa ditanami selada yang baru. Keunggulan lain dari menanam secara hidroponik adalah tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga bisa dilakukan dipekarangan rumah, di balkon atas rumah ataupun ditempelkan di pagar.

 

Mudah sekali bukan? Untuk menanam sendiri selada hidroponik di rumah dan bisa menikmati sayuran segar dan sehat setiap hari. Selain selada, banyak tanaman lain yang juga mudah untuk ditanam secara hidroponik dirumah seperti kangkung, pakcoy, cabe, tomat dll. Ayo kita mulai sekarang untuk menanam sendiri di rumah. [wkid/Alfatri Urban Farming, picture: wikimedia]

 


ARTIKEL TERKAIT