Hati-Hati Loh! Ini Dampak Yang Dapat Terjadi Akibat Kurang Tidur

Tentang Artikel :

Tidur merupakan keadaan alami yang dilakukan oleh hampir keseluruhan makhluk hidup, terutama pada manusia tidur menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan karena memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan. Tentunya dengan tidur, kita dapat mengistirahatkan tubuh dan kondisi mental setelah melakukan berbagai macam aktivitas, sehingga waktu dan kualitas tidur ini sangat penting untuk terus menjaga kondisi tubuh dan kesehatan kita. Adapun kondisi-kondisi atau dampak yang terjadi akibat kurang tidur secara umum yang kita ketahui dan rasakan adalah rasa kantuk yang berlebih dan tidak efektifnya dalam melakukan aktivitas. Namun banyak juga loh, dampak yang dapat terjadi jika kita kurang tidur. Yuk simak penjelasan berikut ini!


WAKOOL.ID - Tidur merupakan salah satu aktivitas yang penting bagi tubuh karena pada saat tidur, tubuh akan mengalami proses untuk memperbaiki diri, baik secara fisik maupun mental. Selain itu, tidur juga membantu proses tumbuh kembang, terutama pada anak-anak dan remaja, karena pada saat tidurlah hormon pertumbuhan dihasilkan. Sehingga kita menggunakan sebagian dari waktu kita khusus untuk mengistirahatkan tubuh dengan tidur. Tentunya jika kita kurang tidur akan ada dampak yang ditimbulkan terhadap tubuh dan akan berpengaruh terhadap efektifitas dari kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Berikut merupakan dampak yang dapat terjadi akibat kurang tidur!

Apa Yang Terjadi Pada Tubuh Kita Saat Sedang Tidur?

1. Daya Ingat dan Konsentrasi Menurun

Kekurangan tidur dapat menurunkan daya ingat dan menjadi pelupa akan akan suatu hal. Hal tersebut dikarenakan pada saat tidur, otak sebenarnya bekerja untuk menyimpan hal-hal yang telah dipelajari dan dialami sepanjang hari ke dalam sistem ingatan jangka pendek. Saat tidur, koneksi saraf yang mendukung ingatan seseorang mengalami penguatan. Jika waktu tidur terganggu, kemampuan otak dalam mengolah dan menyimpan ingatan pun akan mengalami gangguan. Kurang tidur dapat mengakibatkan penurunan kemampuan otak untuk berpikir dan mengolah informasi. Rasa kantuk yang muncul akibat kurang tidur juga dapat menjadi salah satu penyebab terganggunya proses kognitif seperti, merusak perhatian, mengacaukan fokus, mengurangi kewaspadaan, mengurangi konsentrasi serta membuat daya nalar dan kemampuan memecahkan masalah menurun.

 

2. Mempercepat Proses Penuaan Dini

Seperti yang kita ketahui, ketika kita kurang tidur kita akan merasakan kulit wajah terlihat lebih pucat dan mata bengkak dan jika terus berlanjut dapat menyebabkan kulit wajah terlihat kusam, munculnya garis-garis halus dan keriput, dan lingkaran hitam di bawah mata atau kerutan di sekitar mata. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat akibat meningkatnya produksi hormon kortisol karena pada saat tidur tubuh akan melepaskan banyak hormon kortisol. Jika jumlah hormon berlebih, kortisol akan memecah kolagen kulit. Padahal, kolagen merupakan protein yang menjaga agar kulit tetap halus dan elastis. 

 

3. Daya Tahan Tubuh Menurun

Pada saat kita tertidur tubuh kita akan melepaskan protein sitokin yang berfungsi untuk sistem kekebalan tubuh. Protein ini dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi, peradangan, dan stres. Jika kita kurang tidur, produksi protein ini pun akan berkurang sehingga kemampuan sel imun dalam melawan infeksi akan menurun sehingga kita akan mudah sakit dan menghambat proses penyembuhan. Salah satu studi menunjukkan bahwa tidur 4 jam per malam selama 6 hari bisa menurunkan 50% jumlah antibodi yang melawan virus influenza. Itu artinya, Anda akan lebih mudah terserang flu jika kurang tidur.

 

4. Meningkatkan Risiko Masalah Kesehatan Serius

Kurang tidur dapat menyebabkan berbagai maslaah kesehatan dan penyakit yang serius. Salah satunya adalah insomnia. Insomnia sendiri adalah suatu kondisi yang menyebabkan seseorang susah tidur atau tidak dapat tidur dengan nyenyak. Bila dibiarkan tanpa penanganan, insomnia dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, baik berupa gangguan irama jantung (aritmia), gagal jantung, maupun serangan jantung. Hal ini dapat terjadi karena tidur berperan penting dalam menjaga kemampuan tubuh dalam memperbaiki kerusakan pada pembuluh darah dan jantung. Inilah sebabnya, orang yang kurang tidur lebih rentan menderita penyakit jantung. Selain itu, penderita insomnia juga berisiko lebih tinggi menderita diabetes, obesitas, stroke, kanker, hingga masalah kesehatan mental seperti gangguan suasana hati dan kecemasan.

 

5. Mengurangi Gairah dan Performa Seks

Kekurangan tidur juga memiliki pengaruh terhadap gairah dan performa dalam melakukan hubungan seksual. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa pria dan wanita yang kurang tidur akan mengalami penurunan gairah untuk melakukan hubungan seksual dan memiliki tingkat kepuasan seksual yang lebih rendah. Hal tersebut umumnya dipengaruhi oleh rasa lelah, kantuk, dan stres yang terjadi akibat kurang tidur yang menyebabkan kurangnya gairah untuk melakukan hubungan seksual. Dari penelitian yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism di tahun 2002  mengemukakan bahwa bagi pria yang menderita sleep apnea, kondisi ini dapat memengaruhi kadar hormon testosteron dalam tubuh, sehingga dapat menyebabkan masalah disfungsi ereksi. 

 

6. Meningkatkan Berat Badan

Penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan berat badan, mendorong perasaan lapar dan nafsu makan serta memicu obesitas. Menurut sebuah studi, orang yang tidur kurang dari 6 jam sehari kemungkinan 30% akan bertambah gemuk. Hal tersebut dikarenakan hormon ghrelin akan menstimulasi rasa lapar, sementara leptin akan memberi sinyal kenyang pada otak dan menekan rasa lapar. Di sisi lain, waktu tidur yang singkat akan memicu peningkatan hormon ghrelin dan menurunkan leptin. Kurang tidur juga merangsang keinginan untuk makanan tinggi lemak dan tinggi karbohidrat. 

 

7. Mudah Marah Dan Depresi Berlebih

Pada penelitian dari Iowa State University menyebut bahwa orang yang kurang tidur akan cenderung menjadi pemarah dan sulit beradaptasi dengan situasi yang membuat mereka frustasi. Selain itu, kurang tidur dapat meningkatkan emosi negatif, seperti kecemasan, gelisah dan kesedihan. Tak hanya itu, kurang tidur juga mengurangi emosi positif, seperti perasaan bahagia, antusiasme dan sukacita. Seiring berjalannya waktu, kekurangan tidur juga bisa memicu gejala depresi. Dalam survei yang diadakan oleh Sleep in America di tahun 2005, orang-orang yang didiagnosis depresi atau gangguan kecemasan tidur kurang dari 6 jam dalam sehari. Sementara, gangguan pada tidur seperti insomnia memiliki hubungan kuat dengan depresi. Penelitian menyebut bahwa penderita insomnia berisiko 5 kali lebih besar mengalami depresi.

 

8. Meningkatkan Risiko Kematian

 

Kurang tidur bisa mempercepat dan meningkatkan risiko kematian. Dalam "Whitehall II Study," para peneliti Inggris melihat bagaimana pola tidur mempengaruhi kematian. Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dari 7 menjadi lima 5 atau kurang dalam semalam, hampir menggandakan risiko kematian mereka dari semua penyebab. Secara khusus, kurang tidur melipatgandakan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung, gagal jantung dan tekanan darah tinggi. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit tersebut adalah penyakit berat dan bisa membunuh sewaktu-waktu. Selain itu kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara dan cidera saat bekerja. Studi yang dilakukan AAA Foundation for Traffic Safety menunjukkan bahwa kurang tidur hanya 1 jam saja dari waktu tidur normal dapat meningkatkan risiko kecelakaan hingga hampir 2 kali lipat. Sementara, hanya tertidur selama 4 atau 5 jam saja di malam hari meningkatkan risiko kecelakaan menjadi 4 kali lebih besar. Studi lain menunjukkan bahwa kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk juga menyebabkan kecelakaan dan cedera saat bekerja. 


Nah, sekian penjelasan dari dampak yang dapat terjadi akibat kurang tidur. Dengan dampak-dampak yang telah dijelaskan diatas semoga menjadi gambaran bagi kita semua betapa pentingnya untuk menjaga tidur kita karena akan sangat mempengaruhi kesehatan dan produktifitas kita dalam melakukan aktivitas.


[wkid/sumber artikel:Alodokter-kondisi yang bisa dialami akibat kurang tidur/Health.kompas dampak buruk kurang tidur/Jogja.idntimes-efek negatif kurang tidur/Hellosehat-efek kurang tidur]

[wkid/picture:shutterstock/k24klik]


ARTIKEL TERKAIT