3 Framework Front-end yang Wajib Kamu Ketahui

Tentang Artikel :

Menurut wikipedia “Framework atau Kerangka kerja adalah adalah sebuah perangkat lunak kerangka kerja yang membantu membuat dalam pengembangan situs web secara mudah dan cepat. Di dalamnya tersedia fungsi-fungsi siap pakai untuk mengelola akses ke pangkalan data, pengelolaan templat, dan pengelolaan sesi.[1] Walaupun ditargetkan untuk pengembangan laman web dinamis, ini juga bisa diaplikasikan ke laman web statis.”


WAKOOL.ID- Ada banyak cara untuk membangun website dengan mudah. Salah satunya adalah dengan menggunakan front end framework. Anda bisa membuat tampilan website yang menarik dan profesional dengan lebih cepat. 

Saat ini, sudah ada banyak front end framework yang bisa Anda coba. Setiap framework memiliki karakteristiknya masing-masing. Nah, di artikel ini, saya akan membahas 3 macam front end framework terpopular yang bisa Anda pelajari. Mungkin bisa menjadi referensi anda untuk belajar framework baru yang akan anda kuasai.

1. React.js

Yang pertama adalah ReactJS. Awalnya, ReactJS adalah JavaScript Library yang dikembangkan oleh Jordan Walke sekitar tahun 2013. Saat itu, Walke merupakan seorang developer untuk Facebook.

Saat ini, ReactJS digunakan sebagai salah satu framework untuk membuat bagian front-end dari sebuah aplikasi.

Dilansir dari laman resminya, ReactJS diklaim membantumu membuat UI interaktif dengan mudah.

ReactJS akan secara efisien memperbarui dan merender komponen yang tepat saat datamu berubah.

ReactJS terdiri atas dua komponen.

  • Functional component, yaitu komponen yang tidak memiliki statusnya sendiri dan hanya berisi metode render, jadi mereka juga disebut komponen stateless. Komponen fungsional ini dapat memperoleh data dari komponen lain sebagai properti.
  • Class component, yakni komponen yang dapat menampung dan mengelola statusnya dan memiliki metode render terpisah untuk mengembalikan JSX di layar. Komponen ini juga disebut komponen stateful, karena mereka dapat memiliki status.

Hingga saat ini framework React masih populer dan masih banyak web depelover yang menggunkanan framework tersebut. Bahkan baru baru ini react memperkenalkan framework baru yaitu Next.js, Nah, Next.js ini frameworknya React JS untuk menangani permasalahan agar React bisa Server-side Rendering. Beberapa fitur yang ditawarkan misalkan : Server Rendering, Single File Component, Dynamic Component, Code Splitting, Improve SEO, Automatic Routing. Mungkin untuk lengkapnya anda bisa pelajari di website resminya di NextJS

 

2.Vue.js

Vue.js dibuat pada tahun 2014 oleh Evan You, mantan karyawan Google. Sejak saat ini, Vue.js terus berkembang sebagai platform yang andal. 

Salah satu alasan, Vue.js mendapat tanggapan positif adalah ukurannya yang ringan. Ini tentunya akan memudahkan developer dalam mendownload dan menggunakannya. 

Selain itu, aturan penulisan pada Vue.js sangatlah sederhana. Tak heran, front end framework ini sangat direkomendasikan untuk pemula.

Vue.js juga termasuk framework yang sangat memperhatikan keamanan. Apalagi, munculnya Vue.js memang dipicu oleh kurang sempurnanya front end framework saat itu yaitu Angular. Alasannya, Angular masih memiliki bug yang membahayakan website. 

Sama halnya juga dengan ReactJs yang memiliki framework untuk Server-side rendering, VueJs juga memiliki framework tersebut yang dinamakan NuxtJs untuk memudahkan developer dan mengatasi bugs yang ada di framework VueJs sendiri. 

 

3.Angular.js

Angular.js diciptakan oleh Misko Hevery dan Adam Abrons di tahun 2009. Awalnya, Angular.js dibuat untuk membuat penyimpanan data JSON lebih efektif. Jadi, tidak memberatkan server. 

Angular.js sangat direkomendasikan untuk pemula. Sebab, aturan penulisan (sintaks) cukup sederhana. Sayangnya, Angular.js memiliki ukuran cukup besar, yaitu 566KB. 

Pun demikian, performa Angular tetap tak kalah hebat dengan front end framework lain. Itulah kenapa Angular.js cocok untuk pengembangan website dengan konsep Rich Internet Application (RIA). Sebuah website bisa dibuat memiliki fitur yang sama dengan aplikasi desktop. 

Selain itu, Angular.js juga dapat digunakan untuk membangun website Single Page Application (SPA). Website yang dikembangkan hanya memiliki satu halaman saja. Namun, konten akan ditampilkan secara dinamis layaknya dengan banyak halaman.

Front end framework ini mengusung konsep MVC (Model View Controller). Konsep ini membagi kode dalam fungsi komunikasi dengan backend (model), tampilan (view) dan proses (controller). Dengan pembagian ini, struktur kode akan menjadi lebih rapi. 

Demikianlah 3 Framework Front-end yang wajib kamu ketahui. Framework manakah yang menarik untuk kamu pelajari dan kuasai? Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang mencari referensi framework front-en yang akan kamu kuasai, Terimakasih.[wkid]


ARTIKEL TERKAIT