ITIL 4 Segera Gantikan ITIL 3: Apa Bedanya?

Tentang Artikel :

ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah kerangka kerja atau kumpulan best practices pada area manajemen layanan TI atau IT Service Management (ITSM). ITIL pertama dikeluarkan oleh OGC (Office Government of Commerce) Inggris. Walaupun sudah lahir sejak 1980-an, tapi ia baru banyak digunakan secara luas pada era 1990-an ketika dirilis ITIL versi 2. Rilis ITIL versi kedua ini menjelaskan ITSM dalam 2 (dua) kelompok besar


WAKOOL.ID – ITIL (Information Technology Infrastructure Library) adalah kerangka kerja atau kumpulan best practices pada area manajemen layanan TI atau IT Service Management (ITSM). ITIL pertama dikeluarkan oleh OGC (Office Government of Commerce) Inggris. Walaupun sudah lahir sejak 1980-an, tapi ia baru banyak digunakan secara luas pada era 1990-an ketika dirilis ITIL versi 2. Rilis ITIL versi kedua ini menjelaskan ITSM dalam 2 (dua) kelompok besar, yaitu:

 

(1) Service Delivery; dan

(2) Service Support.

ITIL versi 2Kelompok Service Delivery menjelaskan proses-proses yang dibutuhkan dalam persiapan layanan-layanan TI, sedangkan kelompok Service Support menjelaskan proses-proses dan fungsi yang dibutuhkan dalam memberikan dukungan ketika layanan-layanan TI sudah digelar. Total terdapat 10 proses dan 1 fungsi yang dijelaskan dalam kedua kelompok proses tersebut.

Penggunaan ITIL pun semakin meluas sampai kemudian pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan rilis ketiga dari ITIL yang membuat perubahan cukup signifikan dari rilis sebelumnya. Pada ITIL versi 3 ini menjelaskan manajemen layanan TI (ITSM) dalam format sebuah siklus yang terdapat dalam pengelolaan layanan TI. Rilis ketiga dari ITIL ini terdiri atas 5 bagian yang merupakan siklus pengelolaan layanan TI pada umumnya organisasi, yaitu:

 

(1) Service Strategy;

(2) Service Design;

(3) Service Transition;

(4) Service Operation; dan

(5) Continual Service Improvement.

ITIL 3 service lifecycleSejak tahun 2007 itu ITIL versi 3 digunakan lebih luas lagi hingga kini. Belum ada perubahan yang cukup signifikan pada kumpulan best practices ITSM terpopuler di dunia tersebut. Kecuali pada 2011 yang lalu ketika pemerintah Inggris merilis update yang dapat dikatakan bersifat minor. Pada ITIL v3 update 2011 ini dirilis beberapa petunjuk tambahan dengan definisi-definisi proses secara formal yang sebelumnya belum terlalu jelas didefinisikan. Selain terdapat beberapa koreksi atas hal-hal yang dianggap kurang tepat atau inkonsisten.

Jadi ITIL  versi 3 rilis 2007 diupdate dengan ITIL versi 3 rilis 2011 sekedar untuk perbaikan dan penyempurnaan yang bersifat minor belaka.

 

Nah, pada kuartal 1 tahun 2019 ini direncanakan akan diluncurkan ITIL versi 4 yang dikatakan cukup melakukan perombakan signifikan terhadap kerangka kerja ITSM yang paling banyak digunakan di dunia ini.

ITIL 4: Apa yang baru?

Pada versi barunya ini ITIL tetap akan fokus pada penerapan tata kelola yang baik, kehandalan, stabilitas, keamanan dan hal terkait layanan TI lainnya. Prinsip-prinsip tersebut tetap akan dibawa pada versi terbarunya ini. Perubahan signifikan dari ITIL versi 4 ini adalah bagaimana fokusnya untuk meningkatkan adaptabilitas dan fleksibilitas dalam manajemen layanan TI (ITSM). Bagaimana organisasi dapat mengintegrasikan seluruh sumber dayanya, berkolaborasi, berkomunikasi untuk menghasilkan nilai terbaik bagi organisasi. ITIL versi 4 ini juga mengadopsi dan mengitegrasikan praktik-praktik baru seperti Agile dan DevOps dalam kerangka kerja barunya ini.

 

ITIL 4 memberikan fokus signifikan pada budaya perusahaan sebagai salah satu kunci sukses penerapan ITSM. Dulu, departemen TI banyak bekerja sendiri, seringkali tidak sejalan dengan struktur bisnis secara keseluruhan. ITIL 4 menawarkan sejumlah praktik seputar mendorong kolaborasi yang baik antara TI sebagai bagian dari bisnis.

 

 

ITIL CABSalah satu konsep yang diperkenalkan oleh ITIL versi 2 dan 3 yaitu Change Advisory Board (CAB) dianggap menurut sebagian kalangan membuat ITIL mempersulit perusahaan untuk lincah karena menghambat respon atas perkembangan-perkembangan bisnis yang cepat. Setiap perubahan hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari CAB ini terlebih dahulu.

Merespon hal ini pada ITIL versi 4 ini merancang praktik-praktik agar organisasi dapat lebih fleksibel dalam strategi manajemen layanan TI nya. Pada versi 4 ini, ITIL mengadopsi praktik-praktik Agile dan DevOps dalam kerangka kerjanya. ITIL 4 kini mendorong kolaborasi dan komunikasi dengan seluruh komponen organisasi serta menawarkan lebih banyak penjelasan bagaimana menerapkan perubahan secara cepat.

Bisnis yang menerapkan ITIL 4 diharapkan akan lebih mampu untuk membangun fondasi yang kuat untuk menerapkan kultur yang mendorong inovasi, transformasi dan kelincahan.

 

Dengan pondasi yang kuat, bisnis dapat berubah kapan saja ketika dibutuhkan, melakukan perbaikan-perbaikan, menerapkan teknologi baru yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanannya. Pada organisasi-organisasi modern, perusahaan akan sering dihadapkan pada tuntutan perubahan yang cepat. ITIL versi 4 yang akan segera diluncurkan ini diharapkan dapat membantu mendampingi perusahaan menghadapinya.

 

Selain itu, pada ITIL 4 ini aspek pelanggan akan mendapat perhatian yang lebih besar lagi. Hal ini karena tuntutan era digital seperti sekarang ini yang tak dapat dielakkan lagi. Perusahaan akan mendapat feedback dari para pelanggannya jauh lebih masif dibandingkan masa sebelum ini. Tanpa penanganan yang memadai, maka manajemen TI dan bisnis akan mengalami permasalahan yang sangat serius. Oleh karena itu ITIL 4 menganggap hal ini menjadi salah satu poin penting yang harus diperhatikan dalam manajemen layanan TI. Lebih dari sebelum-sebelumnya.

ITIL 4 akan secara resmi diluncurkan pada Kuartal 1 tahun 2019 ini, tapi update-update nya akan terus dirilis sepanjang tahun. Mari kita tunggu dengan penuh semangat, seperti apa selengkapnya ITIL versi 4 ini nanti.

 

[wkid]


ARTIKEL TERKAIT