6 Kebiasaan Untuk Menjadi Pimpinan TI Berpengaruh

Tentang Artikel :

Pada era bisnis yang terus bertransformasi seperti sekarang ini, pengaruh (influence) merupakan kemampuan kunci kepemimpinan yang mutlak harus dikuasai oleh setiap pemimpin. Tak terkecuali seorang pimpinan Teknologi Informasi (TI). Oleh karenanya harus terus dikembangkan dan diasah untuk mencapai kesuksesan.


WAKOOL.ID – Pada era bisnis yang terus bertransformasi seperti sekarang ini, pengaruh (influence) merupakan kemampuan kunci kepemimpinan yang mutlak harus dikuasai oleh setiap pemimpin. Tak terkecuali seorang pimpinan Teknologi Informasi (TI). Oleh karenanya harus terus dikembangkan dan diasah untuk mencapai kesuksesan.

 

Pada pimpinan TI dituntut untuk sering mengambil keputusan ditengah ragam pendapat yang mungkin muncul, serta membangun konsensus-konsensus agar sebuah pekerjaan bisa selesai sesuai diharapkan. Hal ini berlaku baik itu untuk implementasi teknologi yang bersifat taktis ataupun proyek transformasi yang bernilai jutaan dolar.

 

Berbagai survey menyatakan bahwa bagi seorang pimpinan TI, daya pengaruh (influence) merupakan salah satu kemampuan yang paling penting untuk keberhasilan mereka dalam menjalankan misinya. Ini berlaku untuk saat ini dan lebih-lebih di masa yang akan datang. Demikian antara lain dinyatakan oleh Global CIO Survey yang diselenggarakan oleh Deloitte beberapa waktu yang lalu. Sekira 48 persen dari 1437 CIO menyatakan daya pengaruh (influence) sebagai 5 besar kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap pimpinan TI setidaknya sampai 3 tahun ke depan.

Kemampuan untuk mempengaruhi bukan sesuatu yagn datang semata-mata alami saja. Tapi ia merupakan sesuatu yang dapat dikembangkan dan dilatih. Demikian menurut para pimpinan TI (CIO), konsultan manajemen dan pakar kepemimpinan.

 

 

Para pemimpin mesti menyediakan waktu untuk mengasah kemampuan mempengaruhi mereka, sebagaimana mereka belajar untuk membuat presentasi atau membangun sebuah jaringan. Para pimpinan TI yang sukses selalu menjadikannya sebagai salah satu prioritas kemampuan yang mesti terus dikembangkan dan diperkuat.

Para pakar mengatakan bahwa tidak ada satu sifat atau tips yang dapat berlaku umum bagi seorang pimpinan TI untuk dapat memiliki daya pengaruh yang kuat. Setiap pimpinan TI mesti menemukan strategi-strateginya sendiri yang paling tepat baginya seuai dengan karakter dan posisi unit mereka masing-masing.

Namun demikian, betapapun, terdapat beberapa kebiasan yang banyak disepakati merupakan kebiasaan yang umum dimiliki oleh para pimpinan TI yang memiliki daya pengaruh yang kuat.

Berikut ini adalah enam kebiasaan dari para pimpinan TI yang berpengaruh tersebut.

Kesatu, Pandai Memposisikan Diri

Seorang pimpinan TI yang berpengaruh harus pandai memposisikan diri mereka dimanapun mereka berada. Ketika ia dijadwalkan untuk menghadiri suatu forum, maka ia sudah mulai mempelajari akan seperti apa forum tersebut nantinya, siapa orang yang akan hadir, dan topik pembicaraan yang akan dilangsungkan disana. Lalu ia memikirkan bagaimana ia akan menempatkan diri dan berperan pada forum tersebut. Ia sudah memikirkan bagaimana pendekatan yang paling tepat dan efektif baginya dalam pertemuan tersebut.

Seorang pimpinan TI yang berpengaruh harus mengenali kemampuan diri dengan benar. Kebiasaan yang tampaknya sederhana, namun banyak orang sangat sulit untuk melakukannya. Seorang pimpinan TI berpengaruh mesti cerdas memilih apa yang akan dikatakan dan kapan ia mesti mengucapkannya. Bukan sekedar mengeluarkan apa yang ada di kepalanya saja.

 

Apa yang seseorang katakan dapat menggambarkan siapa dirinya sebenarnya. Jika seseorang berhasil menyampaikannya dengan baik, dan didukung oleh bukti rekam jejak yang telah ia lakukan, maka ia akan dapat menjadi seorang yang berpengaruh.

Kedua, Menunjukkan Bagaimana Gagasannya Bernilai bagi Selainnya

What’s in it for me?”, apa manfaat yang akan aku dapatkan darinya. Pertanyaan penting yang mesti diingat oleh setiap pemimpin untuk dapat memiliki daya pengaruh yang kuat.

Jika seseorang pimpinan akan menawarkan gagasannya, atau meminta seseorang untuk melakukan sesuatu untuknya, maka ia akan terlebih dahulu berusaha menjawab pertanyaan “what’s in it for me” tersebut bagi orang yang akan mendengarkan gagasannya atau yang akan ia minta untuk melakukan sesuatu tersebut.

Penting untuk menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh, untuk mencoba melihat dari perspektif lawan bicaranya. Jika seseorang dapat memahami dan dapat menjawab dengan baik apa yang diinginkan oleh orang lain, maka ia akan memiliki daya pengaruh yang kuat.

 

Ketiga, Memberikan Cerita dalam Penyampaian Idenya

Seorang pimpinan TI yang berpengaruh mesti tahu bagaimana caranya menyampaikan visinya, teknologi, proyek-proyek TI dengan cara yang menarik, mudah dimengerti dan sesuai dengan karakteristik pendengarnya.

Seringkali seorang pimpinan TI harus berbicara mengenai teknologi didepan orang-orang yang sama sekali atau hanya sedikit mengerti teknologi. Untuk dapat memberikan pengaruh padanya maka seorang pimpinan TI mesti menyampaikan melalui teknik yang menarik, dengan bercerita yang mudah dipahami oleh para audiennya.

Jika seseorang dapat menyampaikan sebuah gagasan TI yang rumit dalam sebuah bahasa dan cerita yang menarik, maka ia berpeluang menjadi pimpinan TI yang memiliki daya pengaruh yang kuat.

Keempat, Memprioritaskan Pelanggan Terberatnya

Ada kebiasaan lain yang biasa dilakukan oleh para pemimpin TI yang berpengaruh, yaitu memprioritaskan pelanggan terberatnya terlebih dahulu. Misalnya ketika mereka akan menerapkan sebuah sistem yang besar, atau menawarkan sebuah ide teknologi tertentu yang baru maka ia akan mulai dengan unit yang paling skeptis terhadap teknologi terlebih dahulu. Mereka menantang dirinya dengan mencoba menerapkan idenya, melakukan implementasi pilotnya pada unit atau bagian yang paling sulit untuk memahami nilai dari ide atau sistem yang diimplementasikannya tersebut.

Akibatnya, begitu ia berhasil menerapkannya pada unit atau bagian yang paling skeptis terhadap TI maka ia akan memiliki daya jual yang luar biasa untuk unit atau bagian lainnya dari organisasi. Mereka akan mendapatkan antusiasme dan pengaruh yang sangat kuat pada seluruh bagian-bagian lainnya.

Kelima, Menempatkan Kepentingan Organisasi sebagai Prioritas Pertama

Seorang pemimpin TI yang berpengaruh tidak hanya harus betul-betul memahami bisnis organisasinya, tapi mereka harus menunjukkan bahwa mereka menempatkan kesuksesan organisasi sebagai prioritas yang paling tinggi.

Ketika seorang pimpinan TI dapat menunjukkan bahwa apapun yang ia lakukan ditujukan utamanya untuk kemajuan organisasi, bukan untuk kepentingan yang lain, maka ia akan memiliki daya pengaruh yang kuat di organisasi. Ketika ia menyampaikan gagasan apapun, termasuk kebutuhan investasi, maka semua pihak akan memiliki asumsi yang sama bahwa tidak mungkin ia menyampaikan atau merencanakan sesuatu yang akan merugikan organisasi.

 

Keenam, Banyak mengetahui, tapi Berfikiran Terbuka

Seorang pimpinan yang berpengaruh memiliki kebiasaan untuk selalu belajar. Mereka akan sering mendiskusikan tentang banyak hal baik di internal organisasi maupun di luar tentang isu-isu terkait teknologi dan industri yang terkait. Kalau perlu ia akan datangkan konsultan atau ahli eksternal yang memiliki pandangan baru atau berbeda untuk memperkaya perspektifnya.

Teknologi seringkali salah arah jika membiarkan orang yang paling pintar selalu memenangkan gagasannya. Seorang pimpinan TI yang berpengaruh mesti pandai membangun konsensus diantara ide-ide yang muncul, menciptakan iklim komunikasi antar gagasan dan perspektif yang berbeda secara sehat. Mereka selalu berfikiran terbuka terhadap masukan dari pihak lain dalam usahanya untuk terus menciptakan solusi yang lebih baik terhadap masalah-masalah yang ia hadapi.

 

Seorang pimpinan yang mengetahui benar orang-orang yang dipimpinnya, dan kemudian dapat membangun tim yang kuat dengan berbagai keragaman kekuatannya maka ia akan memiliki daya pengaruh yang kuat. Seorang influencial leader[wkidcio]


ARTIKEL TERKAIT