5 Top CIO Pemerintah ASEAN, Siapa Saja Mereka?

Tentang Artikel :

Chief Information Officer (CIO) adalah pejabat tertinggi dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas perencanaan, penyelarasan, penyiapan, implementasi dan evaluasi Teknologi Informasi pada organisasi tersebut. Mengingat pentingnya peranan CIO pada sebuah organisasi maka dibutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis tapi juga harus memiliki pemahaman bisnis yang baik, kemampuan manajemen dan kepemimipinan yang kuat.


WAKOOL.ID – Chief Information Officer (CIO) adalah pejabat tertinggi dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas perencanaan, penyelarasan, penyiapan, implementasi dan evaluasi Teknologi Informasi pada organisasi tersebut. Mengingat pentingnya peranan CIO pada sebuah organisasi maka dibutuhkan individu yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis tapi juga harus memiliki pemahaman bisnis yang baik, kemampuan manajemen dan kepemimipinan yang kuat.

 

November lalu, Presiden Joko Widodo mengeluarkan sebuah keputusan yang mengharuskan seluruh lembaga pemerintah di negara ini untuk menunjuk seorang CIO untuk mengkoordinasikan agenda-agenda teknologi yang dilakukan oleh berbagai otoritas.

Para pimpinan IT sektor publik ini dapat meningkatkan kualitas sistem pemerintahan dengan menerapkan teknologi yang tepat dan melalui strategi-strategi bisnis yang inovatif.

Berikut ini adalah profil singkat 5 CIO terbaik ASEAN menurut versi situs CIO.com.

Yeo Beng Huay, CIO Beacukai Singapura

CIO dari lembaga cukai Singapura ini terbilang cukup sukses membawa organisasi yang dipimpinnya dalam menerapkan Teknologi Informasi untuk mendukung pencapaian sasaran-sasaran yang dicanangkan. Sejak Yeo bertugas pada Agustus 2009 silam, ia memainkan peranan vital dalam kesuksesan lembaganya melalui penggunaan TI secara strategis.

Hal ini termasuk pengembangan tahapan terakhir dari Networked Trade Platform (NTP) yang akan menyediakan sebuah ekosistem yang aman untuk pertukaran dan pemanfaatan data digital baik pada hubungan antar bisnis (B2B) maupun bisnis dengan pemerintah (B2G).

Yeo juga dikenal cukup sukses dalam menjajaki penggunaan teknologi-teknologi disruptif sebagai bagian dari strategi digital instansi yang dipimpinnya. Antara lain cukai Singapura ini telah mulai memanfaatkan teknologi seperti machine learning, chatbots dan alat bantu otomasi untuk mengeliminasi pekerjaan administratif yang berulang.

Merekapun sedang mengkaji untuk memindahkan sebagian aplikasi internal mereka ke cloud untuk meningkatkan ketahanan dan skalabilitas sistem dengan biaya yang seoptimal mungkin.

Tham Mei Leng, CISO Kementrian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Air Singapura

Sebagai Chief Information Security Officer (CISO) dari lembaga kementrian Singapura, Tham Mei Leng harus berurusan dengan banyak pihak untuk memastikan strategi keamanan TI kementrian dan memastikannya selaras dengan kebutuhan-kebutuhan dari lembaga kementrian tersebut. Dia bertanggung jawab untuk memastikan keamanan dari lembaganya untuk mendukung transformasi digital yang sedang dilakukan.

 

Mei Leng secara khusus memiliki ketertarikan dalam penggunaan Aritificial Intelligence (AI), data analytics dan machine learning pada domain siber untuk menemukan indikator-indikator serangan, zero-day exploit dan kejadian-kejadian yang tak normal.

Dalam sebuah kesempatan dia pernah mengatakan bahwa membangun hubungan dan komunikasi yang baik adalah diantara tantangan terbesar dari peranannya ini.

Mohidin Mus, CIO pada Kantor Perdana Menteri Brunai Darussalam

Mohidin Mus sukses dalam melakukan pemantauan program-program e-government di Brunai dan memastikan keselarasannya dengan e-Government Strategic Plan 2009-2014. Pada tahun 2008 dia menulis sebuah makalah yang menekankan tentang pentingnya implementasi e-Government di negara ini.

 

Dia juga memiliki banyak spesialisasi lain seperti analisis sistem, GIS, pengembangan web, e-government, e-citizen dan e-services.

Chan Cheow Hoe, CIO Pemerintah Singapura

Pada sebuah negara dengan tingkat investasi sangat tinggi pada sektor teknologi, tentu peran Chan Cheow Hoe ini akan banyak menarik banyak sorotan.

Dia menduduki posisi tersebut sejak April 2014. Sebelumnya dia banyak bekerja di sektor swasta, terutama pada sistem-sistem TI institusi finansial dan perusahaan konsultasi berskala besar seperti Barclays dan EY.

 

Saat ini, Cheow Hoe bertanggung jawab mengawasi pusat sistem, infrastruktur dan layanan TI Singapura yang memberikan berbagai layanan inovatif pada warga dan kalangan bisnis di Singapura.

Dr Suhazimah Dzazali, CIO Pemerintah Malaysia

Dr Dzazali adalah CIO pemerintah Malaysia pada Malaysian Administrative Modernisation and Management Planning Unit (MAMPU).

Peranannya mencakup sebagai agen peruabahan, penguatan kebijakan, standard dan praktik TI, mendorong perluasan penggunaan TI pada sektor publik, dan menciptakan inovasi-inovasi melalui aplikasi-aplikasi pemerintahan, infrastruktur dan keamanan TI.

Pada 2017, dia merupakan bagian dari tim yang menyusun rencana konsolidasi dan optimasi layanan-layanan TI untuk sektor publik yang utamanya melalui pemusatan seluruh personil TI di bawah MAMPU.

Dia juga bertanggung jawab dalam penyusunan rencana digitalisasi penyajian layanan pemerintah, yang mencakup 6 area strategis.

Menurutnya tantangan terbesar yang dihadap pemerintah adalah memahami perubahan kebutuhan dari warganya. Kemunculan teknologi-teknologi baru seperti cloud computing, big data, 3D printing, cognitive computing dan Internet of Things (IoT) juga memainkan peranan besar dalam strategi transformasi digital mereka. [wkid/cio]


ARTIKEL TERKAIT